Ringkasan Berita:
- Artikel ini menyajikan contoh soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK 2026 lengkap dengan kunci jawaban tentang pemahaman inferensial.
- Materi mencakup penarikan simpulan dari teks tradisi sasi, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta upaya pelestarian bahasa daerah melalui keluarga, sekolah, dan teknologi digital.
- Latihan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan menganalisis informasi, menghubungkan gagasan antarteks, dan menentukan simpulan berdasarkan bukti bacaan.
Infomalangraya.netArtikel berikut menyajikan contoh soal TKA Bahasa Indonesia SMA/SMK 2026 lengkap dengan kunci jawaban, Pemahaman Inferensial.
Soal-soal ini menguji kemampuan peserta didik dalam menyimpulkan gagasan, menghubungkan informasi dari beberapa teks, menentukan tindakan yang sesuai dengan isi bacaan, serta memasangkan pernyataan dengan simpulan yang tepat.
Dilansir dari YouTube Latihan Soalku, latihan ini dapat digunakan sebagai bahan belajar untuk mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia SMA/SMK 2026.
Bacaan untuk Soal Nomor 1 dan 2
Tradisi Sasi dan Menjaga Laut
Beberapa wilayah di Maluku dan Papua, masyarakat mengenal sasi, yaitu aturan adat yang mengatur waktu dan cara pemanfaatan sumber daya alam tertentu. Dalam pelaksanaannya, suatu wilayah atau jenis sumber daya dapat ditetapkan untuk sementara waktu tidak boleh diambil oleh masyarakat. Ketika masa larangan berakhir, masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Bagi masyarakat setempat, aturan tersebut bukan sekadar pembatasan dalam mengambil hasil alam, melainkan bagian dari cara menjaga keberlangsungan sumber daya yang menjadi penopang kehidupan.
Penerapan sasi juga memperlihatkan adanya hubungan antara aturan adat dan kehidupan sosial masyarakat. Keputusan mengenai waktu pembukaan atau penutupan suatu wilayah biasanya melibatkan tokoh adat dan masyarakat. Karena itu, kepatuhan terhadap sasi tidak hanya bergantung pada aturan tertulis, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menghormati kesepakatan. Nilai kebersamaan tersebut menjadi penting karena hasil laut atau hasil alam lainnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan seseorang, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Namun, di tengah perubahan pola kehidupan, keberadaan sasi menghadapi tantangan. Meningkatnya kebutuhan ekonomi dan perubahan cara masyarakat memperoleh hasil alam dapat mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih intensif. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak selalu berarti bahwa tradisi sasi harus ditinggalkan. Sebaliknya, prinsip yang terkandung di dalamnya dapat menjadi dasar untuk menyesuaikan pengelolaan sumber daya dengan keadaan masa kini. Dengan mempertahankan nilai kesepakatan, tanggung jawab, dan keberlanjutan, tradisi dapat tetap memiliki fungsi dalam kehidupan masyarakat tanpa harus dipertahankan hanya sebagai simbol masa lalu.
1. Berdasarkan keseluruhan teks, simpulan yang paling tepat mengenai nilai utama yang tercermin dalam tradisi sasi adalah …
A. Masyarakat perlu membatasi pemanfaatan sumber daya alam agar kegiatan ekonomi tidak berkembang terlalu cepat.
B. Tradisi sasi menunjukkan bahwa aturan adat terutama diperuntukkan mengendalikan perilaku masyarakat dalam mengambil hasil laut.
C. Pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan secara berkelanjutan apabila pemanfaatannya didasarkan pada kesepakatan, tanggung jawab, dan kepentingan bersama.
D. Keberadaan tokoh adat menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan masyarakat dalam menjaga sumber daya alam.
E. Tradisi masyarakat akan tetap bertahan apabila aturan adat dipertahankan dalam bentuk dan pelaksanaan yang sama seperti masa lalu.
Jawaban : C
2. Sebuah masyarakat di daerah pesisir ingin menerapkan prinsip yang serupa dengan sasi untuk menghadapi masalah pemanfaatan sumber daya laut yang semakin intensif.
Berdasarkan keseluruhan isi teks, pilihlah DUA tindakan yang paling mencerminkan nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut.
A. Menetapkan masa pemanfaatan sumber daya berdasarkan kesepakatan masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap kondisi sumber daya sebelum masa pemanfaatan berikutnya.
B. Memberikan kewenangan penuh kepada tokoh adat untuk menentukan seluruh aturan pemanfaatan sumber daya tanpa perlu melibatkan masyarakat.
C. Membebaskan setiap orang mengambil sumber daya sebanyak yang diperlukan selama hasil yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
D. Menetapkan aturan pemanfaatan sumber daya yang dapat disesuaikan dengan kondisi saat ini, tetapi tetap mempertahankan prinsip tanggung jawab dan kepentingan bersama.
E. Menghentikan seluruh kegiatan pemanfaatan sumber daya laut secara permanen agar sumber daya tersebut tidak mengalami penurunan.
Jawaban : A dan D
Teks untuk Soal Nomor 3 dan 4
Teks 1
Penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda mengalami perubahan seiring dengan semakin luasnya penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, misalnya, sebagian orang tua lebih sering menggunakan bahasa Indonesia ketika berkomunikasi dengan anak karena dianggap lebih praktis dan sesuai dengan bahasa yang digunakan di sekolah. Sementara itu, media sosial dan berbagai platform digital memperkenalkan anak-anak dan remaja pada beragam istilah asing yang kemudian masuk ke dalam percakapan sehari-hari. Perubahan tersebut tidak selalu berarti bahwa generasi muda menolak bahasa daerah, sebab dalam beberapa kesempatan mereka tetap menggunakannya ketika berbicara dengan anggota keluarga atau masyarakat di lingkungan tertentu. Namun, berkurangnya frekuensi penggunaan dapat menyebabkan kosakata dan ungkapan tertentu semakin jarang dikenal. Jika keadaan tersebut berlangsung dalam waktu lama, bahasa daerah berpotensi hanya dipahami oleh kelompok usia tertentu dan kehilangan sebagian fungsinya sebagai sarana komunikasi antargenerasi. Oleh karena itu, keberadaan bahasa daerah tidak hanya bergantung pada dokumentasi atau pencatatan kosakata, tetapi juga pada keberlanjutan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Teks 2
Pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan tanpa mengharuskan generasi muda meninggalkan bahasa Indonesia maupun bahasa asing yang mereka perlukan dalam pendidikan dan kehidupan modern. Salah satu caranya adalah menciptakan ruang penggunaan bahasa daerah yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti kegiatan bercerita, pertunjukan seni, pembuatan konten digital, atau percakapan dalam lingkungan keluarga. Sekolah juga dapat memperkenalkan bahasa daerah melalui kegiatan yang tidak hanya berfokus pada hafalan kosakata, tetapi mendorong siswa memahami cerita, nilai budaya, dan konteks penggunaannya. Pemanfaatan teknologi bahkan dapat menjadi sarana untuk memperluas penggunaan bahasa daerah, misalnya melalui video, podcast, atau media pembelajaran digital yang menggunakan bahasa daerah secara kreatif. Dengan pendekatan tersebut, bahasa daerah tidak ditempatkan sebagai sesuatu yang hanya berkaitan dengan masa lalu, melainkan sebagai bagian dari budaya yang masih dapat digunakan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Keberhasilan pelestarian bahasa daerah pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dibuat, tetapi oleh sejauh mana bahasa tersebut benar-benar digunakan dan diterima sebagai bagian dari kehidupan generasi berikutnya.
3. Berdasarkan Teks 1 dan Teks 2, simpulan yang paling tepat mengenai upaya mempertahankan bahasa daerah adalah …
A. Bahasa daerah akan tetap bertahan apabila generasi muda mengurangi penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari.
B. Pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan dengan memperbanyak dokumentasi kosakata serta membatasi pengaruh bahasa asing terhadap generasi muda.
C. Keberlangsungan bahasa daerah memerlukan penggunaan nyata dalam kehidupan generasi muda dengan memanfaatkan lingkungan sosial, pendidikan, dan teknologi.
D. Penggunaan bahasa daerah dalam keluarga merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk mencegah berkurangnya kemampuan generasi muda menggunakan bahasa daerah.
E. Perkembangan teknologi menjadi penyebab utama berkurangnya penggunaan bahasa daerah sehingga pemanfaatannya perlu dibatasi dalam kegiatan pendidikan.
Jawaban : C
4. Berdasarkan kedua teks tersebut, pasangkan pernyataan pada Kolom A dengan simpulan yang paling tepat pada Kolom B!
Kolom A
Pernyataan
1 Bahasa daerah semakin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh sebagian generasi muda.
2 Bahasa daerah digunakan dalam video, podcast, atau media pembelajaran digital.
3 Sekolah memperkenalkan bahasa daerah melalui cerita dan konteks budaya, bukan hanya hafalan kosakata.
4 Bahasa daerah tetap digunakan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat tertentu.
Kolom B
Simpulan
A Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas penggunaan bahasa daerah.
B Berkurangnya frekuensi penggunaan dapat menyebabkan sebagian kosakata dan ungkapan semakin kurang dikenal.
C Pembelajaran bahasa daerah dapat menjadi lebih bermakna apabila dikaitkan dengan konteks penggunaan dan budaya.
D Keberadaan bahasa daerah masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
Jawaban :
1. Bahasa daerah semakin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh sebagian generasi muda. = B. Berkurangnya frekuensi penggunaan dapat menyebabkan sebagian kosakata dan ungkapan semakin kurang dikenal.
2. Bahasa daerah digunakan dalam video, podcast, atau media pembelajaran digital. = A. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas penggunaan bahasa daerah.
3. Sekolah memperkenalkan bahasa daerah melalui cerita dan konteks budaya, bukan hanya hafalan kosakata. = C. Pembelajaran bahasa daerah dapat menjadi lebih bermakna apabila dikaitkan dengan konteks penggunaan dan budaya.
4. Bahasa daerah tetap digunakan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat tertentu. = D. Keberadaan bahasa daerah masih memiliki peluang untuk dipertahankan melalui penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
