Kematian Satpam di Pos Jaga: Luka Tusuk dan Motif yang Masih Mencurigakan

Pada dini hari Senin (11/5/2026), seorang satpam perumahan di kawasan Jalan Sukomanunggal Jaya, Sukomanunggal, Surabaya, ditemukan terkapar penuh luka tusuk di pos jaga tempatnya bertugas. Korban bernama DM (48) mengalami enam luka tusuk di tubuh bagian atas, termasuk leher, dada, perut, lengan tangan, dan siku tangan.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh rekan kerjanya saat sedang berganti shift. Saat ditemukan, korban masih memakai seragam satpam berwarna kuning muda, bercelana cokelat, dan bersepatu hitam. Ia tinggi dan kurus, serta tampak masih memakai pakaian yang sama saat bekerja.

Ponsel Korban Hilang, Tapi Harta Benda Lain Tetap Utuh

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa hanya ponsel pribadi korban yang hilang. Sementara itu, kendaraan motor dan dompet korban tetap utuh. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang motif penganiayaan yang terjadi. Polisi menduga ada faktor lain selain pencurian.

“Barang yang diambil hanya handphone. Sedangkan sepeda motornya itu bagus, enggak diambil sama kunci kontaknya itu,” ujar Kompol M. Akhyar, Kapolsek Sukomanunggal Polrestabes Surabaya, saat dihubungi.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Saat ini, penyelidikan masih dilakukan oleh pihak kepolisian. Tim Inafis Polrestabes Surabaya sedang melakukan autopsi terhadap jenazah korban di RS Bhayangkara Surabaya. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa lima orang saksi, termasuk rekan sesama satpam, manajemen perumahan, dan saksi yang menemukan korban dalam kondisi terkapar.

Selain itu, polisi juga mencari bukti CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, karena ruang pos jaga korban tidak terpasang kamera CCTV, proses pencarian bukti menjadi lebih sulit.

Diduga Ada Perlawanan dari Korban

Dari hasil visum luar, ditemukan tanda-tanda bahwa korban sempat melawan pelaku. Dugaan ini didasarkan pada luka-luka yang terdapat di bagian tangan dan siku korban, yang menunjukkan adanya perlawanan.

“Kalau dari lihat dari luka korban kelihatannya ada perlawanan, karena nangkis, nah iya (nangkis pakai siku atau lengan). Kami belum temukan info tersebut (soal korban pernah cekcok dengan orang lain),” ujar Akhyar.

Motif Penganiayaan Masih Tidak Jelas

Meskipun sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan olah TKP, motif penganiayaan hingga korban meninggal dunia masih belum jelas. Polisi mengatakan bahwa kemungkinan besar motifnya bukan semata-mata untuk pencurian.

“Dugaan pelakunya, Wah, enggak tahu. Kita belum tahu. Ini motifnya apa juga gak tahu. Karena yang diambil itu hanya handphone. Kalau itu pencurian, harusnya sepeda motornya diambil sekalian. Jangan-jangan ada motif lain. Kenapa kok HP tok. Jangan-jangan di dalam HP isinya rahasia,” katanya.

Lokasi Kejadian dan Kondisi Ruang Pos

Pos jaga tempat korban bekerja dikenal sebagai area yang jarang dihuni. Sejak beberapa tahun lalu, ruang pos tersebut tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal. Hal ini membuat pencahayaan dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian agak gelap dan tidak terawat.

Proses Penyelidikan Terus Berlanjut

Saat ini, personil kepolisian masih berada di lokasi kejadian untuk membantu proses penyelidikan. Mereka juga sedang memeriksa informasi tambahan dari saksi-saksi yang terlibat.

Proses penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan jawaban yang jelas mengenai siapa pelaku, motif, dan alur kejadian yang sebenarnya. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih terus berupaya untuk menemukan fakta-fakta terkait kasus ini.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version