Graham Arnold, pelatih Timnas Irak, disambut sebagai pahlawan di Australia setelah membawa timnya melaju ke Piala Dunia 2026. Ini menjadi momen penting bagi sepak bola Irak yang sebelumnya harus menunggu selama 40 tahun untuk kembali tampil di ajang bergengsi tersebut.
Timnas Irak berhasil mengakhiri penantian panjang mereka setelah mengalahkan Timnas Bolivia dalam laga final play-off antarkonfederasi Piala Dunia 2026. Kemenangan tipis dengan skor 2-1 atas wakil Amerika Selatan itu terjadi di Estadio BBVA Bancomer, Guadalupe, Meksiko. Hasil ini membuat Irak menjadi tim terakhir yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan akan bergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Norwegia.
Ini adalah pertama kalinya Irak berlaga di putaran final Piala Dunia sejak edisi 1986, yang juga diselenggarakan oleh Meksiko. Setelah kemenangan tersebut, para pemain Timnas Irak mendapat sambutan meriah di Baghdad pada akhir pekan lalu. Mereka diarak keliling kota menggunakan bus terbuka sementara kerumunan besar menyambut dengan sorakan dan mengibarkan bendera Irak.
Sayangnya, Graham Arnold tidak dapat ikut serta dalam perayaan tersebut karena langsung pulang ke Australia. Namun, meskipun tidak hadir di Irak, ia tetap diterima dengan antusiasme besar oleh para penggemar di negara asalnya. Ratusan penggemar menemui Arnold di Bandara Sydney dengan yel-yel, nyanyian, dan permainan drum.
Arnold mengaku tidak menyangka akan menerima sambutan seperti ini di Australia. “Saya tidak menyangka ini akan terjadi di Australia. Tentu saja di Irak. Tapi ini luar biasa,” ujarnya kepada SBS. Ia juga meminta maaf kepada warga Irak karena tidak bisa kembali ke sana untuk merayakan kemenangan akibat penutupan wilayah udara.
Penggemar yang hadir di bandara memberi pesan yang hangat kepada Arnold. Salah satu penggemar memegang papan dengan tulisan: “Tiba dengan tenang, mewujudkan 46 juta mimpi. Terima kasih Graham Arnold, kau seorang legenda!” Polisi membantu mengawal Arnold saat ia meninggalkan bandara sambil tersenyum melihat pemandangan tersebut.
Seorang penggemar muda berkata, “Dia datang untuk menyelamatkan kami seperti pahlawan sejati.” Ia menambahkan, “Kami ingin sekali berterima kasih kepadanya, kami semua di sini untuk berterima kasih kepadanya dengan sepenuh hati.”
Sebelumnya, Arnold sempat mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Australia setelah awal yang buruk dalam kampanye kualifikasi. Ia mengundurkan diri pada September 2024, dan kemudian Tony Popovic mengambil alih. Arnold telah memimpin Timnas Irak selama 10 bulan terakhir.
Dengan kemenangan ini, Arnold akan menjadi orang Australia pertama yang melatih dua negara berbeda di Piala Dunia. Sebelumnya, ia pernah memimpin Socceroos pada 2022. Turnamen Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dimulai pada 11 Juni 2026.
