Kehilangan Besar di Gontor
Prof. Dr. K.H Amal Fathullah Zarkasyi, salah satu tokoh penting Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), wafat di RSUD Dr. Moewardi, Solo, pada Sabtu (3/1/2026). Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar pondok dan seluruh umat Islam Indonesia. Ribuan pelayat, santri, serta alumni Gontor hadir di rumah duka untuk menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga almarhum.
Para pelayat datang secara bergantian, baik dari dalam lingkungan pondok maupun para santri. Mereka melantunkan ayat suci Al Quran sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang telah berkontribusi besar dalam dunia pendidikan dan keagamaan. Suasana duka terasa sangat kental di sekitar rumah duka.
Peran Penting dalam Sejarah PMDG
Din Syamsuddin, seorang tokoh agama dan alumni PMDG, menyampaikan bahwa hari ini semua keluarga besar PMDG, termasuk para alumni di seluruh tanah air dan dunia, serta umat Islam Indonesia merasa kehilangan seorang tokoh ulama cendekiawan. Almarhum adalah putra dari salah satu pendiri Gontor, KH Moh Hasyim, dan kini menjadi bagian dari Trimurti Pimpinan PMDG.
Trimurti Pimpinan PMDG merupakan tiga pimpinan tertinggi yang melanjutkan estafet kepemimpinan pesantren setelah wafatnya para pendiri. Prof. Dr. K.H Amal Fathullah Zarkasyi memimpin PMDG pada periode kelima. Berikut riwayat kepemimpinan PMDG:
- Periode pertama: Dipimpin oleh Trimurti pendiri, yakni KH Ahmad Sahal, KH Zainuddin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi.
- Periode kedua: Dipimpin oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Shoiman Lukmanul Hakim.
- Periode ketiga: Dipimpin oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, dan KH Imam Badri.
- Periode keempat: Dipimpin oleh KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan A. Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan.
- Periode kelima hingga kini: Dipimpin oleh KH Hasan Abdullah Sahal, Prof. KH Amal Fathullah Zarkasyi, dan KH Akrim Mariyat.
Kehidupan dan Kontribusi Almarhum
Almarhum dikenal sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam pembangunan dan pengembangan PMDG. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan. Kepergiannya menjadi duka yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat yang mengenalnya.
Di lokasi pemakaman, suasana tetap khidmat dengan hadirnya ribuan orang yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Para santri dan alumni berkumpul untuk membaca doa dan mengucapkan salam perpisahan kepada almarhum.
Proses Pemakaman dan Doa Bersama
Proses pemakaman dilakukan dengan protokol khusus sesuai dengan adat istiadat dan kepercayaan yang dianut. Di samping itu, banyak pihak yang menyampaikan ucapan belasungkawa melalui media sosial dan forum-forum keagamaan. Doa-doa khusus disampaikan agar almarhum diterima di sisi Tuhan dan diberikan tempat yang layak di surga.
Sejumlah tokoh agama dan politik juga turut menyampaikan rasa belasungkawa mereka atas kepergian almarhum. Mereka menilai bahwa kehilangan ini akan meninggalkan luka mendalam, namun semangat dan nilai-nilai yang ditinggalkan akan terus hidup dalam benak masyarakat.





