Jay Idzes, Pemain Termahal Timnas Indonesia dengan Nilai Pasar Rp 243,34 Miliar
Jay Idzes, bek tangguh Timnas Indonesia, kini menjadi pemain termahal di skuad Garuda dengan nilai pasar sebesar Rp 243,34 miliar. Kenaikan nilai ini tercatat dalam pembaruan Transfermarkt pada akhir Mei 2026. Dengan usia 26 tahun dan lahir di Mierlo, Belanda, Jay Idzes kini menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia.
Kenaikan nilai pasar Jay Idzes secara otomatis meningkatkan total nilai pasar skuad Tim Garuda. Saat ini, nilai pasar keseluruhan Timnas Indonesia mencapai total Rp163,82 miliar. Angka ini menjadikan Timnas Indonesia sebagai skuad dengan nilai pasar tertinggi di Asia Tenggara.
Nilai pasar tersebut bisa berubah tergantung komposisi skuad yang digunakan untuk setiap ajang. Misalnya, saat mengikuti ASEAN Championship 2026 atau FIFA ASEAN Cup 2026, nilai pasar akan disesuaikan dengan pemain yang dipilih.
Jay Idzes berpeluang besar untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung pada 24 September hingga 3 Oktober 2026. Indonesia, sebagai tuan rumah, tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh.
Profil Jay Idzes
Jay Idzes telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Indonesia beberapa tahun terakhir. Sebagai bek tengah sekaligus kapten utama Timnas Indonesia, ia selalu menjadi andalan lini pertahanan Tim Garuda. Nama lengkapnya adalah Jay Noah Idzes, lahir di Mierlo, Belanda, pada 2 Juni 2000. Ia memiliki postur tinggi 1,90 meter dan kemampuan membaca permainan yang matang.
Awal Karier dan Perjalanan Klub
Karier sepak bolanya dimulai di Mifano Jeugd pada 2009 sebelum masuk ke akademi besar PSV Youth. Pada 2018, ia bergabung dengan FC Eindhoven dan tampil dalam 57 laga dengan catatan 1 assist, 11 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, satu kartu merah, dan total 4.136 menit bermain.
Pada 2020, Jay Idzes pindah ke Go Ahead Eagles, klub Eredivisie. Selama tiga musim, ia tampil dalam 93 pertandingan dengan 3 gol dan 5 assist, serta 10 kartu kuning dalam total 7.049 menit bermain. Performa impresifnya membuat Venezia FC memboyongnya pada 2023.
Di Serie B, ia tampil reguler dan akhirnya naik ke Serie A. Dalam dua tahun di sana, Jay Idzes mencatatkan 5 gol dan 3.128 menit bermain di kasta tertinggi Italia, ditambah satu gol lain di Coppa Italia musim 2024/2025.
Pindah ke Sassuolo dan Status sebagai Pemain Timnas Indonesia
Pada 9 Agustus 2025, Jay Idzes resmi bergabung dengan US Sassuolo, klub Serie A Italia, dengan kontrak hingga 30 Juni 2029. Ia kini menyandang status WNI dan menjadi salah satu pemain kunci di skuad Garuda, bahkan dipercaya sebagai kapten dalam beberapa kesempatan.
Jay Idzes Masuk Radar Juventus
Sebelum resmi bergabung dengan Sassuolo, Jay Idzes masuk sebagai incaran klub raksasa Italia, Juventus. Jurnalis Italia, Antonelo Angelini, mengklaim bahwa Bianconeri sudah berkontak dengan Venezia. Namun, tawaran Juventus langsung ditolak oleh pihak klub.
Harga yang dipasang oleh Venezia untuk Jay Idzes adalah 20 juta euro (Rp 300 miliar) dan tidak bisa dinegosiasi lagi. Meskipun gagal mendapatkan Kevin Danso, Juventus langsung mengejar sejumlah bek yang berkarier di Liga Italia, termasuk Jay Idzes.
Statistik Karier Jay Idzes
Berdasarkan Kompetisi:
* Liga Nasional: 210 pertandingan, 6 gol, 5 assist, 29 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, 16.433 menit bermain.
* Kejuaraan Domestik: 15 pertandingan, 2 gol, 1 assist, 1 kartu kuning, 1.290 menit bermain.
Berdasarkan Klub:
* Go Ahead Eagles: 93 laga, 3 gol, 5 assist, 10 kartu kuning, 7.049 menit.
* Venezia FC: 66 laga, 5 gol, 9 kartu kuning, 5.793 menit.
* FC Eindhoven: 57 laga, 1 assist, 11 kartu kuning, 1 kartu kuning kedua, 1 kartu merah, 4.136 menit.
* FC Eindhoven U21: 9 laga, 745 menit bermain.
Riwayat Transfer Jay Idzes
- Mifano Jeugd (2009)
- PSV Youth (2009–2014)
- VVV-Venlo Youth (2014–2015)
- VVV-Venlo U17 (2015–2016)
- Eindhoven U17 (2016–2017)
- Eindhoven U19 (2017–2018)
- FC Eindhoven (2018–2020)
- Go Ahead Eagles (2020–2023)
- Venezia (2023–2025)
- US Sassuolo (2025–sekarang).




