Peluang Usaha Kecil di Jombang Akibat Muktamar NU ke-35

Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 memberikan peluang baru bagi pelaku usaha kecil di Jombang, Jawa Timur. Salah satu contohnya adalah usaha konveksi milik Ahmad Arif Alwan (31), yang merasakan lonjakan pesanan kaus, tas, handuk hingga jersey bertema Muktamar. Sejak persiapan Muktamar mulai ramai, produksi di tempat usaha Alwan meningkat hingga tiga kali lipat.

Omzetnya kini mencapai sekitar Rp150 juta, sedangkan sekitar 2.000 kaus telah diproduksi untuk memenuhi pesanan peserta dan masyarakat. Pesanan merchandise bertema Muktamar berdatangan hampir tanpa jeda. Alhamdulillah, menjelang Muktamar NU ke-35 ini pesanan meningkat cukup signifikan. Omzetnya bisa mencapai sekitar Rp150 juta, ucap Alwan.

Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2016 itu mendadak memasuki masa paling sibuk. Aktivitas produksi bahkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi normal. Sebanyak 11 pekerja kini ikut berjibaku menyelesaikan pesanan. Mereka mengerjakan beragam produk, mulai kaus, tas, handuk, hingga jersey yang dipesan untuk kebutuhan peserta, maupun masyarakat yang ingin memiliki buah tangan dari perhelatan akbar NU di Jombang.

2.000 Kaus Sebelum Muktamar Dimulai

Salah satu produk yang paling banyak dipesan adalah kaus. Hingga Rabu (19/8/2026), Alwan menyebut sekitar 2.000 kaus bertema Muktamar NU ke-35 telah diproduksi. Jumlah tersebut diperkirakan masih bertambah karena pelaksanaan Muktamar baru akan berlangsung beberapa hari lagi, tepatnya pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Kalau dibandingkan hari biasa, omzet sekarang bisa naik sekitar tiga kali lipat. Momentum Muktamar ini sudah cetak 2 ribu kaus. Padahal Muktamar masih satu pekan lagi, katanya melanjutkan. Harga produk yang dikerjakan Alwan relatif beragam. Kaus dipasarkan sekitar Rp70 ribu per potong. Sedangkan produk lainnya berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp120 ribu, menyesuaikan jenis dan spesifikasi pesanan.

Lonjakan permintaan membuat rutinitas produksi berubah. Jika sebelumnya pekerjaan dapat dilakukan dengan ritme yang lebih longgar, kini setiap pesanan harus dikejar agar selesai tepat waktu. Di balik angka omzet tersebut, ada tenaga 11 pekerja yang ikut bertambah sibuk. Setiap lembar kain dan setiap kaus yang keluar dari tempat produksi menjadi bagian dari rantai ekonomi yang bergerak mengikuti denyut Muktamar NU ke-35.

Berkah dari Perhelatan Akbar

Alwan bukan pemain baru di dunia konveksi. Hampir satu dekade ia membangun usahanya secara bertahap sejak 2016. Namun, Muktamar NU ke-35 memberikan momentum yang berbeda. Perhelatan organisasi Islam terbesar itu tidak hanya menghadirkan peserta dan penggembira dari berbagai daerah ke Jombang. Kebutuhan terhadap berbagai produk pendukung juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Bagi Alwan, kesempatan tersebut terasa semakin istimewa karena ia merupakan alumni santri Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Ada kebanggaan tersendiri ketika usaha yang dibangunnya ikut mengambil bagian dalam menyambut agenda besar, yang digelar di lingkungan pesantren tempat ia pernah menimba ilmu.

Alhamdulillah, sebagai alumni santri Tambakberas kami ikut bangga. Semoga Muktamar berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang terbaik, tuturnya.

Di tengah hiruk-pikuk persiapan Muktamar NU ke-35, kisah Alwan menjadi gambaran kecil tentang dampak ekonomi sebuah perhelatan besar. Ketika ribuan orang bersiap datang ke Jombang, ada tangan-tangan lain yang bekerja di balik layar. Ada penjahit yang mengejar target, pekerja yang menata pesanan, mesin yang terus berputar, hingga paket-paket merchandise yang dikirim kepada pemesan.

Muktamar belum dimulai, tetapi berkahnya telah lebih dulu terasa. Bagi Alwan dan 11 pekerjanya, berkah itu hadir dalam bentuk sederhana: pesanan yang terus mengalir dan kesempatan untuk membuat usaha kecil mereka kembali bergeliat.

Dan dari sebuah tempat produksi di sudut Jombang, denyut Muktamar NU ke-35 terasa bukan hanya sebagai agenda organisasi, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version