Gunung Masherbrum, Puncak yang Menantang dan Mengagumkan
Gunung Masherbrum adalah salah satu gunung yang sangat ikonik dan terletak di wilayah administratif Gilgit Baltistan, Pakistan. Wilayah ini dikenal dengan lanskap alaminya yang menakjubkan, dengan puncak-puncak gunung bersalju yang tinggi karena berada di jalur pegunungan Karakoram. Selain itu, terdapat danau-danau dengan air yang sebening kristal serta lembah hijau yang subur.
Masherbrum memiliki ketinggian mencapai 7.821 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi ke-22 di dunia dan ke-9 di Pakistan. Meskipun asal usul nama Masherbrum masih diperdebatkan, arti populer dari nama tersebut kemungkinan berasal dari bahasa lokal Balti yang bisa diterjemahkan sebagai “Queen of Peaks” atau “Ratu Puncak”. Gunung ini juga dikenal oleh para pendaki gunung kelas dunia karena teknis pendakiannya yang sangat sulit.
Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu gunung yang paling sulit didaki di dunia ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini!
1. Gunung dengan Kode Penamaan K1
Gunung Masherbrum dikenal dengan kode penamaan K1 atau Karakoram-1. Menurut laman Mountain Field Guide, penamaan ini menandai bahwa Masherbrum menjadi entri perdana dalam katalogisasi sistematis puncak-puncak gunung di wilayah pegunungan Karakoram. Survei katalogisasi tersebut bernama Survei Trigonometri Besar yang dilakukan oleh Inggris pada tahun 1856. Dalam survei tersebut, para surveyor Inggris secara metodis memetakan gunung-gunung tinggi di lokasi terpencil tersebut dengan memberikan nomer kode K (untuk Karakoram) saat mereka mengidentifikasi setiap puncak gunungnya. Meskipun Gunung K2 lebih terkenal dibandingkan Masherbrum, secara tradisi Masherbrum tetap dianggap sebagai yang pertama di antara puncak-puncak Karakoram tersebut.
2. Gunung yang Sulit dan Berbahaya untuk Didaki
Meskipun tidak termasuk dalam kelompok empat belas gunung tertinggi di dunia (fourteen of eight thousanders), Masherbrum dianggap sebagai salah satu gunung yang paling sulit dan berbahaya untuk didaki. Menurut laman Explorers Web, hanya ada 4 ekspedisi dengan total sekitar 15 hingga 20 orang pendaki yang berhasil mencapai puncak Gunung Masherbrum. Upaya pendakian pertama dilakukan oleh tim ekspedisi Amerika pada tahun 1938, namun baru pada tahun 1960 gunung tersebut berhasil didaki hingga puncak oleh George Irving Bell dan Willie Unsoeld, anggota ekspedisi Amerika-Pakistan melalui sisi tenggara. Hingga saat ini belum ada seorang pun yang berhasil mendaki Masherbrum dari sisi timur lautnya (northeast face). Northeast face Masherbrum dikenal sebagai “dinding besar” tersulit di dunia karena konstannya longsoran salju dan runtuhan bebatuan. Masalah ini masih menjadi tantangan terbesar dalam pendakian modern.

3. Waktu Pendakian Terbaik
Meskipun Masherbrum memiliki bahaya yang ekstrem, menurut laman Karakoram Adventure, waktu terbaik untuk mendaki gunung ini adalah pada periode musim panas, yaitu bulan Juni hingga Agustus ketika cuaca relatif stabil. Bulan-bulan tersebut memiliki langit cerah, siang hari yang lebih panjang, dan suhu yang sedikit lebih bersahabat untuk perkemahan di basecamp dan pendakian menuju puncak. Meskipun cuaca diprediksi lebih bersahabat di musim panas, terkadang cuaca di gunung tersebut tak dapat diprediksi dan dapat berubah dengan cepat. Ancaman suhu dingin hingga minus 30 derajat Celcius dapat menerpa para pendaki. Selain itu, ancaman lain seperti longsoran salju, longsoran bebatuan, dan terik matahari di musim panas yang membuat lapisan es menjadi tidak stabil utamanya di medan yang curam.

4. Desa Terkenal di Kaki Gunung Masherbrum
Terdapat salah satu desa terkenal yang merupakan desa berpenduduk terakhir sebelum menuju basecamp pendakian Gunung Masherbrum, yaitu desa Hushe. Desa Hushe berada di ketinggian cukup tinggi, sekitar 3.050 hingga 3.600 mdpl, dan berfungsi sebagai tempat transit utama para pendaki. Laman Beyond the Valley Adventure menyebutkan bahwa ketika para pendaki mencapai Desa Hushe yang tenang, vibes kehadiran Masherbrum yang megah langsung dapat dirasakan. Desa tersebut menyiapkan sebuah “panggung” untuk perjalanan yang luar biasa. Pendaki dapat menjelajahi desa tersebut untuk mengamati kehidupan sehari-hari penduduk setempat dan terlibat dengan adat istiadat serta kekayaan budaya mereka. Perjalanan ke basecamp Masherbrum dimulai dari Lembah Hushe yang berkelok-kelok melalui ladang pertanian desa yang subur.

5. Kaki Gunung yang Kaya akan Flora dan Fauna
Selain salju dan bebatuan, kaki Gunung Masherbrum memiliki keragaman hayati yang luar biasa. Lereng bagian bawah Masherbrum dipenuhi dengan tanaman hijau yang rimbun, termasuk berbagai jenis semak dan padang rumput serta bunga liar seperti Edelweiss yang indah. Menurut laman Real Pakistan, sejumlah fauna juga dapat ditemui di kaki gunungnya seperti kambing gunung himalaya, marmut himalaya, sejumlah spesies burung yang hidup di dataran tinggi, dan hewan langka yang terancam punah seperti macan tutul salju. Selain itu, dapat ditemui pula sejumlah spesies kelelawar pemakan serangga yang berhabitat di dataran tinggi yang dingin seperti Gobi Big Brown Bat dan Eastern Barbastelle.
Bagaimana apakah kamu tertantang untuk menjelajahi keindahan Gunung Masherbrum ini?





