Dukungan BRI untuk Kelancaran Ibadah Haji Tahun 2026
BRI, salah satu bank terbesar di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Sebagai bentuk dukungan nyata, BRI menyediakan layanan keuangan yang andal dan aman bagi jemaah haji Indonesia. Salah satu wujud dari komitmen ini adalah penunjukan BRI sebagai penyedia uang tunai Saudi Arabian Riyal (SAR) yang digunakan untuk kebutuhan biaya hidup (living cost) jemaah haji.
Pada tahun 2026, total nilai penyediaan uang SAR yang disediakan oleh BRI mencapai SAR152.490.000. Penunjukan ini menjadi kali kesepuluh bagi BRI dalam menjalankan peran strategis tersebut. Keterlibatan BRI dalam pengadaan uang SAR ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Penandatanganan berita acara serah terima uang SAR dilakukan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Kamis (9/4).
Konsistensi Layanan Keuangan BRI
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi. Farida Thamrin menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah terhadap BRI mencerminkan konsistensi perseroan dalam memberikan layanan keuangan yang andal, aman, dan cepat, khususnya dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
“Dengan dukungan jaringan kerja BRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia, pendistribusian uang SAR diharapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hal ini sekaligus menegaskan kapabilitas BRI sebagai bank dengan infrastruktur dan jangkauan layanan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji,” ujar Farida.
Kepercayaan ini semakin relevan mengingat posisi Indonesia sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Hal ini menuntut kesiapan layanan yang tidak hanya mencakup aspek ibadah, tetapi juga tata kelola, perlindungan jemaah, hingga kualitas layanan secara menyeluruh.
Kolaborasi dan Sinergi untuk Solusi Inovatif

Dalam sambutannya, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf menyampaikan apresiasinya terhadap BRI dan Kementerian Haji dan Umrah RI yang mendukung kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini. “Kami akan terus berkolaborasi dan sinergi mencari solusi inovatif untuk menurunkan biaya haji tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan kepada jemaah,” ujar Amri Yusuf.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi juga menyampaikan apresiasi kepada BRI. “Dengan pengalaman BRI dalam penyediaan uang SAR untuk living cost sebelumnya, kami percaya amanah besar ini dapat terlaksana dengan baik. Living cost bukan sekadar bekal materi untuk kebutuhan harian jemaah, melainkan instrumen penting yang memberikan rasa tenang bagi jemaah selama berada di Tanah Suci,” ujar Jaenal Effendi.
Empat Program Strategis

Pemerintah saat ini tengah memfokuskan penguatan pada empat program strategis sebagai fondasi perbaikan layanan haji secara berkelanjutan, yakni penurunan biaya haji, penataan kebijakan daftar tunggu, penguatan ekspor produk Indonesia untuk kebutuhan haji, serta pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai pusat layanan jemaah di Arab Saudi.
BRI menyediakan layanan penukaran uang SAR tambahan melalui gerai money changer BRI di seluruh embarkasi bagi jemaah yang membutuhkan tambahan uang SAR untuk kebutuhan selama di Tanah Suci. Distribusi living cost kepada sebanyak 203.320 calon jemaah haji akan dilaksanakan sebelum keberangkatan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir April hingga akhir Mei 2026.
Distribusi dilakukan melalui 22 embarkasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Majalengka, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Lombok, Makassar, Gorontalo, hingga Maluku. Setiap jemaah akan menerima hak sebesar SAR750 dalam denominasi SAR500 sebanyak 1 lembar, SAR100 sebanyak 2 lembar, dan SAR50 sebanyak 1 lembar.





