Wali Kota Medan Beri Perhatian Khusus terhadap Akses Jalan yang Membahayakan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menunjukkan perhatian khusus terhadap kondisi memprihatinkan sejumlah pelajar di kawasan Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia. Kejadian ini viral di media sosial akibat para siswa yang harus melintasi pipa bekas rel kereta api untuk menuju sekolah. Rico Waas mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung puluhan tahun dan bahkan dirinya sendiri pernah melewati akses tersebut saat masa sekolah.
Langkah yang Diambil oleh Pemko Medan
Rico Waas menjelaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan pihak Kereta Api Indonesia (KAI) terkait akses pipa yang merupakan bekas jalur rel kereta api. Pemko Medan akan mempertimbangkan pembangunan infrastruktur seperti jembatan atau mencari jalur alternatif yang lebih aman dan efisien bagi para pelajar.
“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan KAI karena lahan tersebut milik mereka. Apakah bisa dibangun jembatan atau mencari akses alternatif yang lebih memperhatikan jarak dan keamanan,” ujar Rico Waas.
Kondisi Akses Jalan yang Mengkhawatirkan
Diketahui, beberapa pelajar memilih berjalan di atas pipa besar yang merupakan bekas rel KAI. Pipa tersebut melintang di atas aliran Sungai Deli yang deras. Tinggi pipa mencapai sekitar 7 hingga 10 meter dari permukaan air sungai. Di bawahnya, arus sungai deras, sementara di atasnya, para pelajar harus melangkah pelan dan ekstra hati-hati agar tidak jatuh ke arus deras.
Akses jembatan darurat berupa pipa ini sebelumnya menghubungkan tiga wilayah yaitu Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Polonia, dan Kecamatan Medan Johor. Namun, seiring perkembangan waktu, akses tersebut menjadi tidak lagi layak digunakan.
Peran Sekretaris Disdik
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemko Medan, Andi Yudhistira menyampaikan bahwa pihaknya telah berulang kali berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk mengingatkan peserta didik agar tidak melintasi akses jalan yang membahayakan. Meski demikian, aktivitas di luar sekolah sering kali sulit terkontrol.
“Akses utama bukan dari situ, kami selalu mengarahkan siswa untuk menggunakan akses jalan utama. Setiap upacara, guru dan kepala sekolah terus mengingatkan siswa agar tidak lewat akses pipa alternatif itu,” ujar Andi Yudhistira.
Profil Kecamatan Medan Polonia
Medan Polonia merupakan salah satu kecamatan yang strategis di Kota Medan. Akses ke pusat kota dan jalan utama relatif baik. Kawasan ini juga mudah mengakses berbagai layanan publik seperti sekolah, fasilitas kesehatan, dan transportasi. Wilayah ini juga dekat dengan area bekas Bandara Polonia yang kini berkembang menjadi kawasan permukiman dan komersial.
Secara umum, infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan akses pendidikan sudah tersedia. Namun, di tingkat lingkungan (kelurahan atau RW/RT), kondisi bisa sangat bervariasi. Di beberapa titik di Sukadamai, masih mungkin ditemukan permukiman dengan kepadatan tinggi, jalan lingkungan sempit, drainase kurang optimal, atau kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam.
Meski begitu, hambatan ini lebih bersifat situasional dan tidak mencerminkan bahwa kawasan tersebut secara keseluruhan tertinggal secara struktural. Secara sosial ekonomi, Medan Polonia cenderung dihuni oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas, meskipun tetap terdapat kantong-kantong masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Tantangan Khas Perkotaan
Keberagaman ini memengaruhi kualitas lingkungan tempat tinggal dan akses terhadap fasilitas pendidikan. Keluarga dengan sumber daya lebih baik cenderung memiliki akses lebih mudah ke sekolah unggulan, baik negeri maupun swasta. Secara keseluruhan, Sukadamai bukanlah daerah yang dapat dikategorikan sebagai wilayah dengan keterbelakangan fasilitas publik, tetapi tetap memiliki tantangan khas perkotaan seperti ketimpangan akses di tingkat mikro dan kepadatan lingkungan tertentu yang bisa memengaruhi mobilitas sehari-hari, termasuk akses menuju sekolah.
