Putra Tri Ramadani, Atlet Panjat Tebing Asal Kediri yang Mengharumkan Nama Indonesia
Putra Tri Ramadani, atlet panjat tebing asal Kota Kediri yang akrab disapa Srondeng, berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih medali emas nomor lead di World Climbing Series Praha 2026 di Praha, Ceko. Lahir pada 26 Oktober 2005, putra dari keluarga biasa ini sukses mengalahkan para atlet elite dunia dalam pertandingan final yang sangat ketat.
Pada babak final, Putra harus berhadapan dengan tujuh pemanjat terbaik dunia, termasuk Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Jakob Schubert. Meski menghadapi persaingan yang sengit, Putra mampu tampil tenang dan menunjukkan performa terbaiknya. Ia berhasil mengumpulkan skor 43, yang membuatnya unggul atas Neo Suzuki (perak, 39) dan Jakob Schubert (perunggu, 37).
Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar dalam karier internasional Putra sejauh ini. Selain itu, ia juga tercatat sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu merebut medali emas nomor lead sepanjang sejarah penyelenggaraan World Climbing Series.
Perjalanan Menuju Keberhasilan
Perjalanan menuju gelar juara tidak diraih secara instan. Pada World Climbing Series Koper, Slovenia tahun 2025, Putra sempat menembus final dan mengakhiri kompetisi di posisi keenam. Kurang dari satu tahun berselang, perkembangan kemampuan atlet muda tersebut terlihat sangat signifikan. Dari sekadar menjadi finalis, kini Putra berhasil menuntaskan perjuangannya dengan gelar juara dunia.
Putra mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, lintasan final yang dihadapi sangat menantang dan menguras tenaga hingga bagian akhir. “Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya terasa sangat lelah. Emas ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia,” kata Putra.
Meski telah meraih hasil terbaik, Putra merasa masih memiliki sejumlah aspek yang perlu diperbaiki agar mampu menjaga konsistensi prestasinya di level internasional. “Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” tambahnya.
Apresiasi dari KONI Kota Kediri
Prestasi gemilang tersebut mendapat apresiasi dari Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo. Ia mengaku mengikuti langsung penampilan Putra melalui siaran langsung dan merasa bangga atas keberhasilan atlet binaan Kota Kediri tersebut.
Menurut Rino, bakat Putra telah terlihat sejak membela Kota Kediri di berbagai kejuaraan. Potensinya kemudian mendapat perhatian Federasi Panjat Tebing Indonesia hingga akhirnya dipanggil memperkuat Pelatnas pada tahun 2025. “Ini sangat membanggakan Kota Kediri, bahkan mengharumkan nama Indonesia di dunia, khususnya pada nomor lead panjat tebing,” ungkapnya.
Rino menambahkan, prestasi Putra menjadi dorongan besar bagi pembinaan panjat tebing di Kota Kediri. KONI bersama FPTI Kota Kediri akan terus melakukan penjaringan atlet muda, memperbanyak kejuaraan, serta meningkatkan pembinaan agar lahir lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengikuti jejak Putra Tri Ramadani hingga bersaing di tingkat internasional.
Masa Depan yang Cerah
Dengan prestasi yang diraih, Putra Tri Ramadani telah membuktikan bahwa bakat dan kerja keras bisa mengubah impian menjadi kenyataan. Kehadirannya di panggung internasional memberi harapan baru bagi olahraga panjat tebing Indonesia. Di masa depan, semoga Putra terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya di seluruh Indonesia.





