Infomalangraya.net, KEDIRI –Kontingen wushu Kabupaten Kediri berhasil membawa pulang 25 medali dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur 2026. Salah satu pencapaian yang menjadi sorotan adalah keberhasilan M. Sulthon Abdul Azis mengalahkan atlet binaan Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.
Kejurprov Wushu Jawa Timur 2026 berlangsung di GOR Jayabaya, Kota Kediri, pada 15-18 Oktober 2026. Ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet Kabupaten Kediri untuk menunjukkan kemampuan di tengah persaingan dengan kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sebanyak 26 atlet wushu Kabupaten Kediri diturunkan dalam kejuaraan tersebut. Mereka bersaing dengan atlet dari daerah lain, termasuk atlet yang telah menjalani pembinaan intensif di tingkat provinsi.
Pelatih Wushu Kabupaten Kediri, Ayu Wulansari, mewakili Ketua Cabor Wushu Kabupaten Kediri Amelya Putri, mengatakan raihan 25 medali menjadi hasil positif bagi timnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan atlet Kabupaten Kediri mampu bersaing dengan lawan yang memiliki kemampuan dan pengalaman bertanding beragam.
“Persaingannya sangat ketat dengan kota dan kabupaten lainnya. Ada beberapa atlet Kabupaten Kediri yang juga harus melawan atlet binaan Puslatda Jatim,” kata Ayu, Selasa (20/10/2026) pukul 15.00 WIB.
Ayu menjelaskan, menghadapi atlet binaan Puslatda menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen Kabupaten Kediri. Para atlet tersebut dinilai memiliki pengalaman bertanding serta dukungan program latihan intensif sehingga membutuhkan persiapan matang untuk mengimbanginya.
Di tengah persaingan tersebut, kemenangan M. Sulthon Abdul Azis menjadi salah satu catatan penting bagi tim wushu Kabupaten Kediri.
Keberhasilan Sulthon menundukkan atlet binaan Puslatda Jawa Timur menunjukkan atlet daerah juga memiliki peluang untuk bersaing dan meraih kemenangan atas lawan yang menjalani pembinaan di tingkat provinsi.
Ayu menyebut hasil yang diraih Sulthon menjadi suntikan motivasi bagi atlet lainnya. Kemenangan tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan diri para atlet untuk terus mengasah kemampuan dan tidak gentar menghadapi lawan dengan rekam jejak prestasi lebih tinggi.
“Alhamdulillah, ada atlet Kabupaten Kediri yang bisa menang melawan atlet didikan Puslatda. Ini menjadi motivasi bagi atlet lainnya agar terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” paparnya.
Meski berhasil mengumpulkan 25 medali, perjalanan kontingen Kabupaten Kediri dalam Kejurprov Wushu Jawa Timur 2026 tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Sejumlah atlet dilaporkan mengalami cedera sehingga harus menghadapi tantangan dalam menjaga kondisi fisik selama pertandingan.
Selain persoalan cedera, beberapa atlet juga harus berjuang menyesuaikan berat badan agar memenuhi ketentuan kelas pertandingan masing-masing.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi kejuaraan berikutnya.
Evaluasi meliputi performa selama pertandingan, kesiapan fisik, pengelolaan berat badan, serta kemampuan atlet menghadapi lawan dengan tingkat persaingan lebih tinggi.
Ayu menegaskan, raihan 25 medali harus menjadi pijakan bagi para atlet untuk terus berkembang, bukan alasan untuk berpuas diri.
Dengan menjaga konsistensi latihan dan memperbaiki kekurangan selama pertandingan, para atlet diharapkan mampu menunjukkan performa yang lebih baik pada ajang berikutnya.
Atlet Junior Kediri Dipersiapkan untuk Popda di Ngawi
Dalam waktu dekat, perhatian tim pelatih akan tertuju pada persiapan atlet junior yang berhasil meraih juara pertama.
Mereka diharapkan mampu mempertahankan prestasi tersebut dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Wushu yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Ngawi bulan depan.
Ayu berharap para atlet junior tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih. Konsistensi latihan dan peningkatan kemampuan teknis menjadi modal penting agar mereka kembali tampil maksimal pada kompetisi mendatang.
Ia juga berharap keberhasilan Sulthon mengalahkan atlet binaan Puslatda Jatim menjadi contoh bahwa kerja keras dan disiplin dalam latihan mampu membuka peluang untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
“Harapan kami, atlet junior yang kemarin meraih juara pertama bisa mempertahankan prestasinya di Popda bulan depan di Ngawi. Untuk atlet senior, semoga bisa mempertahankan bahkan memperbaiki hasilnya pada Porprov Wushu tahun depan,” pungkas Ayu.
Sementara itu, atlet senior mulai dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan.
Targetnya, para atlet tidak hanya mempertahankan pencapaian sebelumnya, tetapi juga meningkatkan hasil melalui persiapan yang lebih matang.
KONI Kabupaten Kediri Apresiasi Prestasi Atlet Wushu
Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, turut mengapresiasi capaian kontingen wushu tersebut.
Menurutnya, prestasi di tingkat provinsi menjadi modal penting untuk mendorong perkembangan olahraga sekaligus meningkatkan daya saing atlet Kabupaten Kediri.
Hakim berharap hasil Kejurprov dapat menjadi penyemangat bagi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Persiapan fisik, peningkatan kemampuan teknik, serta evaluasi hasil pertandingan dinilai penting untuk menghadapi agenda kompetisi selanjutnya.
“Kami berharap para atlet dan pelatih tetap semangat berlatih, menjaga kondisi fisik, serta mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Popda maupun Porprov mendatang,” jelasnya.
“Pembinaan yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci agar prestasi olahraga Kabupaten Kediri semakin meningkat,” lanjut Hakim.
(Isya Anshori/Infomalangraya.net)
