Wisatawan Berbondong-bondong Mengunjungi Lawang Sewu di Akhir Pekan Panjang
Akhir pekan panjang yang jatuh pada Minggu (31/5/2026) menarik perhatian banyak wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke kawasan wisata Kota Semarang. Salah satu destinasi yang paling diminati adalah Lawang Sewu, yang terletak di Semarang Tengah. Antrean pengunjung menuju loket tiket tampak mengular di sore hari, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap tempat tersebut.
Di area wisata ini, para pengunjung dapat melihat bangunan bersejarah yang masih terawat dengan baik. Banyak dari mereka terlihat berkeliling sambil menikmati pemandangan atau mengabadikan momen bersama keluarga dan rombongan. Di antara keramaian itu, terdapat rombongan wisatawan yang tampil kompak dengan kaus berwarna pink dan hijab krem. Dua anggota lainnya, yang merupakan pria, menggunakan kaus hijau. Mereka bergantian berfoto di sejumlah sudut bangunan ikonik yang dikenal memiliki banyak pintu.
Rombongan tersebut terdiri dari sembilan orang, yaitu tujuh perempuan dan dua laki-laki. Mereka mengaku berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Salah satu anggota rombongan, Ari Wardani (38), menjelaskan bahwa perjalanan ke Semarang dilakukan bersama rekan kerja untuk mengisi libur akhir pekan panjang. “Ini bersama teman-teman kerja. Berangkat tadi malam, sampai sini tadi pagi,” ujarnya.
Sebelum tiba di Lawang Sewu, rombongan tersebut telah mengunjungi beberapa destinasi wisata di Kabupaten Semarang, seperti Gedongsongo, Eling Bening, dan Dusun Semilir. Bagi Ari dan rekan-rekannya, kunjungan ke Lawang Sewu merupakan pengalaman pertama. Mereka biasanya lebih sering berwisata ke Yogyakarta.
“Baru pertama karena penasaran ke sini. Kan biasanya paling-paling ke Jogja,” katanya. Menurut dia, kesan pertama saat memasuki Lawang Sewu adalah kemegahan bangunan bersejarah yang tetap terawat dengan baik. “Melihat gedung dengan banyak pintunya terus bersejarah juga gitu. Ada tempat bersejarah, terus dikelola dengan bagus, terus punya pengunjung, ada pemandunya juga.”
Rombongan tersebut berangkat dari Tulungagung sejak dini hari untuk memaksimalkan waktu berwisata di Semarang dan sekitarnya. “Dari Tulungagung sampai Eling Bening jam 03.30,” kata Ari. Anggota lain, Ratna Kumalasari (40), mengungkapkan bahwa agenda wisata bersama rekan kerja rutin dilakukan dengan cara menyisihkan dana setiap bulan. “Nabungnya tiap bulan. Sebulannya Rp50.000. Nanti dikumpulkan. Misalnya ada yang kurang ya nambah,” ujarnya.
Selain untuk berlibur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antarrekan kerja. “Ya, kebetulan kita satu rekan kerja, ya untuk menambah kekompakan tim, untuk ya healing gitu aja,” katanya. Meski belum menghitung secara rinci total biaya perjalanan, Ratna menilai pengalaman berwisata di Semarang cukup berkesan. Menurutnya, kondisi sejumlah objek wisata yang tidak terlalu padat justru menjadi nilai tambah.
Tidak hanya wisatawan rombongan, Lawang Sewu juga ramai dikunjungi pelancong muda yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata ke Semarang. Di antara mereka, Novita (24) dan Viki (24) asal Pekalongan, Jawa Tengah, tampak menikmati suasana kompleks bangunan bersejarah tersebut sambil duduk di sudut ikonik setelah asyik berfoto.
Viki mengaku perjalanan tersebut dilakukan secara spontan. “Kayak pengen aja ke Semarang. Soalnya belum pernah ke Lawang Sewu saya,” katanya. Menurutnya, Semarang menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik karena mudah dijangkau dan menawarkan beragam destinasi yang bisa dinikmati dalam waktu singkat.
Untuk perjalanan menggunakan sepeda motor, biaya yang dikeluarkan juga relatif terjangkau. “Paling 200-an,” kata Novita mengenai perkiraan total pengeluaran selama berwisata di Semarang. Sementara untuk biaya bahan bakar, Novita memperkirakan hanya menghabiskan sekitar Rp50.000 untuk perjalanan pulang-pergi. “Aku ngisi Rp50.000 sih. Rp50.000 udah PP ya,” ujarnya.
Meski belum sempat mencicipi kuliner khas Semarang karena setibanya di kota tersebut langsung menuju Lawang Sewu, Novita dan Viki berencana menjelajahi sejumlah lokasi lain setelah meninggalkan kawasan wisata itu. “Kita belum sih, Kak. Soalnya nyampe langsung ke sini. Mungkin nanti,” kata Novita.




