Kegiatan Uji Emisi Kendaraan di Trenggalek Dibanjiri Antusiasme Masyarakat
Rabu, 24 Juni 2026, Alun-alun Trenggalek menjadi pusat perhatian masyarakat setempat. Sebanyak 250 kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, antusias mengikuti uji emisi gratis yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kabupaten.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan yang berlangsung sepanjang bulan Juni. Berbagai aksi dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk menunjukkan komitmen terhadap lingkungan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas udara.
Antusiasme Tinggi dari Warga
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Baik pemilik kendaraan roda dua maupun roda empat secara tertib menunggu giliran kendaraannya diperiksa oleh petugas. Salah satu peserta, Sutrisno Sayoko (59), mengaku sangat mendukung adanya fasilitas uji emisi gratis ini, meski sempat merasa bingung saat melihat hasil parameter hidrokarbon (HC) pada motornya yang menunjukkan angka tinggi.
“Saya tadi sempat bingung membaca hasilnya. Ada tulisan HC angkanya 24 dan ternyata kata petugas itu tinggi. Akhirnya diarahkan oleh petugas untuk segera membawa sepeda motor saya ke bengkel guna melakukan servis berkala,” ujar Sutrisno usai pengecekan uji emisi di lokasi.
Sutrisno secara blak-blak-an mengakui bahwa kendaraan roda dua miliknya memang sudah lama tidak mendapatkan perawatan rutin. “Memang motor ini jarang sekali diservis, yang penting selama ini bisa jalan saja,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Sutrisno, pemeriksaan emisi semacam ini memiliki dampak positif yang luas. Selain menjaga kualitas udara, hasil uji emisi yang baik dinilai mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi kendaraan.
“Bagi warga yang bergerak di bidang jual beli motor, hasil uji emisi ini sebenarnya bisa menaikkan harga jual karena menjadi bukti kalau kondisi mesin dan emisinya masih bagus,” imbuhnya.
Ia pun berharap agar kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial setahun sekali. Melainkan dapat diprogramkan secara rutin agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata.
“Harapan saya, ke depan kegiatan seperti ini diadakan rutin, mungkin sebulan sekali atau beberapa bulan sekali supaya merata. Kalau sekarang kan rasanya kurang merata karena hanya diadakan terbatas di area parkir sini saja,” tambahnya.
Rangkaian Kegiatan Lingkungan di Trenggalek
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DLH Kabupaten Trenggalek, Ariyoga Widyasetyo Wahono, menjelaskan bahwa uji emisi massal ini merupakan salah satu dari rangkaian panjang peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kabupaten sepanjang bulan Juni.
“Bulan Juni ini adalah bulan lingkungan hidup sedunia. Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangkaian ini,” ulas Ariyoga.
Ariyoga menambahkan, rangkaian aksi lingkungan ini telah dimulai sejak 5 Juni lalu dengan gerakan bersih-bersih lingkungan (korve) secara serentak di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa. Lalu, pada 6 Juni 2026, pihak Pemkab mengikuti pengarahan daring bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, yang dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Cengkrong, Kecamatan Watulimo, pada 15 Juni.
Dan hari ini, Rabu 24 Juni 2026, mereka melaksanakan kegiatan bersama dengan teman-teman Dinas Perkimhub berupa uji emisi. Sasarannya adalah kendaraan roda empat dan roda dua.
Ariyoga menyebutkan, target kuota uji emisi kali ini menyasar sebanyak 250 unit kendaraan, dimana terdiri atas 200 unit roda dua dan 50 unit roda empat. Target tersebut dikonfirmasi telah tercapai dengan baik berkat tingginya animo masyarakat.
Apresiasi kepada Masyarakat
Ariyoga juga mengapresiasi kesadaran masyarakat umum yang tidak kalah dominan dibanding kendaraan dinas dalam menyukseskan program ini. Sebagai bentuk penghargaan, DLH Trenggalek menyediakan stimulus berupa bibit pohon gratis bagi para pendaftar awal.
“Alhamdulillah luar biasa sekali kesadaran masyarakat hari ini. Jadi hanya kendaraan dinas, tetapi juga kendaraan masyarakat umum. Bentuk apresiasi kami memberikan bibit pohon produktif, berupa durian Musang King dan pohon alpukat untuk 50 penguji pertama,” pungkasnya.





