Infomalangraya.net.CO.ID,JAKARTA — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan insiden kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10/2026) terus berlanjut setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB. Penanganan penyeberangan tetap dikawal ketat untuk menjamin keselamatan penumpang. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, dengan laporan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.

“Saat ini, ASDP melanjutkan penanganan pascainsiden melalui koordinasi dengan petugas gabungan dan instansi terkait, termasuk pemantauan kondisi penumpang, fasilitasi pemulangan, serta pemantauan operasional penyeberangan Merak–Bakauheni,” ujar Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Heru mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan penanganan pascainsiden berjalan dengan baik, khususnya dalam memenuhi kebutuhan penumpang setelah proses evakuasi. Heru menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja cepat dan berkoordinasi dalam penanganan di lapangan.

“Fokus kami saat ini memastikan penumpang yang membutuhkan bantuan mendapatkan penanganan yang sesuai, sekaligus mengawal seluruh proses tindak lanjut bersama instansi berwenang,” ucap Heru.

Dalam penanganan pascainsiden, lanjut Heru, sejumlah penumpang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit KS dan Puskesmas Merak. ASDP terus berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi penumpang dan memastikan kebutuhan penanganan medis terpenuhi.

“Bagi penumpang yang telah diperbolehkan pulang, ASDP turut memfasilitasi proses pemulangan guna memastikan perjalanan kembali berlangsung dengan aman dan lancar,” sambung Heru.

Untuk mendukung koordinasi penanganan dan kebutuhan informasi, ujar dia, perusahaan juga menyiapkan posko koordinasi di Merak dan Bakauheni. Langkah ini dilakukan untuk mendukung koordinasi antarpihak, memantau kebutuhan penumpang, serta memastikan perkembangan informasi disampaikan kepada publik berdasarkan data yang telah diverifikasi.

Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/10/2026). – (EPA/MOHAMMAD HASHEMI RAFSANJANI)

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale menjelaskan perusahaan saat ini juga terus memantau kondisi operasional penyeberangan Merak–Bakauheni guna mengantisipasi dampak insiden terhadap pelayanan. Koordinasi dengan pihak terkait dilakukan untuk memastikan setiap penyesuaian operasional dapat mengikuti kondisi aktual di lapangan, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Kami memahami kejadian ini turut menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jasa,” ujar Windy.

ASDP, tuturnya, memastikan penanganan pascainsiden berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelancaran layanan penyeberangan. Windy mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan memantau informasi resmi sebelum melakukan perjalanan.

ASDP, lanjut Windy, berkomitmen mengawal seluruh proses tindak lanjut insiden, termasuk pemenuhan kebutuhan penumpang, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, serta pemantauan operasional bersama instansi terkait. Windy mengatakan keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama ASDP dalam setiap layanan penyeberangan.

Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang dan Awak Selamat

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi berhasil dievakuasi dengan selamat setelah kebakaran di alur masuk Merak, disertai penanganan cepat lintas instansi yang terkoordinasi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, terus melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan insiden kebakaran yang terjadi pada KMP Batumandi di alur masuk penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, Selasa sore.

“Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat,” kata Kepala KSOP Kelas I Banten Yogie Nugraha dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Dia menyampaikan hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Ia menegaskan prioritas utama dalam penanganan kejadian itu adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta melakukan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat,” ujarnya.

Begitu menerima informasi kejadian, kata dia, petugas segera melakukan koordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak, unsur pelabuhan, Basarnas, serta instansi terkait untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan kebakaran secara cepat dan terkoordinasi.

Berdasarkan informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, insiden dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB ketika KMP Batumandi berada di alur masuk penyeberangan Merak. Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB dan sedang menuju Pelabuhan Merak.

Petugas VTS segera menyampaikan informasi keadaan darurat dan mengoordinasikan pengerahan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, serta instansi terkait untuk mendukung proses pemadaman dan evakuasi.

“Berdasarkan informasi yang diterima dari VTS Merak, pada pukul 16.56 WIB, KMP Royce 1 melaporkan bahwa seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi telah dievakuasi ke kapal tersebut,” jelasnya.

“Dengan demikian, seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat. Sementara itu untuk sumber api masih harus didalami,” tambah Yogie.

Proses penanganan melibatkan sejumlah kapal dan unsur pendukung, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta unsur Bea Cukai BC 9006.

“VTS Merak terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait. Dukungan komunikasi dan pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam penyampaian informasi keadaan darurat serta pengerahan bantuan di perairan sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.

Yogie menegaskan proses penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan pelayaran di sekitar lokasi kejadian. Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan.

“Kami juga akan mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian serta memastikan tindak lanjut yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan,” tuturnya.

Yogie mengungkapkan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Informasi mengenai kondisi kapal dan perkembangan penanganan akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi resmi.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub mengapresiasi respons dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi dan penanganan insiden ini. Koordinasi lintas instansi serta kesiapsiagaan petugas menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat di bidang pelayaran.

Dia mengimbau seluruh operator kapal untuk senantiasa mengutamakan keselamatan pelayaran, memastikan kondisi teknis kapal memenuhi persyaratan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat guna melindungi penumpang, awak kapal, dan pengguna jasa transportasi laut.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version