Prestasi Menghafal Al-Qur’an Siswa Balikpapan Menjadi Inspirasi Generasi Muda
Prestasi luar biasa yang diraih oleh dua pelajar dari Balikpapan dalam lomba tahfidz Al-Qur’an tingkat internasional menjadi sorotan utama dalam peringatan malam Nuzulul Qur’an yang digelar di Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center (BIC), Jumat (6/3/2026). Dalam acara tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan penghargaan kepada dua siswa yang berhasil mengharumkan nama daerah di ajang nasional maupun internasional.
Kedua pelajar tersebut adalah Ahmad Fadil dan Muhammad Haikal Al-Ghifari. Ahmad Fadil berhasil meraih juara kedua dalam lomba Tahfidz Al Quran 30 juz tingkat internasional yang diselenggarakan di Maroko. Sementara itu, Muhammad Haikal Al-Ghifari meraih juara pertama dalam lomba Tahfidz Al Quran 30 juz internasional yang dihelat di Brunei Darussalam. Prestasi keduanya tidak hanya menunjukkan kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap tafsir dan makna ayat-ayat yang dihafalkannya.
Muhammad Haikal Al-Ghifari: Pengunggul Peserta Internasional
Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam acara tersebut adalah Muhammad Haikal Al-Ghifari, siswa kelas XI SMA Istiqomah YPAITB Balikpapan. Dalam kompetisi tahfidz internasional yang digelar di Brunei Darussalam, Haikal berhasil mengungguli ribuan peserta dari berbagai negara Asia Tenggara. Kompetisi tersebut diikuti oleh peserta dari negara serumpun Melayu seperti Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Haikal berhasil meraih juara pertama pada cabang Tahfidz 30 juz yang juga dilengkapi dengan ujian tafsir dan pemahaman ayat, khususnya pada Surah Al-Hujurat. Dalam malam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, Haikal menerima penghargaan langsung dari Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berupa uang pembinaan sebesar Rp125 juta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Perjalanan Panjang Menghafal Al-Qur’an
Usai acara, Haikal mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, ketekunan, serta dukungan dari keluarga. “Alhamdulillah ini adalah bentuk apresiasi dari Pak Wali Kota. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Semua ini tentu atas rahmat Allah SWT serta bimbingan kedua orang tua,” ujarnya.
Haikal menjelaskan bahwa proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan keyakinan yang kuat. Menurutnya, setiap proses yang dijalani dengan tekun akan menunjukkan hasil seiring berjalannya waktu. “Yang terpenting adalah ketekunan dalam berproses dan tetap percaya diri bahwa setiap usaha pasti akan menunjukkan perkembangan jika dilakukan secara konsisten,” katanya.
Di balik prestasi tersebut, Haikal mengaku harus mengorbankan banyak hal, termasuk waktu bermain seperti remaja seusianya. Ia harus mampu membagi waktu antara kegiatan sekolah, menghafal Al-Qur’an, serta melakukan murojaah atau pengulangan hafalan. Dalam proses menghafal, Haikal biasanya meluangkan waktu minimal satu jam untuk menghafal satu halaman Al-Qur’an. Ketika masih dalam tahap menambah hafalan, ia bahkan mampu mengulang hingga dua juz dalam sehari secara konsisten.
Kini setelah menuntaskan hafalan 30 juz, ia tetap menjaga hafalannya dengan mengulang bacaan sekitar satu hingga dua jam setiap hari.
Cita-Cita di Masa Depan
Meski telah dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an berprestasi di tingkat internasional, Haikal memiliki cita-cita lain di masa depan. Ia berharap dapat melanjutkan pendidikan hingga menjadi seorang dokter agar dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Insya Allah saya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu cita-cita saya adalah menjadi dokter,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Balikpapan Rahmad Masud berharap momentum Ramadan, khususnya peringatan Nuzulul Qur’an, dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan memperkuat ibadah masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai waktu mempererat kebersamaan serta mendoakan kebaikan bagi bangsa dan daerah. “Semoga di bulan Ramadan ini kita semua dapat meningkatkan ibadah, memperkuat kebersamaan, serta mendoakan agar bangsa dan daerah kita selalu dalam keadaan baik,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Haikal Al-Ghifari dan Ahmad Fadil menjadi bukti bahwa generasi muda Balikpapan mampu bersaing di tingkat internasional. Kisah mereka juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya bahwa dengan ketekunan, disiplin, serta keimanan yang kuat, mimpi besar dapat diraih sejak usia muda.





