Presiden Prabowo Subianto Dianugerahi Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dianugerahi Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama dalam rangka puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perhatian Presiden terhadap sektor pertanian serta komitmen beliau dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor, menyampaikan bahwa kehadiran Presiden di tengah para petani dan nelayan memberikan dampak psikologis yang besar bagi mereka. Ia menilai momen ini menjadi semangat untuk seluruh elemen yang terlibat dalam ketahanan pangan nasional.

“Kehadiran Presiden menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami untuk berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian,” ujar Yadi saat berbicara di sela acara.

Dalam prosesi penganugerahan yang berlangsung khidmat, Yadi secara langsung menyematkan penghargaan tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Ia menegaskan bahwa pemberian lencana ini merupakan representasi dukungan penuh dari keluarga besar KTNA.

“Bapak Presiden yang terhormat, saya atas nama KTNA dengan ini menganugerahkan lencana emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama,” ujarnya.

Yadi juga memanjatkan harapan agar kepemimpinan Presiden Joko Widodo senantiasa diberkahi kesehatan, kekuatan, dan perlindungan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, berdaulat, dan sejahtera.

PENAS Gorontalo 2026

PENAS Gorontalo 2026 adalah ajang tiga tahunan yang mempertemukan lebih dari 50.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Acara ini diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo pada tanggal 20–25 Juni 2026.

Fakta Utama PENAS Gorontalo 2026:
– Nama lengkap: PENAS KTNA XVII (Pekan Nasional Petani Nelayan Kontak Tani Nelayan Andalan).
– Waktu: 20–25 Juni 2026.
– Lokasi utama: GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo.
– Tema: Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional.
– Peserta: ±50.000 orang dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk delegasi ASEAN.
– Pembukaan resmi: oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
– Puncak acara dihadiri Presiden Joko Widodo, yang menerima Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama.

Tujuan dan Manfaat:
– Forum terbesar untuk berbagi pengalaman, memperkenalkan teknologi pertanian modern, serta memperkuat kerja sama sektor pangan.
– Pameran teknologi pertanian modern seperti budidaya padi sistem PM-AAS, mekanisasi alsintan, dan benih unggul.
– Forum bisnis & jejaring: temu petani ASEAN, pasar lelang, forum UMKM, kuliner, dan bahari.
– Promosi produk lokal: daerah seperti Minahasa Utara memamerkan olahan pisang, ikan cakalang, kelapa, hingga kenari.

Apa Itu Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama

Lencana Emas Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama adalah penghargaan kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional kepada tokoh yang dinilai berjasa besar dalam memajukan sektor pertanian, perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia.

Pada Juni 2026, penghargaan ini diberikan kepada Presiden Joko Widodo saat acara Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Ketua Umum KTNA menyebut lencana emas tersebut sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari organisasi petani dan nelayan atas dukungan serta kebijakan yang dianggap berpihak kepada sektor pangan dan perikanan.

Makna nama penghargaan ini dapat dipahami sebagai:
Adhi: utama, luhur, tertinggi.
Bhakti: pengabdian atau jasa.
Tani Nelayan: petani dan nelayan.
Maha Utama: tingkat tertinggi atau paling utama.

Secara sederhana, penghargaan ini dapat diartikan sebagai penghargaan tertinggi atas pengabdian dan jasa luar biasa bagi kemajuan petani dan nelayan Indonesia.

Penghargaan ini bukan tanda kehormatan negara seperti Bintang Mahaputera atau Bintang Republik Indonesia, melainkan penghargaan yang diberikan oleh organisasi kemasyarakatan/profesi petani dan nelayan, yaitu KTNA.

Mengenal KTNA

KTNA atau Kontak Tani Nelayan Andalan adalah organisasi independen di Indonesia yang mewadahi petani dan nelayan terpilih dari berbagai daerah, berorientasi pada agribisnis, lingkungan hidup pedesaan, serta pembangunan ekonomi nasional.

Organisasi ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan. KTNA berdiri sebagai wadah sosial agrikultur berbasis komunitas. Anggotanya adalah petani dan nelayan pionir yang memiliki kemampuan unggul serta semangat patriotis.

Struktur organisasi ada di semua level: desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Ketua Umum KTNA Nasional periode 2021–2026 adalah Mohammad Yadi Sofyan Noor.

Tujuan Utama KTNA

  • Meningkatkan kapasitas petani dan nelayan melalui pelatihan, inovasi, dan kolaborasi.
  • Mendukung swasembada pangan nasional dengan teknologi dan inovasi pertanian.
  • Mengawal hilirisasi pertanian agar produk lokal memiliki nilai tambah lebih tinggi.
  • Menjadi jembatan komunikasi antara petani/nelayan dengan pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.

Kegiatan Utama KTNA

  • PENAS KTNA (Pekan Nasional Petani Nelayan): forum nasional untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan memperkuat kolaborasi.
  • Program swasembada pangan: mendukung produksi beras nasional, pengembangan benih unggul, dan pemanfaatan alsintan (alat mesin pertanian).
  • Hilirisasi pertanian: mendorong pengolahan komoditas seperti kelapa, kakao, kopi, dan pala agar memberi nilai tambah ekonomi.
Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version