Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Mengakibatkan Kematian
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung kematian kembali menggemparkan masyarakat setelah seorang suami diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya hingga meninggal dunia. Peristiwa tragis ini disebut dipicu oleh praktik fetish yang tidak wajar dilakukan pelaku terhadap korban di dalam rumah mereka.
Korban, AS (24), mengalami sejumlah luka serius di berbagai bagian tubuh akibat tindakan kekerasan yang berlangsung sebelum akhirnya meninggal dunia. Hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya bekas luka parah yang diduga menjadi bukti kuat penganiayaan yang dialami korban. Kasus ini menyita perhatian masyarakat karena motif yang terungkap dinilai tidak lazim dan mengandung unsur penyimpangan perilaku seksual.
Pihak kepolisian kini sedang mendalami kronologi kejadian, termasuk hubungan antara praktik fetish yang dilakukan pelaku dengan kematian korban. Sejumlah barang bukti telah diamankan guna mengungkap fakta-fakta baru yang melatarbelakangi tragedi tersebut.
Luka-Luka yang Dialami Korban
Akibat perbuatan sadis tersebut, AS mengalami luka memar parah di sekujur tubuhnya. Berdasarkan hasil otopsi Tim Dokter Forensi RS Bhayangkara Kendari, ada 28 luka memar di tubuh AS. Bukan cuma itu, dokter forensik juga menemukan adanya pembengkakan pada otak korban.
Berikut adalah daftar luka-luka yang terdapat di sekujur tubuh korban akibat penganiayaan dari suaminya:
- Di kepala korban: Dua luka memar di kepala bagian belakang, dua memar di dahi kanan dan kiri, dua memar di pipi kanan, luka robek serta memar pada kelopak mata kanan, dan luka lecet di area alis serta kelopak mata kiri.
- Di dada dan bahu korban: Satu luka memar di dada bagian tengah dan dua luka lecet pada bahu kanan.
- Di lengan korban: Tiga luka memar di lengan atas kanan, satu memar di lipatan dalam siku kanan, serta satu luka lecet tekan pada bagian belakang siku kiri.
- Di kaki korban: Satu luka memar di panggul kiri, tiga memar di paha kanan (bagian atas dan luar), jaringan parut (sikatrik) serta memar di paha kiri, memar di betis depan, luka lecet dari betis hingga pergelangan kaki kanan, serta dua luka memar pada pergelangan kaki kiri bagian dalam.
- Luka fatal: adanya resapan darah, pembengkakan hebat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak.
Dari hasil otopsi itulah terungkap penyebab kematian AS, yakni karena cedera di kepala. “Jadi penyebab utama kematian korban AS adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang. Cedera fatal ini menyebabkan pembengkakan pada otak yang menekan pusat pernapasan, hingga akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia,” imbuh AKP Welliwanto Malau.
Fetish Aneh Pelaku
Tega menghabisi nyawa korban dengan cara sadis, IS mengurai pengakuan mengejutkan ke polisi. IS mengaku tega menghajar sang istri karena cemburu buta. Selama ini IS sering cemburu pada istrinya yang sering berbelanja ke pasar. IS bahkan kesal dan menuduh AS main serong dengan tukang parkir hingga pedagang di pasar.
Tiap kali cemburu, IS langsung menganiaya AS dengan cara keji. Bukan cuma penganiayaan, IS juga melakukan balas dendam terhadap istrinya dengan cara kejam. Yakni IS menyuruh istrinya pakai baju seksi agar dilihat pedagang di pasar. Setelah pulang dari pasar, AS pun kembali dipukuli IS.
Di hari kematiannya, AS bukan cuma dipukuli IS dengan sadis. Kabarnya IS juga menendang, menggunting rambut, hingga membanting tubuh istrinya sampai luka-luka. Anehnya, tiap IS tak menghentikan aksinya sekalipun sang istri merintih kesakitan. Sebab diakui IS, nafsu seksualnya malah bertambah saat mendengar rintihan kesakitan sang istri.
IS akhirnya memaksa istrinya berhubungan intim setelah AS lemas tak berdaya akibat penganiayaan. Namun di hari Sabtu subuh itu, AS tak kuat lagi menahan penyiksaan dari suaminya.
Pelaku Tak Percaya istrinya Meninggal
AS akhirnya menghembuskan napas terakhirnya setelah izin ke kamar mandi ke suaminya. Di momen itu, IS dibuat syok saat mendapati sang istri terbujur kaku setelah mengeluh sakit perut. “Pelaku sempat berusaha membangunkan korban karena tidak percaya istrinya telah meninggal dunia,” pungkas AKP Welliwanto Malau.
Diakui pelaku, ia sempat membersihkan tubuh korban menggunakan air. IS juga melepaskan baju korban, menyelimuti tubuh istrinya dengan sarung dan memeluknya. Kala itu IS berharap AS bisa hidup kembali setelah ia aniaya. Tak berselang lama, IS pun ditangkap penyidik Polresta Kendari pada Minggu (31/5/2026).





