Prestasi Akademisi UIN Saizu di Kancah Internasional
Kiprah akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Kali ini, prestasi datang dari salah satu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), yaitu Khairunnisa Dwinalida, yang terpilih sebagai mentor dalam program TESOL Self-Study: Teaching and Assessing Young Learners (TAYL). Program ini diselenggarakan oleh Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
Penetapan Khairunnisa sebagai mentor tertuang dalam surat resmi RELO bertanggal 8 September 2025 yang ditandatangani langsung oleh Director RELO, Kevin McCaughey. Keikutsertaannya dalam program ini menunjukkan kontribusi aktif dosen UIN Saizu dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris usia dini baik di tingkat nasional maupun global.
Kolaborasi untuk Meningkatkan Kompetensi Guru
Program TESOL TAYL merupakan hasil kolaborasi strategis antara RELO, TESOL International Association, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (MOPSE), serta Kementerian Agama (MORA). Tujuan utamanya adalah meningkatkan kompetensi guru Bahasa Inggris dalam mengajar dan menilai pembelajaran siswa usia dini.
Sebanyak 1.605 guru dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program ini dengan bimbingan 90 mentor terpilih dari berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Saizu Purwokerto. Khairunnisa Dwinalida menjadi salah satu mentor yang dipercaya mendampingi peserta, khususnya di wilayah Jawa Tengah 1.
Sebelum ditetapkan sebagai mentor, Khairunnisa mengikuti proses seleksi nasional yang diselenggarakan oleh APSPBI/TBI PTKI, organisasi pengembang dosen Bahasa Inggris di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Melalui seleksi ketat tersebut, ia berhasil masuk dalam jajaran mentor yang kemudian ditetapkan secara resmi oleh RELO dan TESOL International Association.
Peran Mentor dalam Pelatihan
Dalam perannya sebagai mentor, Khairunnisa bertanggung jawab mendampingi peserta dalam menyelesaikan enam modul pelatihan, memfasilitasi diskusi daring, memantau perkembangan peserta melalui grup komunikasi resmi, serta memimpin pertemuan virtual setelah setiap modul. Seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan secara daring melalui platform resmi TESOL, sesuai dengan ketentuan dan mandat dari RELO.
Program TESOL TAYL berlangsung sejak September hingga Desember 2025. Pada 31 Desember 2025, Khairunnisa Dwinalida dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian program dengan total 60 Jam Pelajaran (60 JP) dan memperoleh sertifikat resmi dari TESOL International Association.
Dukungan dari Koordinator Program Studi
Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Desi Wijayanti Ma’rufah, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Khairunnisa Dwinalida. Menurutnya, keterlibatan dosen dalam program internasional seperti TESOL TAYL sangat penting untuk meningkatkan kualitas akademik dan profesionalisme dosen.
“Kami selalu mendorong para dosen untuk terus mengembangkan kompetensi melalui program internasional. Program seperti ini tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran di perguruan tinggi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi para guru Bahasa Inggris di sekolah dasar,” ujar Desi.
Ia menambahkan, pendampingan dari mentor berpengalaman akan membantu guru-guru memperkaya metode pengajaran serta meningkatkan keterampilan mengajar siswa usia dini.
Kontribusi untuk Reputasi UIN Saizu
Keikutsertaan Khairunnisa Dwinalida dalam program TESOL TAYL turut memberikan kontribusi signifikan terhadap reputasi UIN Saizu Purwokerto sebagai institusi yang konsisten mendukung pengembangan profesionalisme dosen dan guru Bahasa Inggris. Partisipasi ini juga mempertegas komitmen UIN Saizu dalam mencetak pendidik berkualitas yang mampu berperan aktif dalam peningkatan mutu pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia, khususnya bagi generasi muda.
