Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Fakta Menyedihkan yang Terungkap
Lokasi kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terjadi di Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, ternyata menyimpan fakta yang sangat mengejutkan. Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang dan menjadi perhatian masyarakat setempat karena lokasi tersebut disebut sering menjadi tempat kejadian kecelakaan berulang.
Warga sekitar mengungkapkan bahwa sebelum tragedi Bus ALS terjadi pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, sudah ada delapan korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di titik jalan yang sama. Dengan demikian, total korban jiwa di lokasi tersebut kini mencapai 24 orang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Fakta ini disampaikan langsung oleh Yadi Aprizal, warga yang rumahnya berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Ia menjelaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, banyak korban meninggal dunia terjadi di jalan tersebut. “Setahu saya sudah 7-8 korban yang kejadian di jalan ini, itu korban yang meninggal dunia,” katanya.
Jalan Rusak Diduga Jadi Pemicu Utama
Yadi mengatakan bahwa sebagian besar kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut diduga dipicu kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi lubang. Pengendara yang berusaha menghindari jalan berlubang kerap kehilangan kendali hingga akhirnya terlibat kecelakaan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan.
“Biasanya pengendara menghindari lubang, lalu masuk ke jalur lain dan akhirnya tabrakan,” katanya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan di sekitar TKP memang tampak tidak rata. Beberapa lubang terlihat berada di bagian tengah maupun sisi jalan. Selain dilalui kendaraan pribadi, jalur tersebut juga menjadi akses utama kendaraan angkutan barang dan bus penumpang antarprovinsi yang melintas setiap hari.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat dan rawan terjadi kecelakaan, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Tujuh Mobil Pernah Terlibat Kecelakaan Beruntun
Selain kecelakaan maut yang menelan korban jiwa, Yadi mengungkapkan bahwa kecelakaan tanpa korban meninggal juga sangat sering terjadi di lokasi tersebut. Peristiwa terbaru bahkan terjadi sekitar satu bulan lalu saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Ketika itu, sebanyak tujuh mobil dilaporkan terlibat kecelakaan beruntun di titik yang tidak jauh dari lokasi kecelakaan Bus ALS. “Pas Lebaran kemarin juga ada tabrakan beruntun sampai tujuh mobil,” ungkapnya.
Polisi Temukan Banyak Lubang di Sekitar TKP
Sebelumnya Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Maesa Soegriwo, membenarkan adanya kerusakan jalan di sekitar lokasi kecelakaan Bus ALS tersebut. Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah titik jalan berlubang dalam radius puluhan meter dari lokasi tabrakan.
“Kita temukan di jalan sekitar TKP dari 30 meter, 50 meter, bahkan 100 meter ada lubang-lubang. Lubang di tengah, lubang di pinggir, sebelah kiri, di kanan,” ujar Maesa.
Menurutnya, lubang yang ditemukan memiliki kedalaman sekitar dua sentimeter dan diduga dapat memengaruhi laju kendaraan yang melintas. Temuan tersebut kini menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan penyebab pasti kecelakaan Bus ALS yang menewaskan 16 orang tersebut.
Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki
Berikut adalah daftar korban meninggal dunia dalam kecelakaan Bus ALS vs Mobil Tangki:
- Aryanto (49), pengemudi Mobil Tangki Seleraya, warga Lubuklinggau.
- Martono (48), penumpang Mobil Tangki Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
- Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
- Saf (50), kernet Bus ALS, warga Medan.
- Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
- Relodo, penumpang Bus ALS.
- Zulkifli, penumpang Bus ALS.
- Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
- Rani, penumpang Bus ALS, istri Aldi Sulistiawan.
- Bela, penumpang Bus ALS, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
- Celinton, penumpang Bus ALS
- Hisyamsiah Bachri, penumpang Bus ALS
- Sukardi, penumpang Bus ALS
- Salim, penumpang Bus ALS
- Budiyanto, penumpang Bus ALS
- Barhul Ulum, penumpang Bus ALS
Korban Selamat
Beberapa korban berhasil selamat dari kecelakaan tersebut, antara lain:
- Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal — mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
- M. Fadli bin Ibrahim (30), kernet Bus ALS, warga Riau — mengalami luka lecet atau luka ringan.
Diduga Ambil Jalur Kanan
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus diduga kehilangan jalur ketika mencoba menghindari kerusakan jalan.
“Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga karena faktor human error, di mana pengemudi bus ALS berupaya menghindari lubang di badan jalan, lalu mengambil jalur kanan,” kata Nandang, Kamis (7/5/2026) kepada Kompas.com.
Saat bus masuk ke jalur kanan, dari arah berlawanan, melaju truk tangki BBM milik PT Seleraya yang dikemudikan sopir bernama Hariyanto alias Yanto. Karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindarkan. Benturan keras memicu kebakaran hebat hingga menghanguskan bus dan truk tangki beserta sejumlah korban di dalamnya.
“Dari insiden ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat dan satu orang mengalami luka ringan,” ungkap Nandang.
Posko DVI untuk Identifikasi Korban
Untuk mendukung proses identifikasi korban meninggal dunia yang mayoritas mengalami luka bakar serius, Biddokkes Polda Sumsel bersama RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI).
“Ke-16 jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik,” ucapnya.





