Banjarmasin menjadi pusat perhatian dalam penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 Tahun 2025 – 2026. Turnamen yang diselenggarakan oleh Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan pada tanggal 30 April hingga 3 Mei lalu berhasil menemukan juara di berbagai kategori usia.
Pada kategori KU 10, SDN Pagatan Besar sukses menjadi kampiun setelah mengalahkan SDN Sungai Andai 4 dengan skor 1-0. Sementara itu, di kategori KU 12, SDN Sungai Lulut 1 menjadi pemenang setelah menundukkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor serupa, yaitu 1-0.
Turnamen ini diikuti oleh sebanyak 661 peserta dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya. Mereka terbagi ke dalam 62 tim, yang terdiri dari 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Hasnuryadi Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalsel, hadir langsung menyaksikan pertandingan final pada Minggu (3/5). Ia menyambut baik terselenggaranya MLSC di Banjarmasin, yang dinilainya menjadi jawaban atas minat tinggi putri Banjarmasin di bidang sepak bola, meskipun masih sedikitnya kompetisi yang tersedia.
Menurut Hasnuryadi, turnamen ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit terbaik agar sepak bola putri mampu meraih prestasi yang membanggakan di masa depan. Ia menekankan bahwa tugas utama siswa adalah belajar, tetapi hidup sehat dan olahraga serta gizi yang cukup juga penting.
“Ikut serta dalam kompetisi seperti ini tidak hanya melatih kemampuan sepak bola, tetapi juga membentuk karakter. Saya mengajak orang tua dan guru-guru untuk tidak hanya fokus pada prestasi instan, tetapi mempersiapkan putrinya menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak terhadap MLSC yang baru pertama kali diadakan di Banjarmasin. Menurutnya, program ini memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola sejak dini, yang dinilai mampu membangun karakter, sportivitas, kerja sama tim, serta disiplin.
“Gelaran perdana MLSC di Banjarmasin mendapat respon positif. Jumlah peserta mencapai 661 siswi, yang menunjukkan potensi besar. MLSC adalah program yang tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan. Semoga ini menjadi awal pembinaan yang lebih terukur, berkelanjutan, dan terarah,” katanya.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, menilai bahwa pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama dalam penyediaan wadah pembinaan dan kompetisi usia dini.
Melanjutkan semangat yang ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MLSC tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.
“Antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten,” ujarnya.





