Stabilitas Harga Komoditas Pangan di Solok Selatan
Di tengah fluktuasi harga sejumlah kebutuhan dapur yang mulai mengalami penurunan, masyarakat Kabupaten Solok Selatan tetap perlu mencermati sejumlah komoditas yang harganya terpantau stagnan. Berdasarkan data terbaru dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, setidaknya ada enam komoditas pangan utama yang harganya tidak bergeming sedikit pun dibandingkan pekan pertama April 2026.
Meskipun harga cabai dan bawang merah dilaporkan mulai melandai, beberapa barang pokok ini justru tetap bertahan di angka yang sama, memberikan kepastian namun juga catatan bagi anggaran belanja warga. Data yang dirilis pada Sabtu (11/4/2026) menunjukkan bahwa stabilitas harga ini terjadi pada berbagai jenis kebutuhan, mulai dari sumber karbohidrat hingga lemak nabati.
Bahan Pokok Utama Masih Tertahan Tinggi
Komoditas pertama yang menjadi sorotan karena harganya yang tetap adalah Beras. Sebagai bahan pokok utama masyarakat, harga beras masih tertahan di angka Rp16.300 per kilogram. Harga ini tercatat sama persis dengan harga pada pekan pertama April 2026, yang menunjukkan belum adanya pergerakan harga baik di tingkat distributor maupun pengecer di pasar-pasar tradisional Solok Selatan.
Kepastian Harga bagi Pelaku Usaha Mikro
Selain beras, komoditas pemanis yakni Gula Pasir juga masuk dalam daftar barang yang harganya anteng. Warga masih harus merogoh kocek sebesar Rp19.300 untuk setiap satu kilogram gula pasir. Stabilitas harga gula ini memberikan kepastian bagi para pelaku usaha mikro, terutama pedagang minuman dan kue, meskipun harganya dinilai belum menunjukkan tanda-tanda akan turun.
Bergeser ke sektor minyak goreng, terlihat perbedaan tren antara minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan. Berbeda dengan versi curah yang turun, Minyak Goreng Kemasan justru tetap stabil. Harga Minyak Goreng Kemasan per liternya masih dibanderol Rp20.700. Angka ini tidak mengalami perubahan sejak awal bulan April, menjadikannya salah satu item belanja yang pengeluarannya bisa diprediksi secara tetap oleh ibu rumah tangga. Bumbu dapur lainnya yang juga terpantau tidak mengalami pergeseran harga adalah Bawang Putih. Komoditas ini masih dijual seharga Rp37.300 per kilogram.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan saudaranya, bawang merah, yang justru mengalami penurunan cukup drastis di pekan kedua ini hingga menyentuh angka Rp32.500 per kilogram.
Sektor Protein Hewani Juga Menyumbang Daftar Harga Tetap
Sektor protein hewani juga menyumbang daftar harga tetap melalui komoditas Daging Sapi. Harga daging sapi di Solok Selatan masih kokoh di angka Rp150.000 per kilogram. Bagi masyarakat yang merencanakan hajatan atau konsumsi daging, harga Rp150 ribu ini menjadi standar yang harus disiapkan karena belum ada indikasi lonjakan maupun penurunan harga di pertengahan bulan ini.
Terakhir, komoditas Daging Ayam Ras yang dijual per ekor juga terpantau tetap. Meski harga per kilogramnya turun, harga untuk satu ekor ayam ras tetap dipatok Rp80.000.
Daftar Komoditas Pangan yang Bertahan di Harga Stabil
Berikut adalah rangkuman daftar 6 komoditas yang harganya tetap di Solok Selatan per Sabtu (11/4/2026):
- Beras: Rp16.300 /Kg
- Daging Sapi: Rp150.000 /Kg
- Bawang Putih: Rp37.300 /Kg
- Gula Pasir: Rp19.300 /Kg
- Minyak Goreng Kemasan: Rp20.700 /Liter
- Daging Ayam Ras (Ekor): Rp80.000 /Ekor
Pemerintah daerah melalui Bagian Perekonomian dan SDA serta dinas terkait terus memantau ketersediaan stok untuk enam komoditas yang harganya tetap tersebut agar tidak terjadi kelangkaan. Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam berbelanja dan mengikuti perkembangan harga resmi agar terhindar dari praktik spekulasi harga di tingkat pedagang nakal.
Stabilitas harga pada beberapa sektor ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi ketahanan pangan di Solok Selatan selama bulan April 2026 berjalan.





