Sejarah dan Keunikan Kota Antakya di Turki

Antakya, sebuah kota bersejarah di Turki bagian selatan, memiliki peran penting dalam sejarah dunia. Terletak dekat dengan perbatasan Suriah, Antakya merupakan ibukota dari Provinsi Hatay. Dengan letak geografisnya yang strategis, kota ini menjadi pusat pertemuan budaya antara Asia dan Eropa. Selain Istanbul, Antakya juga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik karena kekayaan sejarah, budaya, serta pemandangan alam yang indah.

Awal Mula Pemukiman di Antakya

Ketika Alexander the Great meninggal pada 323 SM, wilayah yang dikuasainya dibagi oleh para jenderalnya. Salah satunya adalah Seleucus I Nicator, yang akhirnya mendirikan Kerajaan Seleukia pada 306 SM. Awalnya, ibukota kerajaan ini berada di Seleukia, namun pada 300 SM, Seleucus I memindahkan ibukota ke Antakya. Penamaan Antakya berasal dari nama ayah Seleucus I yaitu Antiochus. Lokasi kota ini yang berdekatan dengan Laut Mediterania membuatnya lebih dekat bagi bangsa Yunani.

Antakya di Bawah Kekaisaran Romawi

Selama lebih dari dua abad, Antakya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Seleukia. Namun, pada 64 SM, Republik Romawi mengambil alih kota ini. Di bawah pimpinan Pompey the Great, Antakya menjadi ibukota dari Provinsi Syria-Romawi. Meskipun Republik Romawi runtuh, Antakya tetap menjadi kota penting hingga era Kekaisaran Romawi. Berbagai bangunan megah seperti kuil, kolam pemandian, bendungan, dan amfiteater dibangun selama masa ini.

Gempa Bumi yang Mengguncang Antakya

Meskipun maju, Antakya sering terkena gempa bumi karena lokasinya yang berada di persimpangan tiga lempeng tektonik. Gempa bumi pertama kali tercatat pada 115 M, tepatnya saat pemerintahan Kaisar Trajan. Pada 526 M, Antakya kembali diguncang gempa besar yang merusak pelabuhan dan bangunan publik. Beberapa kejadian gempa juga terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius, Caligula, Hadrian, dan Diocletian.

Asal Usul Istilah “Christian”

Antakya menjadi tempat penting dalam sejarah awal agama Kristen. Konon, kota ini menjadi tujuan eksodus para pengikut Yesus dari Yerusalem. Santo Petrus dianggap sebagai tokoh penting dalam penyebaran agama ini. Istilah “Christian” pertama kali muncul di sini, berasal dari kata “Christos” (messiah) dan akhiran “-ian” yang berarti pengikut. Kata ini digunakan untuk menyebut pengikut Yesus Kristus, membedakannya dari kaum pagan dan yahudi.

Saint Peter Church sebagai Saksi Perjuangan

Saint Peter Church di Antakya menjadi saksi perjuangan penyebaran agama Kristen. Meski tidak mudah diterima oleh penduduk setempat, Santo Petrus dan pengikutnya beribadah secara sembunyi-sembunyi. Gereja ini menjadi salah satu gereja tertua dalam sejarah Kekristenan. Setelah agama Kristen diakui oleh Constantine the Great, Antakya menjadi kota penting dalam kemajuan agama ini.

Gempa Bumi 2023 dan Proses Pemulihan

Gempa bumi besar berkekuatan 7,8 SR melanda Antakya pada tahun 2023. Banyak bangunan, termasuk situs bersejarah, rusak parah. Menurut data dari Middle East Eye, lebih dari 200 ribu penduduk masih tinggal di rumah kontainer sementara proses pemulihan kota terus berlangsung.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version