Kondisi Umi Nazelatul Maghfiroh Terus Membaik

Purwokerto – Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Sunhaji memastikan kondisi kesehatan Umi Nazelatul Maghfiroh, anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KMPA Faktapala, terus membaik setelah mengalami insiden saat demonstrasi kemampuan flying fox dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.

Insiden tersebut terjadi saat Zela sedang menjalani kegiatan demonstrasi kemampuan organisasi kemahasiswaan di hadapan mahasiswa baru. Kunjungan Prof. Sunhaji dilakukan bersama Pembina Kemahasiswaan UIN Saizu Purwokerto, Dr. Alief Budiyono, serta Koordinator Tim Humas UIN Saizu, Safrudin Aziz.

Kunjungan ini menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan UIN Saizu Purwokerto terhadap kondisi mahasiswa yang mengalami insiden. Prof. Sunhaji menyampaikan bahwa Zela dalam keadaan baik berdasarkan hasil pemeriksaan dan rontgen yang menunjukkan tidak ada patah tulang.

“Alhamdulillah, hari ini Mbak Zela sudah sehat. Saat ini katanya hanya masih ada memar, mungkin sehari dua hari kembali membaik,” ujar Prof. Sunhaji.

Pemahaman Proses dan Pelatihan

Prof. Sunhaji juga menjelaskan bahwa Zela merupakan anggota KMPA Faktapala yang telah mendapatkan pelatihan dan memahami prosedur kegiatan flying fox. Ia juga meluruskan informasi yang salah di media sosial yang menyebut Zela sebagai mahasiswa baru. Sebenarnya, Zela adalah mahasiswa semester tiga Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).

Menurutnya, insiden tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk faktor alam dan kondisi peralatan yang digunakan. “Prosedur yang telah dilakukan oleh KMPA Faktapala sudah sesuai. Telah dilakukan beberapa kali percobaan, sudah bagus. Hanya menurut saya ini faktor alam, karena suasana juga sudah siang dan panas,” jelasnya.

Persiapan dan Uji Coba Peralatan

Ketua Umum KMPA Faktapala UIN Saizu Purwokerto, Aulia Alfa Zain atau akrab disapa Gondo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan dan uji coba peralatan sebelum demonstrasi flying fox. Menurut Gondo, dalam pelaksanaan flying fox terdapat dua jenis perangkat dengan bahan yang berbeda.

Salah satu perangkat memiliki karakter peluncuran yang relatif lebih cepat. “Memang kalau yang bahan baja itu peluncurannya agak sedikit cepat. Mungkin karena waktu itu cuacanya panas, sehingga terjadi pemuaian sedikit pada bahan tersebut. Jadinya agak lebih cepat,” kata Gondo.

Kondisi tersebut kemudian berpengaruh ketika proses pengereman. Selain itu, faktor cuaca juga diduga memengaruhi tingkat ketegangan tali yang digunakan. Meski demikian, Gondo menegaskan bahwa sistem pengamanan telah dipersiapkan. Proses pengereman juga tetap bekerja sehingga dampak insiden tidak menjadi lebih serius.

Evaluasi dan Perbaikan

Gondo menyampaikan bahwa evaluasi tetap menjadi bagian penting setelah insiden tersebut. Terutama berkaitan dengan kondisi dan kelayakan peralatan yang digunakan dalam kegiatan flying fox. “Ke depannya tentu akan lebih diperhatikan lagi penggunaan alatnya. Ada beberapa alat yang mungkin sebaiknya dilakukan peremajaan supaya lebih aman,” katanya.

Zela saat ini kondisinya semakin membaik. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapatkan obat, rasa nyeri yang sebelumnya dirasakan juga mulai berkurang. “Alhamdulillah sudah bisa beraktivitas. Setelah dironsen tidak ada patah tulang, hanya lebam. Mungkin nyeri karena syok,” ungkapnya.

Pihak KMPA Faktapala berharap kondisi Zela segera pulih, sehingga dapat kembali mengikuti aktivitas perkuliahan dan kegiatan kemahasiswaan seperti biasa.

Dukungan dan Harapan

Prof. Sunhaji memberikan dukungan kepada Zela dan berharap mahasiswa tersebut segera pulih sepenuhnya. Dia juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat menjenguk Zela pada hari sebelumnya. Prof. Sunhaji berharap mahasiswa tersebut tetap mendapatkan pendampingan hingga benar-benar pulih.

Bagi UIN Saizu, insiden tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi, guna memastikan setiap kegiatan demonstrasi kemampuan mahasiswa aman dan tak membahayakan. Lebih khusus kegiatan yang melibatkan aktivitas berisiko, tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesiapan peralatan, prosedur operasional, serta pendampingan profesional.

Dengan kondisi Zela yang terus membaik, pimpinan UIN Saizu berharap dia dapat segera kembali mengikuti kegiatan akademik dan aktivitas kemahasiswaan.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version