Pentingnya Literasi Keuangan di Kalangan Generasi Muda
Di tengah berkembangnya berbagai pilihan investasi seperti saham, komoditas, hingga aset kripto, penting bagi generasi muda, terutama mahasiswa, untuk meningkatkan literasi keuangan. Saat ini, tingkat literasi keuangan di kalangan anak muda masih rendah, yang membuat mereka rentan terjebak dalam investasi ilegal atau bahkan judi online.
Vier Abdul Jamal, praktisi pasar modal, menekankan bahwa belajar investasi sejak dini sangat penting. Ia menyatakan bahwa waktu adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli kembali. “Semakin awal seseorang mulai berinvestasi, semakin besar efek pertumbuhan yang bisa didapat di masa depan,” ujarnya dalam diskusi tentang literasi keuangan mahasiswa.
Menurut Vier, ada beberapa manfaat dari investasi di usia muda. Pertama, kebebasan finansial bisa diraih lebih cepat dibanding jika mulai di usia matang. Kedua, keuntungan investasi akan terus berkembang seiring waktu. Selain itu, anak muda memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan dan membangun aset produktif lebih awal. Aset produktif bekerja untuk kita, bahkan saat tidur.
Investasi Kripto: Peluang dan Tantangan
Andy Putra, Presiden Direktur Pintu, menyarankan agar para mahasiswa segera memulai investasi legal, bukan terjebak dalam judi online. Ia menilai bahwa instrumen investasi seperti saham dan kripto lebih aman dan menguntungkan. Menurutnya, prospek investasi kripto masih menjanjikan.
Sebagai contoh, harga Bitcoin (BTC) pada 2010 hanya Rp 73, sedangkan saat ini sudah mencapai Rp 1,1 miliar. Selain itu, kripto kini telah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2025. Transaksi kripto bebas PPN ketika membeli dan hanya dikenakan PPN final saat menjual.
Menurut Andy, kripto menjadi aset favorit generasi muda. Berdasarkan survei, 60% investor kripto berusia 18-34 tahun. Anak muda suka kripto karena dinamis, dengan transaksi yang bisa dilakukan 24 jam selama seminggu penuh. Artinya, pasar kripto tidak pernah tidur.
Nilai transaksi kripto di Indonesia cukup besar. Tahun lalu, nilainya mencapai Rp 480 triliun. Andy meramal bahwa kripto akan menjadi masa depan keuangan dunia. Contohnya, AS sudah mendorong stable coin untuk memperkuat dolar. Kripto juga sudah masuk ke berbagai bisnis.
Peran Korporasi dalam Mendukung Literasi Keuangan
Di sisi lain, korporasi Indonesia terus mendukung agenda literasi keuangan, baik melalui edukasi maupun solusi keamanan. Patrick Dannacher, President Director PT ITSEC Asia, menyatakan bahwa perusahaan tidak hanya menyediakan produk keamanan siber, tetapi juga membantu membangun ekosistem investasi digital yang lebih aman.
PT ITSEC Asia bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan, termasuk perbankan, perusahaan pembiayaan, fintech, perusahaan sekuritas, penyedia layanan pembayaran digital, serta organisasi lainnya untuk melindungi sistem, data, dan layanan yang digunakan oleh jutaan masyarakat Indonesia.
Ketika platform investasi mampu melindungi data, transaksi, dan aset pengguna secara konsisten, masyarakat akan semakin percaya untuk berinvestasi secara digital. “Keamanan siber tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata Patrick.
Layanan Keamanan Siber yang Komprehensif
ITSEC Asia menyediakan berbagai layanan keamanan siber, seperti Security Operations Center (SOC) 24/7, Managed Detection and Response (MDR), penetration testing, vulnerability assessment, cloud security, application security, digital forensics, incident response, threat intelligence, Virtual Chief Information Security Officer (vCISO), Governance, Risk and Compliance (GRC), serta berbagai layanan konsultasi keamanan siber.
Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan solusi berbasis AI seperti Bronyx.ai, platform autonomous penetration testing yang membantu organisasi menemukan dan memprioritaskan kerentanan dengan lebih cepat. Dengan demikian, potensi risiko dapat ditangani sebelum dimanfaatkan oleh pelaku serangan.
Upaya BNI dalam Memperkuat Literasi Keuangan
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (BNI) proaktif dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat. Diharapkan lebih banyak masyarakat aktif menggunakan layanan jasa perbankan secara bijak. Langkah BNI dalam mendukung penguatan literasi keuangan dilakukan dengan mendukung sejumlah kegiatan.
Mucharo, Direktur Human Capital & Compliance BNI, menuturkan bahwa BNI sadar bahwa literasi keuangan adalah fondasi kuat untuk kesejahteraan finansial masyarakat. Hasil survei OJK 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan Indonesia masih berada di bawah 50%. Namun, berita baiknya adalah Indonesia telah mencatat peningkatan signifikan dari 2019.





