Pemain Malut United Berpisah, Alwi Slamat Jadi Salah Satu yang Keluar
Gelandang Alwi Slamat resmi mengakhiri kerja sama dengan Malut United. Keputusan ini menambah daftar pemain yang tidak lagi menjadi bagian dari klub sepak bola asal Maluku dan Maluku Utara tersebut. Alwi Slamat, yang sebelumnya pernah menjadi kapten Persebaya Surabaya, mengunggah pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia hanya menulis singkat “Terima Kasih Malut United” disertai empat foto yang mengenang masa lalu bersama klub.
Alwi Slamat merupakan salah satu pemain penting dalam sejarah Malut United. Ia bersama Frets Butuan turut berkontribusi dalam promosi klub ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia, yaitu Super League. Di musim 2025-2026, ia jarang dimainkan dan lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan. Statistiknya mencatat hanya 431 menit bermain dari 13 laga, dengan kontribusi minimal sebagai gelandang: 1 assist dan 1 kartu kuning.
Malut United memang melakukan rekrutmen besar-besaran menjelang bergulirnya Super League 2026-2027. Klub ini memastikan tidak memperpanjang kontrak sejumlah pemain. Selain Alwi Slamat, terdapat delapan pemain lain yang juga keluar. Berikut adalah daftar pemain-pemain tersebut:
-
Igor Inocencio
Pemain asal Brasil ini hanya bertahan semusim bersama Malut United. Meski berposisi sebagai full back kanan, ia mampu mencetak 2 gol dan 5 assist dari 29 penampilan. -
Lucas Cardoso
Gelandang berusia 30 tahun ini direkrut di jendela paruh kedua Super League 2025-2026. Meskipun bukan pemain utama, ia berhasil tampil dalam 12 pertandingan dengan total 752 menit bermain. -
Fredyan Wahyu
Eks pemain PSIS Semarang ini merapat saat Malut United promosi. Di musim perdananya, ia mampu memberikan 1 assist dan tampil dalam 11 pertandingan. Namun, di musim berikutnya, ia cedera dan tidak pernah dimainkan. -
Manahati Lestusen
Sebagai pemain senior (32 tahun), Manahati Lestusen memiliki peran vital di lini tengah Malut United. Meski sering duduk di bangku cadangan, ia mampu tampil dalam 21 pertandingan dengan total 637 menit bermain. -
Abduh Lestaluhu
Pemain TNI ini direkrut dari PSS Sleman untuk memperkuat lini belakang. Meski hanya tampil dalam 15 pertandingan, ia sukses mencuri hati para suporter dengan 572 menit bermain. -
Safrudin Tahar
Mantan juara bersama PSM Makassar ini menjadi kapten tim Malut United selama dua musim. Total ia tampil dalam 27 pertandingan dengan 1.756 menit bermain dan 9 kali mengenakan ban kapten. -
Riswan Lauhin
Bek yang direkrut dari Persebaya Surabaya ini jarang mendapat kesempatan tampil. Meski hanya tampil dalam 6 pertandingan dengan total 233 menit bermain, ia selalu siap jika dibutuhkan. -
Angga Saputro
Kiper yang paling sering dimainkan dalam tiga penjaga gawang Malut United. Dari 18 kali tampil, ia berhasil mencatatkan 4 clean sheet dan 25 kali kemasukan.
Keputusan Malut United untuk mencuci gudang pemain ini menunjukkan bahwa klub sedang melakukan transformasi besar-besaran. Dengan adanya perubahan strategi dan komposisi pemain, diharapkan Malut United dapat menembus kasta tertinggi sepakbola Indonesia dengan lebih kuat.





