Pameran UMKM Grande 2026: Kekuatan Ekonomi Lokal yang Menembus Pasar Global
Pameran UMKM Grande 2026 kembali digelar di Atrium Pollux Mall Paragon Semarang, Rabu (7/5/2026). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan Bank Indonesia Jawa Tengah dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Dengan tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”, pameran ini menampilkan berbagai produk unggulan dari puluhan stan yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Produk Unggulan yang Menghibur Pengunjung
Di area pameran, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis produk yang ditawarkan oleh UMKM. Stan kopi menjadi salah satu yang paling diminati, dengan aroma kopi khas dari berbagai daerah di Jawa Tengah langsung menyambut para pengunjung. Di sisi lain, area home decor dan furnitur menampilkan produk kriya dengan konsep modern dan artistik. Stan wastra dan fesyen juga memperlihatkan koleksi batik, tenun, serta ready to wear yang menarik perhatian.
Selain itu, ada stan makanan dan minuman yang menampilkan olahan pangan sehat dan bercita rasa tinggi. Suasana pameran terasa ramai sejak hari pertama, dengan antusiasme yang tinggi dari para pengunjung.
Transformasi UMKM Grande
Pameran ini mengalami rebranding dari “UMKM Gayeng” menjadi “UMKM Grande”, yang merupakan akronim dari Green, Kerakyatan, Digital, dan Export. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan bahwa transformasi ini menjadi simbol arah baru pengembangan UMKM Jawa Tengah agar lebih berdaya saing dan mampu menembus pasar global.
“UMKM Grande yang telah memasuki tahun ke-8 ini merupakan event yang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM untuk terus naik kelas dan semakin berdaya saing,” kata Nugroho.
Berbagai Aktivitas Pendukung
Selain pameran produk, UMKM Grande juga dirancang sebagai ruang kolaborasi dan edukasi bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum. Berbagai kegiatan pendukung turut disiapkan, seperti showcase produk UMKM, business matching, edukasi sistem pembayaran dan perlindungan konsumen, talkshow, fashion show wastra, hingga kompetisi kopi dan lomba foto-video produk UMKM.
Konsep Ekonomi Hijau
Salah satu daya tarik baru dalam UMKM Grande 2026 adalah kehadiran booth “Sustainability Hub”, yaitu zona yang menjadi ruang edukasi ekonomi hijau. Di sini, pengunjung dapat belajar tentang praktik bisnis berkelanjutan, mulai dari model bisnis pertanian yang ramah lingkungan hingga pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah.
Bank Indonesia Jawa Tengah juga akan menghitung total emisi karbon yang dihasilkan selama penyelenggaraan UMKM Grande 2026 sebagai bagian dari kampanye sustainability. “Kita akan mengkompensasinya dengan beberapa hal yang kita pilih antara lain menanam pohon,” ujarnya.
Memperluas Pasar Ekspor
UMKM Grande 2026 juga menjadi sarana memperluas pasar ekspor UMKM Jawa Tengah. Sejumlah calon buyer dari berbagai negara turut hadir dalam agenda business matching. Selain itu, konsep digitalisasi diperkuat melalui program live selling produk UMKM yang bekerja sama dengan afiliator dan kreator digital.
Area Edukasi dan Hiburan
Di booth kopi, UMKM Grande kembali menghadirkan Kompetisi Seduh Racik Kopi Grande 2026 serta Coffee Talks yang melibatkan para champion barista tingkat nasional dan internasional. Pengunjung juga dapat menikmati pengalaman mengukir furnitur secara langsung serta mencicipi kopi racikan para barista di area coffee experience.
UMKM Grande 2026 juga menghadirkan area “Aku Bisa Sejahtera”, sebagai sinergi Bank Indonesia dan OJK yang menyediakan edukasi literasi keuangan, konsultasi SLIK OJK, BISAID, aplikasi SIAPIK, layanan pengaduan konsumen, hingga informasi kredit.
Target Omzet Naik 5 Persen
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Indonesia Jawa Tengah menargetkan peningkatan omzet transaksi sebesar lima persen dibanding tahun sebelumnya. “Kita harapkan omset bisa meningkat sekitar 5 persen dari tahun lalu,” kata Nugroho.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan UMKM Grande akan dilanjutkan dengan Central Java Investment and Business Forum (CJIBF) pada 11–12 Mei 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan investasi dan perdagangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang inklusif.





