Pentingnya Literasi Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan Zaman
Peran Penting Pendamping dalam Peningkatan Literasi
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat, menekankan bahwa upaya peningkatan keterampilan pendamping—seperti guru, orang tua, dan masyarakat—merupakan hal yang sangat penting untuk menanamkan kemampuan literasi pada generasi muda. Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan sekolah dalam membangun kemampuan literasi anak bangsa.
“Peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam menanamkan kemampuan literasi generasi penerus sangat menentukan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis. Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan saat anak menggunakan gawai serta pembiasaan membaca sejak dini.
Jika tidak dilakukan secara konsisten, kemampuan anak dalam memahami bacaan akan tetap rendah meskipun mereka bisa membaca. Data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menunjukkan bahwa 75% anak usia 15 tahun di Indonesia sudah bisa membaca, tetapi hanya sekitar separuh siswa yang memiliki kemampuan literasi yang baik.
“Ini bukan soal bisa baca atau tidak, tapi soal paham atau tidak. Ini darurat pemahaman bacaan,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat.
Langkah-Langkah yang Perlu Dilakukan
Lestari Moerdijat mendorong agar sejumlah langkah segera direalisasikan. Orang tua, menurutnya, harus aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai, bukan sekadar melarang atau memberi gadget tanpa kontrol. Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah untuk segera menghapus pajak buku dan pajak kertas agar harga buku lebih terjangkau. Hal ini akan memudahkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Menurut Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI, upaya peningkatan literasi anak bangsa harus menjadi gerakan nasional, bukan hanya tugas guru di sekolah. Ia berpendapat bahwa jika generasi muda tidak dibekali kemampuan berpikir kritis sejak dini, maka daya saing bangsa akan terancam.
“Kedaulatan bangsa di masa depan sangat tergantung pada kemampuan anak-anak kita dalam memahami dan menyaring informasi,” pungkasnya.
Membangun Kesadaran Literasi Secara Nasional
Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami, menganalisis, dan menyampaikan informasi dengan benar. Dalam era digital yang semakin berkembang, kemampuan ini menjadi semakin penting.
Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Peningkatan kesadaran orang tua dan masyarakat akan pentingnya literasi
Penyediaan akses yang lebih mudah terhadap bahan bacaan
Pelibatan komunitas dan organisasi masyarakat dalam program literasi
Penguatan kurikulum pendidikan yang mencakup literasi sebagai kompetensi dasar
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat, literasi generasi muda dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.





