Keterlibatan El Rumi dalam Dugaan Pelecehan Seksual
Akun Threads @ajsbsbwas yang mengaku mengalami pelecehan oleh El Rumi kembali menjadi perhatian publik. Cerita yang diunggahnya viral dan menimbulkan berbagai reaksi dari netizen. Namun, muncul pertanyaan tentang kebenaran identitas akun tersebut setelah ditemukan bahwa foto profil yang digunakan bukan milik pemilik akun.
Foto Profil Disalahgunakan
Salah satu pengguna Threads, @utamidp_, mengungkap bahwa foto profil akun @ajsbsbwas adalah foto tetangganya sendiri. Ia menyampaikan kekhawatiran bahwa penggunaan foto orang lain bisa membuat pemilik asli foto ikut terlibat dalam isu yang sedang viral. Utami juga memperingatkan netizen agar tidak langsung percaya pada cerita yang disampaikan hanya karena viral.
“Ka kamu kalo mau viral jangan pake foto orang. Itu foto tetangga aku kita kenal dekat. Pake lah foto mukamu sendiri atau bikin pake AI gitu udah canggih sekarang jangan nyomot foto orang.”
Utami menegaskan bahwa foto profil akun tersebut sebelumnya memang menggunakan foto tetangganya. Setelah mengetahui hal ini, pemilik foto merasa khawatir dan melaporkan akun tersebut. Ia juga mempertanyakan kebenaran cerita yang disampaikan akun tersebut karena identitas yang digunakan diduga tidak asli.
Pemilik Asli Foto Ikut Muncul
Pemilik asli foto yang digunakan sebagai foto profil akun @ajsbsbwas kemudian diketahui merupakan akun Threads @chimey15. Melalui kolom komentar, @chimey15 meminta agar foto miliknya yang digunakan sebagai foto profil segera dihapus. Ia menegaskan permintaan tersebut dengan menulis “Hapus GK Poto aku.”
Utami menjelaskan bahwa foto tersebut sebelumnya masih digunakan sebagai foto profil akun @ajsbsbwas. Setelah mendapat informasi dari tetangganya, Utami menyarankan agar akun tersebut dilaporkan. Ia juga menyayangkan penggunaan foto orang lain tersebut.
“Beraninya pake foto orang ya beb mau viral mau jelekin orang tapi pake foto orang lain,” balas Utami.
Awal Mula Heboh
Sebelumnya, nama El Rumi terseret dalam dugaan pelecehan seksual setelah pengakuan seorang perempuan di Threads viral. Pengakuan tersebut disampaikan melalui akun Threads @ajsbsbwas pada Rabu (19/8/2026). Dalam unggahannya, perempuan tersebut mengaku pengalaman traumatis yang diceritakannya melibatkan sosok berinisial EJR. Cerita itu kemudian mendapat perhatian warganet. Nama El Rumi ikut terseret karena sosok EJR yang disebut dalam unggahan tersebut dikaitkan dengan dirinya.
Peristiwa Traumatis
Dalam ceritanya, perempuan tersebut mengaku awal kejadian bermula saat dirinya bersama EJR dan seorang teman pergi ke kawasan Senayan. Malam itu, sekitar pukul 20.00 WIB, mereka kemudian menuju kediaman EJR di kawasan Pondok Indah. Di perjalanan, perempuan tersebut mengaku mengalami sesuatu yang membuat kondisi tubuhnya berubah drastis. Ia menyebut EJR meniupkan asap vape berulang kali ke arah mulutnya dan memintanya menghirup asap tersebut. Belakangan, ia mengaku baru mengetahui vape itu disebut mengandung THC.
Sejak saat itu, menurut pengakuannya, ia mulai kehilangan kendali atas tubuh. Matanya sulit dibuka, tubuhnya sulit digerakkan hingga ingatannya perlahan hilang.
Ingatan Hilang, Terbangun Pukul 03.00 WIB
Perempuan tersebut kemudian mengaku hanya mengingat sebagian kejadian ketika tiba di kediaman EJR. Ia mengatakan sempat merasa mual dan meminta pergi ke toilet sebelum kembali kehilangan ingatan. “Samar-samar saya ingat saya tiba di kediaman pelaku karena saya terbentur berulang kali dan berusaha membuka mata. Saya sempat minta ke toilet karena merasa mual yang tidak bisa ditahan. Lalu ingatan saya kembali hilang sampai saya ingat saya harus pulang, tapi mata saya sangat susah untuk dibuka dan kesadaran saya kembali hilang,” ujarnya.
Ingatan perempuan tersebut disebut baru kembali ketika dirinya terbangun sekitar pukul 03.00 WIB setelah sang ibu mencari keberadaannya. Saat itu, ia mengaku kondisi tubuhnya masih belum pulih sehingga memilih pulang menggunakan taksi.
Cerita ke Teman, Ungkap Dugaan Tindakan Seksual
Dalam perjalanan pulang, perempuan tersebut mengaku menceritakan kondisinya kepada NB. Menurut pengakuannya, NB menyebut vape yang digunakan saat itu berbahaya dan menggunakan istilah “dosis gorilla”. Perempuan tersebut mengatakan percakapan dengan NB masih disimpannya hingga sekarang. Ia kemudian mengungkap dugaan tindakan seksual yang menurut pengakuannya terjadi ketika dirinya dalam kondisi tidak mampu mengendalikan tubuh.
“Percakapan itu masih saya simpan. Dan dalam kondisi saya yang sudah tidak mampu mengendalikan diri seperti itu, pelaku melakukan tindakan seksual terhadap saya tanpa persetujuan saya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan persetujuan atas tindakan seksual yang disebutnya terjadi malam itu.
Mengaku Masih Trauma, Simpan Bukti Percakapan
Perempuan tersebut mengaku pengalaman itu masih membekas hingga sekarang. Ia mengatakan sempat berusaha melupakan kejadian tersebut dan mencoba memaafkan, tetapi pengalaman itu justru terus mengganggu pikirannya. “Saya kira saya akan lupa seiring berjalannya waktu dan berusaha memaafkan, tapi hal ini terus mengganjal dari hari ke hari menjadi bayang-bayang buruk untuk saya,” tulisnya.
Ia juga mengaku masih menyimpan sejumlah bukti yang berkaitan dengan cerita tersebut. Di antaranya percakapan dengan NB yang disebut terjadi saat dirinya dalam perjalanan pulang serta keterangan dari orang tuanya mengenai kondisi dirinya malam itu.
Hubungi Sosok yang Dituduhkan, Tak Dapat Respons
Perempuan itu mengaku telah mencoba menghubungi sosok yang disebutnya sebagai pelaku melalui WhatsApp. Ia mengatakan ingin membicarakan kejadian tersebut secara baik-baik, tetapi mengaku belum mendapatkan respons. “Karena saya sudah memberanikan diri membuka luka lama saya dan menghubungi pelaku secara baik-baik via WhatsApp mengenai kejadian ini tapi tidak ada respons,” tulisnya.
Ia bahkan menyebut akan membagikan bukti percakapan dan foto jika dalam waktu tujuh hari tidak mendapatkan respons. Perempuan tersebut juga mengaku hingga kini masih mengalami trauma dan beberapa kali berkonsultasi dengan psikiater.
“Saya tidak butuh permintaan maaf, saya butuh efek jera karena sampai saat ini dari pelaku tidak ada itikad baik kepada saya dan keluarga saya. Saya hingga saat ini masih trauma dan beberapa kali konsul ke psikiater. Saya butuh keadilan dan pelaku mendapat balasan yang setimpal,” pungkasnya.




