Ringkasan Berita:
- Sebuah video yang memperlihatkan puluhan siswa SD meneriakkan yel-yel “Ayo Maju-Maju” kepada seorang pria berseragam khaki viral di media sosial
- Sosok pria yang berada di hadapan para siswa sempat diduga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur
- Pria tersebut adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu
Infomalangraya.netSebuah video yang memperlihatkan puluhan siswa sekolah dasar (SD) meneriakkan yel-yel “Ayo Maju-Maju” kepada seorang pria berseragam khaki viral di media sosial. Video tersebut menarik perhatian warganet karena sosok pria yang berada di hadapan para siswa sempat diduga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Dalam video yang beredar, tampak para siswa berdiri dan dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel kepada pria tersebut. Suasana terlihat meriah dan penuh antusiasme. Potongan video itu kemudian beredar luas dan memunculkan beragam komentar serta spekulasi dari warganet mengenai identitas pria berseragam khaki tersebut maupun maksud kedatangannya ke sekolah.
Namun, informasi yang berkembang di media sosial tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar.
Bukan Kepala Dinas Pendidikan TTU
Setelah dilakukan penelusuran dan klarifikasi, pria yang terlihat dalam video tersebut diketahui bukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU.
Pria tersebut adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Beato Josep Frend Omenu, turut memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangan Jefry Banu bersama sejumlah staf bukan dalam konteks kegiatan seperti yang dispekulasikan sebagian warganet.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan kerja Dinas Pendidikan Kabupaten TTU untuk menjangkau sekolah dan para siswa, sekaligus mendistribusikan berbagai perlengkapan pendidikan.
Bantuan yang dibawa dalam kunjungan tersebut di antaranya berupa buku, alat tulis, dan tas sekolah yang diperuntukkan bagi para siswa.
Dengan demikian, video yang viral itu sebenarnya memperlihatkan sebuah kegiatan kunjungan kerja sekaligus penyaluran bantuan pendidikan kepada siswa di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten TTU.
Peristiwa Terjadi pada Maret 2026
Hal lain yang perlu diluruskan adalah waktu terjadinya peristiwa tersebut.
Video yang kembali ramai diperbincangkan di media sosial itu bukanlah rekaman kejadian yang baru berlangsung. Peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Maret 2026, ketika sejumlah wilayah di TTU masih menghadapi kondisi musim hujan.
Kondisi cuaca dan geografis menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, termasuk para siswa yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
Para siswa yang terlihat dalam video diketahui merupakan murid SDN Oil Bin, yang berada di Desa Tasinivu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Sekolah tersebut berada di wilayah yang memiliki tantangan akses cukup berat. Kondisi geografis membuat perjalanan menuju sekolah tidak selalu mudah, terutama ketika curah hujan meningkat dan kondisi sungai berubah.
Siswa Terbiasa Menyeberangi Sungai
Menurut Beato Josep Frend Omenu, para siswa di wilayah tersebut telah terbiasa menggunakan akses sungai dalam perjalanan mereka menuju maupun pulang dari sekolah.
Kondisi ini menjadi bagian dari keseharian para siswa. Mereka harus menghadapi medan dan kondisi alam yang berbeda dengan siswa di wilayah yang memiliki akses jalan lebih mudah.
Pada musim hujan, tantangan tersebut tentu semakin besar. Aliran sungai dapat meningkat dan perjalanan menjadi lebih sulit sehingga akses menuju sekolah membutuhkan perhatian dan kehati-hatian.
Di tengah kondisi tersebut, kunjungan Jefry Banu bersama staf Dinas Pendidikan TTU menjadi salah satu bentuk upaya untuk melihat secara langsung kondisi sekolah dan siswa di lapangan.
Kunjungan tidak hanya dilakukan untuk membawa bantuan berupa perlengkapan sekolah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi jajaran Dinas Pendidikan untuk melihat realitas pendidikan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Yel-Yel Siswa yang Bikin Video Viral
Salah satu bagian yang kemudian menarik perhatian publik adalah momen ketika para siswa meneriakkan yel-yel “Ayo Maju-Maju” kepada Jefry Banu.
Antusiasme para siswa dalam menyambut kedatangan rombongan Dinas Pendidikan membuat suasana kunjungan terlihat semarak. Momen tersebut kemudian direkam dan beredar di media sosial hingga akhirnya viral.
Namun, karena video yang beredar hanya memperlihatkan potongan momen tertentu, konteks lengkap mengenai kejadian tersebut tidak langsung diketahui oleh masyarakat.
Hal inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa pria berseragam khaki dalam video merupakan Kepala Dinas Pendidikan TTU. Setelah dilakukan klarifikasi, dugaan tersebut dipastikan keliru.
Sosok yang berada di tengah para siswa tersebut adalah Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten TTU, Jefry Banu.
Kunjungan ke Sekolah di Tengah Tantangan Akses
Kunjungan ke SDN Oil Bin juga menggambarkan tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Ketersediaan akses menuju sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan proses pendidikan dapat berlangsung dengan baik. Bagi siswa di wilayah seperti Desa Tasinivu, perjalanan ke sekolah merupakan bagian dari perjuangan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat distribusi perlengkapan pendidikan secara langsung ke sekolah memiliki arti penting. Buku, alat tulis, tas, dan perlengkapan lainnya dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran jajaran Dinas Pendidikan di lokasi juga menunjukkan pentingnya pemerintah daerah melihat kondisi pendidikan tidak hanya dari balik meja, tetapi dengan turun langsung ke lapangan.
Dedikasi Menjangkau Siswa di Wilayah Terpencil
Perjalanan Jefry Banu bersama stafnya menuju SDN Oil Bin dilakukan di tengah kondisi geografis yang tidak mudah. Akses sungai yang menjadi bagian dari jalur perjalanan masyarakat menunjukkan bahwa pelayanan pendidikan di daerah terpencil membutuhkan upaya dan perhatian lebih.
Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa pemerataan pendidikan bukan hanya berbicara mengenai pembangunan gedung sekolah atau penyediaan tenaga pendidik. Distribusi perlengkapan belajar serta memastikan kebutuhan siswa di daerah terpencil juga menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan.
Di sisi lain, semangat para siswa yang menyambut kedatangan rombongan dengan yel-yel “Ayo Maju-Maju” menjadi salah satu gambaran antusiasme mereka terhadap kehadiran pihak pemerintah di sekolah.
Momen sederhana tersebut kemudian berubah menjadi perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Video Viral Perlu Dilihat dengan Konteks Utuh
Beredarnya video singkat di media sosial sering kali membuat sebuah peristiwa hanya dipahami berdasarkan potongan gambar yang terlihat. Tanpa informasi mengenai lokasi, waktu, identitas orang yang terlibat, maupun tujuan kegiatan, sebuah video dapat memunculkan persepsi yang berbeda dari fakta sebenarnya.
Dalam kasus video siswa SDN Oil Bin tersebut, spekulasi mengenai identitas pria berseragam khaki akhirnya terjawab setelah adanya klarifikasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten TTU.
Fakta yang terungkap menunjukkan bahwa pria tersebut adalah Sekretaris Dinas Pendidikan TTU, Jefry Banu, yang sedang menjalankan kunjungan kerja bersama stafnya untuk menyalurkan perlengkapan sekolah kepada siswa.
Peristiwa itu sendiri terjadi pada Maret 2026, bukan merupakan kejadian baru sebagaimana mungkin dipersepsikan dari kembali beredarnya video tersebut.
Dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat diharapkan dapat melihat video tersebut secara lebih utuh. Di balik viralnya yel-yel “Ayo Maju-Maju”, terdapat cerita mengenai semangat para siswa dan upaya menjangkau sekolah yang berada di wilayah dengan tantangan geografis.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa bagi sebagian siswa di daerah terpencil, perjalanan menuju sekolah bukanlah hal yang sederhana. Mereka harus menghadapi kondisi alam dan akses yang terbatas demi mendapatkan pendidikan.
Semangat para siswa SDN Oil Bin pun menjadi bagian menarik dari kisah tersebut—sebuah momen sederhana yang memperlihatkan keceriaan anak-anak di tengah keterbatasan, sekaligus menggambarkan pentingnya kehadiran dan perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Timor Tengah Utara. (Infomalangraya.net)
