Proyek Perbaikan Jembatan Warutunggal Akan Menutup Jalan Selama 20 Hari

Pihak terkait telah mengumumkan rencana proyek perbaikan Jembatan Warutunggal yang akan dilakukan di Jl Brawijaya, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Proyek ini akan dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) PPK 4.2 Jatim dengan durasi sekitar 20 hari, mulai tanggal 9 hingga 28 Juni 2026.

Selama proses perbaikan berlangsung, akses jalan akan ditutup total. Hal ini dapat menyebabkan kemacetan parah di kawasan Mojosari dan Pungging, sehingga masyarakat diimbau untuk mencari rute alternatif.

Persiapan Lintas Sektor

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang secara lintas sektoral. Koordinasi antar instansi telah dilakukan di Kantor Kecamatan Pungging guna merumuskan skema rekayasa lalu lintas terpadu.

“Kami sudah melakukan persiapan matang secara lintas sektoral. Nanti akan diberlakukan skema pengalihan arus kendaraan di sejumlah titik untuk meminimalkan dampak kemacetan,” ujar Bambang, Minggu (7/6/2026).

Pengalihan Arus Kendaraan

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Setyo Budi, menegaskan bahwa selama pengerjaan struktur jembatan, jalan akan ditutup total. Oleh karena itu, arus kendaraan akan dipilah dan dialihkan ke beberapa rute alternatif.

Berikut adalah rincian skema pengalihan arus lalu lintas:

  • Bagi Kendaraan Truk/Besar (Arah Mojokerto menuju Ngoro):

    Dialihkan mulai dari Simpang 4 Pekukuhan, kemudian diarahkan melewati Jl A. Yani, Jl Ir Sutami menuju arah Jl Trawas, berbelok ke Jl Raden Patah, hingga tembus kembali ke Jl Brawijaya.

  • Bagi Kendaraan Mobil Pribadi/Roda Empat (Arah Mojokerto menuju Ngoro maupun sebaliknya):

    Dapat melintasi jalur alternatif melalui Jl Airlangga, Jl Hasanudin, Jl Ir Sutami, dan Jl Raya Trawas mengarah langsung ke Jl Brawijaya.

Antisipasi Macet di Simpang Lebaksono dan Awang-Awang

Selain kendaraan dari arah Mojokerto, arus lalu lintas dari arah Krian (Sidoarjo) dan arah Gempol (Pasuruan) yang hendak menuju Mojosari juga akan disaring dan dialihkan sejak batas wilayah luar.

Pihak LLAJ memetakan adanya dua titik rawan yang berpotensi mengalami bottleneck atau kepadatan volume kendaraan yang tinggi, yakni di Simpang 4 Lebaksono dan Simpang 4 Awang-Awang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas gabungan dari Dishub dan kepolisian akan disiagakan secara stanby di lokasi. “Kami juga memasang penambahan rambu-rambu petunjuk jalan portabel di titik-titik strategis agar pengendara dari luar kota tidak kebingungan saat penutupan total dimulai. Seluruh teknis di lapangan ini terus kami koordinasikan secara intensif bersama Satlantas Polres Mojokerto,” tandas Setyo Budi.

Peran Petugas dalam Mengatur Lalu Lintas

Petugas akan bertugas untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar meskipun jalan utama ditutup. Mereka akan bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memantau kondisi lalu lintas di sekitar area proyek. Selain itu, petugas juga akan memberikan informasi kepada pengemudi jika terjadi perubahan rute atau kondisi lalu lintas yang tidak terduga.

Kesimpulan

Proyek preservasi Jembatan Warutunggal merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Meskipun penutupan jalan akan berdampak pada lalu lintas, pihak terkait telah melakukan persiapan yang cukup matang. Pengendara diharapkan dapat mengikuti petunjuk yang diberikan dan mencari rute alternatif agar tidak terganggu selama masa proyek berlangsung.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version