Penangkapan Wali Kota Madiun dalam Operasi Tangkap Tangan
Wali Kota Madiun, Maidi, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026) malam. Ia terlihat berjalan dengan tenang bersama aparat kepolisian dan beberapa orang yang juga ditangkap dalam operasi senyap tersebut.
Proses Penangkapan dan Pemeriksaan
Pada hari yang sama, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Madiun. Dalam operasi tersebut, sebanyak 15 orang diamankan, termasuk seorang kepala daerah. Dari jumlah tersebut, 9 orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu dari mereka adalah Wali Kota Madiun, Maidi.
Maidi tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 22.36 WIB. Ia menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam setelah diterbangkan dari Bandara Juanda menuju Bandara Soekarno-Hatta. Penampilannya mencolok dengan seragam biru dan hitam, termasuk jaket biru, topi biru, serta celana bahan hitam.
Selama perjalanan masuk ke gedung KPK, Maidi sempat melemparkan senyum ke arah wartawan. Ia tidak sendirian, karena bersamanya juga terdapat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah, serta seorang rekanan yang disebut sebagai orang kepercayaan wali kota.
Sementara itu, enam orang lainnya yang dibawa dari Madiun dimasukkan ke gedung KPK melalui pintu belakang.
Dugaan Korupsi dalam Proyek dan Dana CSR
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa total ada 9 orang yang dibawa ke Jakarta malam ini dari 15 orang yang diamankan dalam operasi senyap tersebut. “Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” ujar Budi.
Operasi senyap ini diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek dan pengelolaan dana sosial perusahaan (CSR) di wilayah Kota Madiun. KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang nilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Penangkapan Bupati Pati
Pada hari yang sama, KPK juga melakukan OTT dan menjaring Bupati Pati, Sudewo. Meski belum diumumkan secara resmi, informasi dari sumber di lapangan menyebutkan bahwa Sudewo menjadi target utama dalam operasi tersebut.
Budi Prasetyo tidak menampik maupun membenarkan secara gamblang, namun memastikan akan segera membuka identitas pihak yang diamankan kepada publik. “Ya, nanti kami akan update perkembangannya. Siapa saja yang diamankan, siapa saja yang dilakukan pemeriksaan, nanti kami akan sampaikan,” jelas Budi.
Pengepul dari Perangkat Daerah
Selain kepala daerah, Budi memberikan sinyal bahwa operasi ini turut mengamankan pihak yang berperan sebagai pengepul yang diduga berasal dari unsur perangkat daerah. “Ya, di antaranya itu yang diamankan (pengepul), nanti kami akan update secara lebih lengkap lagi,” tuturnya.
Tim KPK saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendalaman terhadap sejumlah pihak. Ia meminta publik bersabar menunggu kepastian mengenai konstruksi perkara, termasuk dugaan adanya hubungan kekerabatan antara pengepul dengan kepala daerah.
Proses Hukum dan Status Tersangka
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut. Saat ini, Maidi dan para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di lantai dua Gedung Merah Putih KPK.
