Ringkasan Berita:

  • BEM UI bersama Koalisi Komite Sadar menggelar aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Sadar di Bundaran HI.
  • Aksi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini membawa lima tuntutan utama termasuk isu ekonomi dan hukum.
  • Pihak kepolisian dan otoritas terkait mengimbau masyarakat mengantisipasi kemacetan di kawasan Sudirman-Thamrin.

 

Infomalangraya.net – Demo Jakarta hari ini, Rabu 28 Oktober 2026, akan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Koalisi Komite Sadar ini dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Aksi bertajuk Indonesia Sadar tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia juga direncanakan bergabung dalam demonstrasi yang membawa tuntutan terkait lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, serta hak asasi manusia (HAM).

Masyarakat yang hendak beraktivitas di Jakarta Pusat, khususnya pengguna kendaraan yang melintasi kawasan Sudirman-Thamrin, perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas menjelang dan selama aksi berlangsung.

Demo Jakarta Hari Ini Digelar Pukul 14.00 WIB di Bundaran HI

Ketua BEM UI, Fatimah Sara, mengajak masyarakat dari berbagai elemen untuk bergabung dalam aksi yang akan berlangsung di Bundaran HI.

Ajakan tersebut disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram resminya pada Selasa 27 Oktober 2026.

“Halo teman-teman, besok kita akan mengadakan aksi di Bundaran HI pukul 14.00 siang dan kita memanggil seluruh elemen masyarakat semuanya untuk ikut turun bersama kami,” ujar Fatimah dikutip Tribun Style dari YouTube Tribunnews pada Rabu 28 Oktober 2026.

Menurut Fatimah, aksi tersebut juga akan diikuti mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, termasuk mahasiswa yang datang dari luar Jakarta.

BEM UI turut membuka penggalangan donasi untuk membantu biaya transportasi dan kebutuhan logistik mahasiswa daerah yang ingin bergabung dalam demonstrasi tersebut.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya digelar BEM UI bersama mahasiswa dan elemen masyarakat sipil di kawasan Tugu Tani pada 20 Oktober 2026.

Daftar Lokasi dan Jalan yang Berpotensi Terdampak Demo

Karena aksi dipusatkan di Bundaran HI, sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Pusat berpotensi mengalami kepadatan, terutama apabila massa berkumpul dalam jumlah besar atau bergerak menuju ruas jalan di sekitarnya.

Berikut sejumlah kawasan yang perlu diantisipasi pengguna jalan dikutip Tribun Style dari Tribun Sinkawang:

  • Bundaran Hotel Indonesia (HI) — menjadi titik utama pelaksanaan demonstrasi.
  • Jalan M.H. Thamrin — berpotensi mengalami perlambatan arus kendaraan di sekitar lokasi aksi.
  • Jalan Jenderal Sudirman — pengguna jalan dari dan menuju kawasan pusat kota perlu mengantisipasi kepadatan.
  • Jalan Imam Bonjol — menjadi salah satu ruas yang perlu diperhatikan ketika mencari akses alternatif di sekitar pusat aksi.
  • Jalan K.H. Mas Mansyur — berpotensi terdampak peningkatan volume kendaraan di sekitar kawasan Sudirman-Thamrin.
  • Kawasan Medan Merdeka, Gambir, dan Monas — perlu diantisipasi apabila terjadi pergerakan massa tambahan atau pengalihan arus.

Daftar tersebut merupakan kawasan yang berpotensi terdampak, bukan konfirmasi bahwa seluruh ruas jalan akan ditutup. Rekayasa lalu lintas dapat berubah sesuai kondisi di lapangan dan keputusan petugas kepolisian.

Daftar Rute Alternatif untuk Menghindari Macet

Pengguna jalan yang hendak melintasi Jakarta Pusat disarankan memantau informasi lalu lintas sebelum berangkat. Jika terjadi kepadatan di Bundaran HI dan koridor Sudirman-Thamrin, beberapa ruas berikut dapat dipertimbangkan sebagai alternatif sesuai titik keberangkatan dan tujuan.

  • Jalan H.O.S. Cokroaminoto: dapat dipertimbangkan oleh pengguna jalan yang mencari jalur di sekitar kawasan Menteng untuk menghindari titik kepadatan tertentu di koridor utama.
  • Kawasan Tugu Tani: dapat menjadi pilihan bagi perjalanan yang sesuai dengan arah dan akses jalan setempat, terutama jika arus di sekitar pusat kota mengalami pengalihan.
  • Jalan nonprotokol di sekitar kawasan tujuan: pengguna jalan dapat mempertimbangkan jalan penghubung lain yang tidak melewati titik utama demonstrasi, dengan tetap memperhatikan arah jalan dan kondisi lalu lintas terkini.

Perlu diperhatikan, rute alternatif tersebut bukan jaminan bebas macet. Pengguna kendaraan sebaiknya memeriksa peta navigasi secara langsung dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan perjalanan melalui ruas yang sedang digunakan untuk pergerakan massa.

Lima Tuntutan Demo BEM UI Hari Ini

Selain berpotensi memengaruhi lalu lintas, demonstrasi bertajuk Indonesia Sadar ini membawa lima tuntutan utama yang disampaikan oleh BEM UI bersama elemen mahasiswa lainnya.

Berikut rincian tuntutan yang akan disuarakan, dikutip Tribun Style dari Kompas.com:

1. Tetapkan karhutla sebagai bencana nasional

BEM UI mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem yang terdampak.

2. Benahi kebijakan ekonomi

Mahasiswa meminta pembenahan tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketimpangan sosial. Mereka juga mendorong agar anggaran negara lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat.

3. Hentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi

Tuntutan berikutnya berkaitan dengan perlindungan ruang sipil dan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

4. Berantas korupsi, kolusi, dan nepotisme

Mahasiswa mendesak pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), sekaligus mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum.

5. Turunkan biaya pendidikan

BEM UI juga menuntut penurunan biaya pendidikan serta pemerataan akses pendidikan agar layanan tersebut dapat dijangkau masyarakat secara lebih luas.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siregar, sebelumnya menjelaskan bahwa tuntutan tersebut dirumuskan untuk merespons keresahan masyarakat yang dinilai belum mendapatkan perhatian memadai setelah demonstrasi pada 20 Oktober lalu.

Polisi Imbau Demonstran Tertib, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Merespons rencana demonstrasi tersebut, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengajak peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.

Polri, menurut pernyataannya, menghormati penyampaian aspirasi masyarakat, termasuk kritik dan perbedaan pendapat, sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Sementara itu, pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI dan koridor Sudirman-Thamrin disarankan mengatur waktu perjalanan, mempertimbangkan jalur alternatif, serta memantau pengumuman resmi mengenai rekayasa lalu lintas.

Hingga informasi dalam bahan yang tersedia, belum ada kepastian mengenai ruas jalan yang akan ditutup secara resmi maupun waktu pemberlakuan rekayasa lalu lintas. Karena itu, masyarakat sebaiknya memeriksa pembaruan dari kepolisian dan kanal informasi lalu lintas sebelum melintas di sekitar lokasi demonstrasi. (Tribun Style)

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version