Peta Persebaran dan Habitat Pilihan Berkik-gunung Erasia

Berkik-gunung erasia tersebar di kawasan Eurasia (Eropa dan Asia). Mereka tidak hanya tinggal di perbatasan antara Eropa dan Asia, tetapi juga tersebar secara luas, mulai dari Britania Raya di barat sampai Jepang di Timur. Luas area yang menjadi persebaran berkik-gunung erasia mencapai 49 juta km persegi.

Habitat bagi berkik-gunung erasia sangat beragam. Mereka dapat tinggal dengan nyaman di padang rumput, hutan subtropis, hutan taiga atau boreal, hutan konifer, hutan campuran, sampai semak belukar. Persebaran yang luas membuat mereka termasuk hewan migrasi. Saat musim dingin, burung yang ada di utara akan bergerak ke arah selatan. Sementara, menjelang musim kawin, mereka akan kembali ke arah utara untuk bereproduksi.

Makanan Favorit Berkik-gunung Erasia

Makanan utama dari berkik-gunung erasia adalah cacing tanah. Kadang-kadang, mereka turut mengonsumsi serangga yang ada di tanah. Jenis mangsa yang hidup di tanah itu membuat burung ini mengembangkan strategi berburu unik yang memanfaatkan paruh panjang di kepala. Berbeda dengan burung lain yang biasanya berburu di air, berkik-gunung erasia merupakan spesialis penggali tanah.

Burung ini akan menggali dan mengaduk-aduk tanah dengan paruh selama proses mencari makan. Paruh panjang mereka berfungsi sebagai sensor yang mendeteksi gerakan di dalam tanah. Begitu mendapatkan posisi mangsa, burung ini akan langsung menelan mangsa lewat celah kecil yang ada di paruh.

Berkik-gunung erasia termasuk hewan krepuskular sehingga proses mencari makan lebih banyak dilakukan menjelang Matahari terbit dan sesaat setelah Matahari terbenam. Kalau memungkinkan, mereka juga mencari makan tengah malam, sementara waktu siang dihabiskan untuk bersembunyi dan beristirahat. Selain cacing tanah, kadang-kadang burung ini turut mengonsumsi biji, buah, kacang, akar, sampai rerumputan.

Kehidupan Sehari-hari Berkik-gunung Erasia

Berkik-gunung erasia ternyata merupakan burung yang soliter di luar musim kawin, migrasi, dan fase merawat anak. Mereka selalu beraktivitas sendirian, bahkan tak jarang melakukan migrasi seorang diri. Akan tetapi, burung ini tak tergolong hewan teritorial karena beberapa individu bisa saja berada di lokasi yang tumpang tindih tanpa menghasilkan konflik.

Ada keunikan dari cara terbang berkik-gunung erasia. Burung ini akan menghasilkan suara dengung dari sayap pada tiap kepakan. Selain itu, menjelang musim kawin, jantan turut memiliki cara terbang khusus bernama roding, gerakan terbang perlahan di atas pohon sambil mengeluarkan berbagai jenis suara untuk menarik perhatian betina.

Kemampuan terbang berkik-gunung erasia terbilang sangat lincah dan mirip seperti burung hantu maupun kelelawar. Terkait bunyi vokal yang dihasilkan, burung ini hanya banyak bersuara ketika musim kawin. Suara seperti orr orr orr psip dan suara mirip katak jadi ciri khas dari spesies burung yang satu ini.

Sistem Reproduksi Berkik-gunung Erasia

Musim kawin bagi berkik-gunung erasia berlangsung antara April—Juni. Burung ini termasuk hewan poligini sehingga jantan akan kawin dengan beberapa betina sepanjang musim kawin. Setelah ritual kawin jantan selesai dan betina tertarik, proses kawin dimulai. Betina lalu akan membangun sarang di atas tanah dengan material berupa tumpukan daun atau sisa-sisa tanaman yang sederhana.

Berkik-gunung erasia betina umumnya hanya menghasilkan 1—2 butir telur dalam 1 musim kawin. Telur-telur itu menjalani masa inkubasi selama 21—24 hari. Setelah menetas, betina akan merawat dan memberi makan anak-anak sendirian tanpa bantuan jantan. Hanya butuh waktu 15—20 hari bagi anak berkik-gunung erasia sebelum dapat hidup mandiri. Sementara itu, usia di alam liar diperkirakan mampu mencapai 6,3 tahun.

Status Konservasi Berkik-gunung Erasia

Berdasarkan catatan IUCN Red List, status konservasi berkik-gunung erasia ada pada kategori hewan dengan risiko rendah (Least Concern). Selain itu, populasi mereka terbilang stabil dengan perkiraan populasi global mencapai 10—26 juta individu. Besarnya populasi ini tentunya disebabkan oleh persebaran berkik-gunung erasia yang sangat luas.

Sejauh ini, tak ada pula ancaman serius yang dialami mereka. Biarpun begitu, ada upaya preventif secara tak langsung berupa konservasi di habitat tempat burung ini bertelur di Eropa Barat. Ancaman potensial bagi berkik-gunung erasia pada masa mendatang ialah kerusakan habitat akibat pembukaan lahan oleh manusia.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version