Peningkatan Kunjungan Wisata di Kawasan Gunung Bromo dan Ranu Regulo
Selama empat hari libur Lebaran 2026, sekitar 26 ribu orang mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo dan Ranu Regulo. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 34,88 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, dengan tambahan jumlah pengunjung sebanyak 18.290 orang. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha menyampaikan bahwa pelaksanaan pelayanan kunjungan wisata selama libur Lebaran tahun ini berlangsung lancar dan terkendali.
Pencatatan dari TNBTS menunjukkan bahwa jumlah pengunjung mencapai 25.590 orang pada periode 21–24 Maret 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.244 pengunjung adalah warga negara Indonesia, sedangkan 346 orang merupakan warga negara asing.
Lokasi Tujuan Wisata Favorit
Dari sisi lokasi tujuan wisata, kawasan wisata Gunung Bromo tetap menjadi favorit para pengunjung. Sebanyak 24.673 orang mengunjungi Gunung Bromo, sementara 917 orang lainnya mengunjungi objek wisata Ranu Regulo yang berada di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Menurut Rudi, jumlah pengunjung tersebut tidak sampai mengurangi kapasitas pengelolaan dan infrastruktur dalam kawasan TNBTS. Kondisinya masih berada pada batas aman, tidak melebihi daya dukung over carrying capacity meski berada pada masa puncak kunjungan atau peak season. Secara efektif, kawasan ini mampu menerima pengunjung sebanyak 11.042 orang per hari.
Tiga Pintu Masuk yang Umum Digunakan
Pranata Hubungan Masyarakat TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan bahwa pengunjung Gunung Bromo datang melalui tiga pintu masuk, yaitu Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Penanjakan di Kabupaten Pasuruan, dan Coban Trisula di Kabupaten Malang.
Secara statistik, pengunjung cenderung lebih suka ke Gunung Bromo melalui pintu masuk Coban Trisula karena jarak yang lebih pendek, infrastruktur jalan yang baik, dan konturnya tidak terlalu berkelok-kelok naik turun sehingga waktu tempuh lebih singkat. Meskipun infrastruktur jalan menuju pintu masuk Cemorolawang dan Penanjakan juga bagus, jarak yang harus ditempuh lebih jauh karena umumnya pengunjung datang dari wilayah Kota Surabaya maupun Denpasar.
“Rata-rata, waktu tempuh dari Kota Malang lewat Coban Trisula hanya 1 jam. Sedangkan lewat Cemorolawang dan Penanjakan bisa 2–3 jam jika dari Surabaya,” ujar Endrip. “Maka, tren kunjungan ke Bromo lewat Coban Trisula cenderung naik dari tahun ke tahun. Yang kedua lewat Penanjakan dan ketiga lewat Probolinggo.”
Data Pengunjung Selama Libur Lebaran
Data jumlah pengunjung domestik menunjukkan bahwa jumlah terbanyak pengunjung terjadi pada hari Selasa, 24 Maret. Sebanyak 9.156 orang mengunjungi Bromo lewat tiga pintu masuk: 3.619 orang masuk lewat Coban Trisula, 8.498 orang masuk lewat Penanjakan, dan 6.334 orang masuk lewat Cemorolawang.
Jumlah pengunjung terbanyak kedua terdapat pada Senin, 23 Maret. Sebanyak 3.154 orang masuk lewat Coban Trisula, 3.434 masuk melalui Penanjakan, dan yang masuk lewat Cemorolawang berjumlah 2.115 orang.
Pada Minggu, 22 Maret, Bromo dikunjungi 5.584 orang. Sebanyak 2.425 orang masuk lewat Malang, 1.654 orang masuk lewat Cemorolawang, dan 1.514 orang masuk lewat Penanjakan.
Jumlah terkecil pengunjung Bromo terjadi pada Sabtu, 21 Maret. Sebanyak 358 orang masuk melalui Cemorolawang, 297 orang masuk lewat Coban Trisula, dan 229 orang masuk lewat Penanjakan. Endrip mengatakan bahwa jumlah pengunjung pada hari itu paling kecil mungkin karena bertepatan dengan hari pertama Lebaran.
Pengunjung Asing dan Ranu Regulo
Sedangkan jumlah keseluruhan turis asing yang mengunjungi Bromo pada periode yang sama sebanyak 346 orang. Selain ke Bromo, sebanyak 917 orang mengunjungi Ranu Regulo. Danau seluas sekitar 3,8 hektare ini berada di Desa Ranupani (Ranupane), Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Ranu Regulo bersebelahan dengan Danau Ranupani, yang menjadi pos pendaftaran pengunjung yang ingin mendaki Gunung Semeru.
Endrip menjelaskan bahwa kebanyakan pengunjung Ranu Regulo adalah anak muda yang datang sekadar berkunjung maupun berkemah. “Kami mencatat, selama 4 hari libur Lebaran ada 639 orang mengunjungi Regulo dan 278 orang camping,” katanya. “Yang ngecamp ini biasanya beristirahat semalam sebelum mendaki Semeru atau beristirahat semalam setelah mendaki Semeru sebelum kembali ke tempat asal.”





