Langkah Kemanusiaan Seorang Polisi yang Menginspirasi
Di tengah tekanan ekonomi dan biaya pengobatan yang terus meningkat, aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Ipda Purnomo memberi harapan baru bagi satu keluarga yang tengah menghadapi cobaan berat secara bersamaan. Langkah sederhana seorang anggota polisi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mendadak menjadi perhatian warga.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (29/5/2026). Siang itu, Ipda Purnomo mendatangi rumah sederhana milik Majid Ilyas (48), warga yang saat ini mengalami stroke hingga harus terbaring lemah.
Cobaan keluarga tersebut tidak berhenti di situ. Anak Majid juga diketahui sedang menjalani pengobatan karena menderita penyakit jantung bocor. Dalam kondisi ekonomi yang terbatas, keluarga ini harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup sekaligus biaya pengobatan rutin.
Setiap kali menjalani pemeriksaan dan pengobatan, keluarga Majid disebut harus menyiapkan biaya sekitar Rp500 ribu untuk kebutuhan transportasi dan akomodasi. Kondisi inilah yang mendorong Ipda Purnomo datang langsung memberikan bantuan kepada keluarga tersebut.
Bantuan Rp5 Juta untuk Perbaikan Rumah dan Modal Usaha
Tanpa seremoni berlebihan, Ipda Purnomo menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp5 juta kepada keluarga Majid Ilyas. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki bagian belakang rumah yang mulai rusak dan dinilai kurang layak dihuni. Selain itu, bantuan juga diarahkan sebagai tambahan modal usaha agar keluarga memiliki sumber penghasilan mandiri.
Rumah yang ditempati keluarga Majid memang jauh dari kondisi ideal. Sejumlah bagian lantai rumah tampak mengalami kerusakan dan membutuhkan renovasi. Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga tersebut tetap berupaya menjalani pengobatan dan bertahan di tengah situasi sulit.
“Bantuan ini bukan sekadar tentang nominal, melainkan bentuk empati dan gotong royong, untuk memastikan bahwa saudara kita yang sedang tertimpa musibah tidak merasa berjuang sendirian,” ujar Ipda Purnomo.
Potret Perjuangan Keluarga Majid Ilyas
Kondisi yang dihadapi keluarga Majid menjadi gambaran nyata tentang beratnya beban masyarakat kecil saat menghadapi persoalan kesehatan sekaligus ekonomi. Berikut kondisi yang tengah dialami keluarga tersebut:
- Kepala keluarga mengalami stroke
- Anak menderita jantung bocor
- Biaya berobat mencapai Rp500 ribu setiap perjalanan
- Kondisi rumah mulai rusak dan kurang layak
- Penghasilan keluarga terbatas
Suasana haru terlihat usai penyerahan bantuan. Ipda Purnomo tampak merangkul salah satu anggota keluarga Majid sebagai bentuk dukungan moral. Bagi keluarga Majid, kehadiran polisi bukan hanya membawa bantuan materi, tetapi juga memberi semangat baru di tengah situasi yang sulit.
Warga Nilai Kepedulian Sosial Sangat Berarti
Aksi kemanusiaan yang dilakukan Ipda Purnomo mendapat perhatian warga sekitar. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang bagi sebagian masyarakat, kepedulian sosial dinilai memiliki arti besar. Warga menyebut tindakan sederhana seperti datang langsung, mendengarkan keluhan, hingga membantu kebutuhan mendesak mampu memberi kekuatan psikologis bagi keluarga yang sedang terpuruk.
Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih tumbuh di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan institusi kepolisian. Kini, keluarga Majid Ilyas berharap kondisi kesehatan mereka perlahan membaik agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Bantuan yang datang di tengah kesulitan tersebut menjadi secercah harapan baru bagi keluarga untuk terus bertahan dan bangkit. Di tengah maraknya informasi negatif di media sosial, kisah seperti ini menjadi contoh bahwa tindakan sederhana masih mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak langsung menyelesaikan seluruh persoalan, namun kehadiran dan empati sering kali menjadi energi penting bagi keluarga yang sedang menghadapi tekanan hidup. Fenomena ini juga menunjukkan bahwa pendekatan humanis dari aparat dapat membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
Berbagi THR untuk 200 Orang Kuli Panggul
Sebelumnya, Aksi berbagi dilakukan anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo dengan mendatangi Pasar Ikan Lamongan, Rabu (11/3/2026). Dalam kunjungannya tersebut, ia membagikan uang tunjangan hari raya (THR) khusus kepada para tukang panggul yang setiap hari bekerja di kawasan pasar ikan tersebut.
Purnomo menyebutkan, ada sekitar 200 tukang panggul yang menerima bantuan tersebut. Masing-masing tukang panggul mendapatkan uang sebesar Rp 25 ribu. “Saya sengaja datang ke Pasar Ikan Lamongan dan memberikan sedikit senyum kepada saudara-saudara kita di sini,” ujar Purnomo kepada Infomalangraya.net, Rabu (11/3/2026).
Menurut Ipda Purnomo, bantuan yang diberikan memang tidak besar. Namun ia berharap pemberian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para pekerja yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di pasar ikan. “Memang tidak banyak, tapi kami berharap ada semangat untuk semuanya terus bekerja demi keluarga di rumah,” katanya.
Ia juga mengungkapkan kebahagiaan yang dirasakan para penerima bantuan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi dirinya. “Saat melihat saudara kita bahagia, yakin kita akan jauh lebih bahagia,” tambahnya.
Aksi berbagi tersebut mendapat sambutan hangat dari para tukang panggul yang menerima bantuan. Mereka mengaku bersyukur dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Bantuan kali memang dikhususkan kuli panggul dan bulan untuk penjual oprokan, khususnya ibu-ibu. “Bu, bu, ini hanya untuk kuli panggul,” kata Purnomo kepada emak-emak yang berusaha ikut dalam barisan para kuli panggul.





