Kesederhanaan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra, kembali menjadi perhatian setelah tampil tanpa ajudan dan fasilitas negara saat melakukan perjalanan ke Surabaya. Dalam momen tersebut, ia bersama istri, Rani Permayani, serta putranya, Diffa Candra, menggunakan transportasi kereta api untuk menghadiri lamaran anaknya. Tidak hanya itu, Dicky juga membawa beberapa koper sendirian tanpa bantuan rombongan.
Kejadian ini menarik perhatian publik karena kesederhanaannya yang terlihat jelas. Dalam video yang beredar, Dicky dan keluarga terlihat antre di pintu masuk Stasiun Kereta Api Kota Tasikmalaya. Mereka tampak tenang dan tidak memperlihatkan tanda-tanda kebesaran jabatan sebagai pejabat publik.
Tanpa Ajudan dan Fasilitas Negara
Meskipun memiliki status sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra tidak didampingi oleh ajudan atau rombongan keluarga lainnya. Ia hanya bertiga dalam perjalanan tersebut, yaitu dirinya, istri, dan putranya. Selain itu, ia juga tidak menggunakan fasilitas negara yang biasanya tersedia bagi pejabat publik.
Dicky menjelaskan alasan keputusannya ini. Menurutnya, penggunaan transportasi umum dan tidak membawa seluruh keluarga adalah pilihan yang lebih efisien. “Kami hanya bertiga, saya, istri, dan Diffa,” ujarnya dalam wawancara dengan TribunPriangan.com.
Ia juga menyampaikan bahwa tujuannya adalah memberikan contoh sederhana bagi masyarakat. “Jika pimpinan hidup mewah, maka bawahan akan ikut mewah juga. Namun, jika pimpinan memberikan contoh hidup sederhana, maka bawahan akan mengikuti,” tambahnya.
Latar Belakang Dicky Candra
Sebelum terjun ke dunia politik, Dicky Candra dikenal sebagai mantan artis. Karier di dunia hiburan dimulainya sebagai penyanyi, namun ia kemudian beralih ke bidang akting. Selama karirnya sebagai aktor, Dicky telah membintangi banyak sinetron seperti Srikhanti, Lorong Waktu, Titip Rindu Buat Ayah, dan Bidadari Yang Terluka.
Selain itu, Dicky juga aktif dalam dunia komedi. Ia sering tampil dalam acara lawak seperti Ketoprak Humor dan Komedi TopLes. Meski kini fokus pada dunia politik, ia tetap dikenang sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar di dunia hiburan.
Jejak Karir Politik
Dicky Candra pertama kali terlibat dalam dunia politik pada tahun 2008 sebagai calon Wakil Bupati Garut. Bersama Aceng H.M. Fikri, ia berhasil menang dalam pemilihan umum tersebut. Namun, ia kemudian mundur dari jabatan karena merasa tidak cocok dengan pasangannya.
Pada Pilkada 2017, Dicky kembali mencoba peruntungan sebagai calon Wali Kota Tasikmalaya bersama Denny Romdony. Meskipun diusung oleh PDIP dan PBB, mereka gagal memenangkan kontestasi. Baru pada Pilkada 2024, Dicky kembali maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tasikmalaya bersama Viman Alfarizi Ramadhan dan berhasil menang dengan perolehan suara sebesar 48,34 persen.
Profil Singkat Dicky Candra
- Nama lengkap: Raden Diky Candranegara
- Tempat tanggal lahir: Tasikmalaya, 12 Mei 1974
- Usia: 51 tahun
- Istri: Rani Permata
- Pendidikan:
- SD Negeri Citapen I Tasikmalaya (1981–1987)
- SMP Negeri 2 Tasikmalaya (1987–1990)
- SMA Negeri 2 Tasikmalaya (1990–1993)
Kesederhanaan dalam Kehidupan Sehari-hari
Kesederhanaan Dicky Candra tidak hanya terlihat saat pergi ke Surabaya. Saat menjalankan tugas kedinasan ke Jakarta atau Bandung, ia lebih memilih menginap di rumah kerabat atau tempat tinggal pribadi. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran dan memprioritaskan kebutuhan masyarakat.
“Kalau di hotel, uangnya sayang. Apalagi sekarang sedang efisien. Uangnya lebih baik digunakan untuk kepentingan lain yang penting bagi masyarakat,” ujar Dicky.
Ia juga mengatakan bahwa keputusannya ini adalah bagian dari komitmennya untuk menjadi contoh yang baik bagi warganya. “Saya ingin memberikan contoh hidup sederhana, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang di sekitar saya,” tambahnya.
Kehidupan Keluarga
Dicky Candra sangat dekat dengan keluarganya. Meski jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Tasikmalaya membuatnya sibuk, ia tetap berusaha untuk tetap berkumpul dengan anak-anaknya. Namun, karena banyak agenda dinas yang harus dijalani, ia mengaku belum bisa melakukan munggahan bersama keluarga.
“Iya, saya ingin sekali berkumpul dengan anak-anak. Tapi, banyak agenda dinas yang sudah menanti. Mungkin nanti saya cari caranya,” katanya.
Dicky juga berharap agar keluarganya dapat memahami kondisi yang dihadapinya. “Anak-anakku, maaf papa tidak punya waktu munggahan. Yang penting kita selamat, berkah,” pungkasnya.
