Kecelakaan Maut di Jembatan Kayu Cunca Wulang, Dua Wisatawan Austria Tewas
Sebuah insiden tragis terjadi di obyek wisata alam Cunca Wulang, Desa Wersawe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua wisatawan asing dari Austria, yaitu Jurgen dan Astrid, meninggal dunia setelah jatuh dari jembatan kayu yang rubuh akibat patahnya penyangga.
1. Peristiwa Maut Saat Melintasi Jembatan
Saat keduanya sedang melintasi jembatan yang tingginya diperkirakan sekitar 10 meter, tiba-tiba bagian penyangga bawah jembatan patah. Akibatnya, sebagian papan jembatan ambruk dan menyeret kedua wisatawan jatuh ke dasar kali berbatu di bawah jembatan. Mereka langsung meninggal seketika setelah mengenai batu besar yang ada di bawah.
Benediktus Hartono, Sekretaris Desa Cunca Wulang, menjelaskan bahwa saat itu, jembatan tampak masih layak digunakan. Namun, kerusakan pada bagian penyangga tidak terlihat dari permukaan. Ia menduga peristiwa ini disebabkan oleh beban berlebih yang menyebabkan penyangga patah.
2. Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, Muhardin, dua korban tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 Wita. Mereka didampingi oleh sopir pribadi mereka, Julius Mam. Setelah melakukan registrasi administrasi di pos tiket, keduanya memulai perjalanan trekking menuju air terjun dengan dipandu oleh Muhardin.
Saat sampai di jembatan gantung kayu, Jurgen dan Astrid ingin merekam momen kebersamaan mereka dalam sebuah video pendek. Mereka menyerahkan telepon genggam kepada Muhardin untuk merekam dari arah belakang. Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum dan meminta Muhardin untuk merekam.
Baru sekitar 10 meter melangkah di atas jembatan, struktur kayu mendadak patah. Suara kayu patah terdengar sangat keras, dan dalam hitungan detik, jembatan ambruk total. Muhardin melihat keduanya jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang.
3. Evakuasi Jenazah dan Penanganan Selanjutnya
Dua wisatawan tersebut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah mereka kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo. Sementara itu, pihak Polres Manggarai Barat telah meminta sejumlah saksi, termasuk aparat desa, untuk memberikan keterangan terkait insiden maut tersebut.
Objek wisata alam Cunca Wulang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Jarak dari pusat kota Labuan Bajo ke Desa Cunca Wulang sekitar satu jam lebih perjalanan.
4. Penyelidikan dan Tindakan Hukum
Polres Manggarai Barat kini tengah mendalami kasus tewasnya dua wisatawan Austria secara serius. Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, menegaskan akan melakukan penegakan hukum secara transparan untuk menyelidiki kelayakan infrastruktur wisata serta melihat adanya potensi kelalaian pengelola.
Tim Identifikasi (Inafis) Sat Reskrim Polres Manggarai Barat sedang melakukan olah TKP mendalam untuk memeriksa kelayakan teknis jembatan kayu tersebut. Pihak kepolisian juga akan segera melayangkan surat pemanggilan resmi kepada pihak pengelola destinasi wisata demi mengusut tuntas aspek keselamatan operasional.
Karena kedua korban merupakan warga negara asing, Polres Manggarai Barat juga bergerak cepat mengaktifkan jalur diplomasi kepolisian. Melalui koordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, kepolisian daerah kini tengah menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta.
5. Proses Repatriasi dan Dokumen
Koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Austria terus dilakukan secara intensif. Ini mencakup penanganan dokumen-dokumen resmi, pengamanan barang-barang pribadi korban yang masih tertinggal di tempat penginapan, serta memfasilitasi proses repatriasi atau pemulangan jenazah kedua korban kembali ke negara asal mereka sesegera mungkin.
