Duka Mendalam di Militer Tanah Air: Kehilangan Dua Tokoh Penting
Pada tahun 2026, militer Indonesia kembali mengalami duka mendalam dengan kehilangan dua tokoh penting yang memiliki peran besar dalam sejarah bangsa. Kedua tokoh tersebut adalah Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu. Keduanya tidak hanya memiliki rekam jejak karier yang cemerlang, tetapi juga memiliki hubungan keluarga yang erat.
Try Sutrisno adalah mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, sementara Ryamizard Ryacudu pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Selain itu, Ryamizard juga merupakan menantu dari Try Sutrisno, yang menikahi putri sulungnya, Nora Tristyana.
Berikut ini adalah profil dan rekam jejak kedua tokoh penting tersebut:
Profil dan Rekam Jejak Try Sutrisno
Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1959. Karier militer Try Sutrisno dimulai sejak awal tahun 1957 ketika ia terlibat dalam perang melawan Pemberontakan PRRI di Sumatera.
Selama kariernya, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai:
– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 1986–1988
– Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada 1988–1993
– Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia dari tahun 1993 hingga 1998
Pengalaman paling berkesan dalam kariernya adalah saat menjadi bagian dari tragedi Tanjung Priok pada 1984, bersama Benny Moerdani. Meskipun jumlah korban masih diperdebatkan, pengalaman ini menjadi salah satu masa kelam dalam hidupnya.
Try Sutrisno meninggal pada usia 90 tahun, setelah menjalani hidup penuh dedikasi untuk bangsa. Ia dikaruniai tujuh orang anak oleh istri tercintanya, Tuti Sutiawati.
Profil dan Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu
Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang pada 21 April 1950. Ia adalah putra dari Musannif Ryacudu, seorang perwira TNI AD yang dekat dengan Presiden pertama RI, Soekarno. Ryamizard menikah dengan Nora Tristyana, putri mantan Wakil Presiden RI, Try Sutrisno.
Karier militer Ryamizard Ryacudu sangat dinamis. Beberapa jabatan penting yang pernah ia emban antara lain:
– Pangdam V/Brawijaya dan Pangdam Jaya
– Panglima Kostrad
– Wakil KSAD
– KSAD periode 2002–2005
– Menteri Pertahanan dan Keamanan RI pada periode 2014–2019
Ia dikenal tegas dalam menjaga keamanan Jakarta selama masa ketegangan politik era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ryamizard juga sempat dicalonkan menjadi Panglima TNI, tetapi posisi tersebut akhirnya diberikan kepada Marsekal Djoko Suyanto.
Selama kariernya, Ryamizard menerima berbagai tanda kehormatan atas jasa dan pengabdiannya kepada negara. Ia juga dikenal dekat dengan Megawati Soekarnoputri dan mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.
Jabatan yang Pernah Diemban Ryamizard Ryacudu
Beberapa jabatan penting yang pernah diemban oleh Ryamizard Ryacudu antara lain:
– Komandan Kompi Pelajar
– Komando Takalar Kalimantan Timur (1976)
– Komandan Kompi Pelajar
– Komando Pendidikan (Dodik)
– Kodam XII/Tanjungpura (1976)
– Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura (1976)
– Komandan Kompi Secaba, Dodik, Kodam XII/Tanjungpura (1977 – 1977)
– Komandan Batalyon 641 dan 642, Kodam XII/Tanjungpura (1980)
– Kepala Seksi-2/Operasi Yonif 641 (1982 – 1982)
– Kepala Seksi Operasi Linud Brigif 17 Kujang (1987)
– Wakil Danyon 305 Tengkorak Kujang Kostrad (1988 – 1988)
– Danyon Linud 305 Tengkorak Kujang (1990 – 1990)
– Kepala Staf Brigif 17 Kujang I Kostrad (1991 – 1991)
– Komandan Kontingen Garuda XII-B (1992 – 1992)
– Komandan Sektor 5 Barat, Kamboja (1992 – 1992)
– Dipercaya oleh Pasukan PBB di Kamboja (UNTAC)
– Komandan Brigade Infanteri 17 Ku (1994 – 994)
– Asisten Operasi Kodam VII/Wirabuana (1995 – 1995)
– Danrem 044 Garuda Dempo Kodam II (1995 – 1995)
– Kepala Staf Divisi II Kostrad (1996 – 1996)
– Kepala Staf Kodam II/Sriwijaya (1997 – 1997)
– Panglima Divisi II Kostrad, Jawa (1998 – 1998)
– Kepala Staf Kostrad (1998 – 1998)
– Pangdam V/Brawijaya (1999 – 1999)
– Pangdam Jaya (1999 – 2000)
– Pangkostrad (2000 – 2002)
– KSAD (2002 – 2004)
– Menteri Pertahanan dan Keamanan (2014 – 2019)
Penutup
Kehilangan Try Sutrisno dan Ryamizard Ryacudu adalah kerugian besar bagi militer dan bangsa Indonesia. Keduanya telah memberikan kontribusi besar dalam membangun dan menjaga keamanan negara. Duka yang mereka tinggalkan akan terus dirasakan oleh banyak pihak, termasuk keluarga, rekan kerja, dan masyarakat luas.





