Kehidupan dan Perjuangan KH Fadlullah Malik
KH Fadlullah Malik, tokoh NU yang dikenal sebagai anggota Gerakan Pemuda Ansor Jombang, wafat pada usia 63 tahun di RSUD Jombang dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga ulama. Ia meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat NU dan para kader Ansor.
Selama hidupnya, Gus Fad dikenal sebagai sosok yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Ia aktif dalam berbagai organisasi seperti IPNU, GP Ansor, serta PCNU Jombang. Selain itu, ia pernah menjadi anggota DPRD PKB dan memilih kembali mengabdikan diri di dunia pendidikan pesantren.
Karakter yang Menarik
Menurut Ikhsan Effendi, penulis buku Membaca NU di Simpang Sejarah, Gus Fad merupakan pribadi yang sederhana meskipun memiliki perjalanan panjang dalam organisasi dan kehidupan sosial. Bagi masyarakat Jombang, nama Gus Fad sudah sangat dikenal. Pengabdiannya luas, tetapi beliau tidak pernah menonjolkan diri sebagai tokoh besar.
Gus Fad juga dikenal aktif dalam gerakan sosial, termasuk kampanye anti-narkoba. Menurut Ikhsan, ia sangat cair dan bisa duduk bersama siapa saja di warung kopi tanpa melihat latar belakang sosial. Hal ini membuat masyarakat merasa dekat dengan beliau.
Hubungan dengan Tokoh Lain
Gus Fad memiliki kedekatan dengan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka memiliki kesamaan pandangan dalam memandang kemanusiaan dan kehidupan sosial. Ikhsan mengenang sejumlah momen kebersamaan Gus Fad dengan Gus Dur yang sulit dijelaskan secara rasional.
Hubungan mereka bukan hanya sekadar hubungan organisasi, tetapi hubungan batin yang sangat dekat. Meski pernah menduduki berbagai posisi strategis, Gus Fad tetap tampil sederhana dan dekat dengan masyarakat bawah.
Peran dalam Politik dan Pendidikan
Di bidang politik, Gus Fad pernah menjadi anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada awal era reformasi. Namun, ia memilih kembali ke dunia pendidikan dan pengabdian pesantren. Langkah ini menunjukkan bahwa almarhum lebih nyaman berada di jalur pendidikan dan pengabdian dibanding mengejar kekuasaan politik.
“Beliau memilih menjadi guru dan kembali mengajar. Itu pilihan hidup yang beliau yakini,” ujar Ikhsan.
Kontribusi dalam Organisasi NU
Pengasuh Pondok Pesantren Annajiyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Wafiyul Ahdi atau Gus Wafi, menyebut Gus Fad sebagai sosok organisatoris yang telah aktif di lingkungan NU sejak muda. Menurut Gus Wafi, almarhum pernah aktif di IPNU, GP Ansor, hingga PCNU Jombang. Saat memimpin GP Ansor Jombang, Gus Fad dinilai menjadi salah satu figur yang berpengaruh bagi kader Ansor pada masanya.
Beliau dikenal sebagai aktivis NU sejak muda dan memiliki dedikasi tinggi di organisasi. Ia juga sempat menjadi kandidat Ketua PCNU Jombang serta aktif dalam politik pada awal reformasi.
Meski demikian, di akhir hayatnya Gus Fad tetap aktif mengajar di madrasah dan mengaji kitab kuning bersama para santri di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Warisan Keluarga dan Kepergian
Gus Fad juga diketahui merupakan cucu dari adik pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah. Jenazah almarhum akan dimakamkan pukul 16.00 WIB di Komplek Maqbaroh KH. Abdul Hamid Hasbulloh, malam bagian selatan.
Kepergian Gus Fad meninggalkan duka mendalam bagi warga NU Jombang. Sosoknya dikenang sebagai kiai yang sederhana, dekat dengan masyarakat, dan konsisten mengabdikan hidupnya untuk pendidikan serta organisasi.





