Gempa Bumi Magnitudo 2,2 Mengguncang Banyuwangi
Pada hari Minggu (19/4/2026), wilayah Banyuwangi, Jawa Timur diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2. Gempa tersebut terjadi pada pukul 19.25.15 WIB dengan titik pusat gempa di koordinat 7.80 LS-114.45 BT. Lokasi ini berada sejauh 47 km timur laut Banyuwangi dan memiliki kedalaman sekitar 7 km.
BMKG menyampaikan informasi mengenai gempa tersebut melalui akun Twitter @infobmkg. Dalam tweetnya, BMKG menulis:
Gempa Mag:2.2, 19-Apr-2026 19:25:15WIB, Lok:7.80LS, 114.45BT (47 km TimurLaut BANYUWANGI-JATIM), Kedlmn:7 Km #BMKG Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data
Meskipun gempa yang terjadi tidak terasa begitu kuat, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan saat menghadapi gempa bumi.
Langkah-Langkah Keselamatan Saat Terjadi Gempa
Berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah tempat yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam ruangan, carilah tempat aman seperti di bawah meja. Berlindung di bawah meja adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk seperti bantal, helm, atau papan. -
Di luar ruangan
Jika sedang berada di luar ruangan, segera menjauhi gedung dan tiang serta menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan hindari melakukan apapun karena bisa saja terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Saat berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk menghindarinya, perhatikan arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat agar dapat segera mencapai area terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika sedang berada di gunung, segera bergerak menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena ada risiko longsor yang bisa membahayakan jiwa. -
Di laut
Gempa bumi di bawah laut dapat menyebabkan gelombang tsunami. Jika gempa terjadi, segera bergerak ke dataran yang lebih tinggi untuk menghindari bahaya tsunami. -
Di dalam kendaraan
Jika sedang berkendara saat gempa terjadi, peganglah kemudi dengan erat agar tidak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan jangan melakukan apa pun hingga gempa berakhir.
Skala MMI dan Tingkat Getaran Gempa
Getaran gempa diukur menggunakan skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.





