Fakta Mengejutkan di Balik Kecelakaan Bus ALS yang Maut

Muhamad Fadli, seorang kernet bus ALS 346 yang selamat dari kecelakaan maut di wilayah Muratara, Sumatera Selatan, mengungkap fakta mengejutkan tentang kondisi bus yang mereka tumpangi. Ia menyebut bahwa bus tersebut sebenarnya akan dipensiunkan pada Oktober 2026 setelah beroperasi selama 25 tahun. Bus ini telah melayani rute antar provinsi, terutama antara Jawa dan Sumatera.

Fadli, warga Sibolga, Sumatera Utara, adalah salah satu dari empat korban selamat dalam insiden tragis tersebut. Ia mengatakan bahwa bus itu rencananya akan diganti atau dijual oleh perusahaan setelah masa pakainya habis. “Bus itu habis masa pakainya bulan Oktober nanti. Rencananya mau peremajaan, entah dijual atau bagaimana oleh perusahaan,” katanya kepada wartawan.

Kecelakaan terjadi saat bus mencoba menghindari lubang di jalan hingga kehilangan kendali dan menabrak truk tangki. Akibatnya, 16 orang meninggal dunia, termasuk sopir bus dan beberapa penumpang. Fadli mengaku mengalami trauma dan berencana untuk berhenti menjadi kernet bus. Setelah proses selesai, ia ingin pulang ke Kota Tangerang, Banten, untuk menemui calon istrinya dan merencanakan pernikahan.

Peristiwa Kecelakaan yang Mengubah Hidup

Fadli menceritakan bahwa kecelakaan bermula saat bus berusaha menghindari lubang di jalan hingga masuk ke jalur lain. Setelah kembali ke jalur semula, bus kembali menghindari lubang sebelum akhirnya bertabrakan dengan mobil tangki. Saat kecelakaan terjadi, Fadli duduk di samping sopir. Para penumpang di dalam bus sedang tidur dan bermain ponsel.

“Saat kecelakaan langsung keluar percikan api dari depan. Posisi penumpang ada yang tidur dan ada yang main HP. Karena bagian depan terbakar, ke belakang tidak bisa karena banyak paket, pintu juga hanya bisa dibuka dari luar,” ujarnya.

Beruntung, Fadli sempat melompat keluar. Ia juga melihat dua penumpang selamat lainnya, Ngadiono dan Jumiatun, keluar melalui jendela depan. “Posisi jendela depan pecah saat kecelakaan. Sopir pingsan dan terbakar. Mereka saya lihat keluar, bahkan perempuan itu saya lihat bajunya terbakar,” katanya.

Riwayat Perjalanan Bus ALS 346

Fadli juga menjelaskan riwayat perjalanan Bus ALS 346. Bus berangkat dari Pati, Semarang, melewati Kota Lubuklinggau, dan sempat mengalami radiator kering di Simpang MIO, Lahat. Sopir yang sekarang meninggal mulai menyetir dari Empat Lawang dan sempat mampir di Linggau untuk menurunkan barang sebelum berangkat lagi setelah isi bahan bakar.

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim menjelaskan bahwa kecelakaan bermula antara Bus ALS bernopol BK-7778-DL yang dikemudikan Alif dengan sekitar 17 penumpang dan mobil tangki BG-8196-QB yang dikemudikan Aryanto bersama Martono. Diduga, Bus ALS menghindari lubang dan kehilangan kendali, sehingga menabrak mobil tangki dari arah berlawanan.

Identitas Korban dan Penyebab Kecelakaan

Setelah pengumpulan data secara acak, polisi berhasil mengidentifikasi nama-nama korban. Dari kecelakaan tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk identifikasi. Sopir bus juga meninggal dunia, sementara tiga penumpang bus mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.

Dugaan penyebab kecelakaan adalah sopir Bus ALS berusaha menghindari lubang di jalan hingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan. Berikut adalah daftar korban tewas dan selamat:

Korban Tewas

  • Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
  • Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
  • Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
  • Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
  • Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
  • Relodo – Penumpang Bus ALS.
  • Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
  • Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
  • Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
  • Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
  • Celinton – Penumpang Bus ALS.
  • Hisyamsiah Bachri – Penumpang Bus ALS.
  • Sukardi – Penumpang Bus ALS.
  • Salim – Penumpang Bus ALS.
  • Budiyanto – Penumpang Bus ALS.
  • Barhul Ulum – Penumpang Bus ALS.

Korban Selamat

  • Jumiatun (35) dan Suaminya Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
  • Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
  • M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).


Share.
Leave A Reply

Portal berita yang menyajikan informasi terkini tentang peristiwa di Malang Raya dan Nasional, politik, ekonomi, entertainment, kuliner, gaya hidup, wisata dan olahraga.

Kanal Utama

Kontak kami

Berlangganan

Exit mobile version