Sanksi Diskualifikasi Beruntun Hambat Pembalap Kompetitor
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil meraih posisi ketiga dalam klasemen sementara juara dunia Moto3 2026. Kenaikan ini terjadi setelah otoritas balap resmi menjatuhkan hukuman diskualifikasi kepada dua pembalap utama yang sebelumnya menjadi ancaman baginya.
Adrian Fernandez dan Brian Uriarte dinyatakan diskualifikasi karena adanya kecurangan teknis, seperti penggunaan oli di luar spesifikasi dan kerusakan komponen mesin. Hal ini secara langsung mengubah peta persaingan di kelas Moto3.
Brian Uriarte didiskualifikasi dari hasil balapan Moto3 Grand Prix Catalunya 2026 setelah terbukti menggunakan sampel minyak pelumas yang tidak sesuai dengan regulasi. Keputusan ini diambil setelah analisis laboratorium menemukan adanya pelanggaran fatal. Akibatnya, Uriarte kehilangan 13 poin dan turun ke peringkat kedelapan klasemen dengan total 54 poin.
Sementara itu, Adrian Fernandez juga mendapat sanksi diskualifikasi atas enam balapan pertama musim ini. Kerusakan pada komponen kawat pengaman mesin serta stiker segel pelindung motor Fernandez menunjukkan adanya aktivitas pembongkaran ilegal. Dampak dari sanksi ini memberikan keuntungan besar bagi Veda Ega Pratama.
Veda kini berhak naik ke podium ketiga untuk balapan seri Grand Prix Le Mans Prancis 2026 setelah posisi finis kedua milik Fernandez dinyatakan gugur. Dengan penambahan poin kumulatif, Veda kini memiliki total 71 poin dan berada di urutan ketiga klasemen sementara juara dunia Moto3 2026.
Selain itu, Veda sukses mengambil alih kembali posisi puncak klasemen Rookie of the Year dengan keunggulan 13 poin atas Uriarte.
Adaptasi Cepat di Sirkuit Baru Hungaria
Ketangguhan mental Veda Ega Pratama teruji secara nyata dalam rangkaian seri balapan Moto3 Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park. Dalam sesi kualifikasi penentuan posisi start, Veda berhasil mengamankan tempat kesembilan dan bersiap memulai balapan hari Minggu dari barisan ketiga (third row).
Kemampuan adaptasi Veda di sirkuit baru ini tergolong sangat impresif. Pada sesi latihan bebas pertama (FP1), ia sempat mengalami kesulitan teknis hingga tercecer di urutan paling belakang, yakni posisi ke-26. Namun, memasuki sesi latihan lanjutan atau practice session, ia membalikkan keadaan dengan mencetak waktu tercepat kedua di bawah Maximo Quiles dengan selisih waktu tipis 0,3 detik.
Perjalanan sesi kualifikasi utama berlangsung dinamis dan dipenuhi kibaran bendera kuning akibat banyaknya pembalap elite yang terjatuh di area tikungan ke-17 yang terkenal sulit. Veda bahkan sempat mengejutkan mekanik lawan dengan menorehkan waktu putaran 1 menit 46,1 detik yang sempat menempatkannya di posisi start terdepan atau pole position sementara.
Menjelang detik-detik terakhir sesi kualifikasi, para pembalap mulai melancarkan strategi serangan waktu putaran akhir secara agresif. Catatan waktu tercepat akhirnya direbut oleh David Almansa yang menembus catatan 1 menit 45 detik, diikuti oleh Maximo Quiles di tempat kedua dan Brian Uriarte di urutan ketiga.
Posisi Veda sempat terdesak ke urutan kesepuluh di detik-detik penutupan akibat lonjakan waktu para kompetitor. Beruntung bagi kubu Indonesia, catatan waktu milik Alvaro Carpe yang berada tepat di atas Veda dibatalkan oleh pihak juri akibat melanggar batas luar lintasan atau track limit.
Dengan catatan waktu resmi 1 menit 46,84 detik, Veda mengunci posisi start kesembilan dan menjaga peluang besar untuk langsung bersaing di rombongan depan sejak tikungan pertama dimulai.





