Surabaya Siap Bangun 1.400 Unit Rusunami di Ngagel untuk Warga Berpenghasilan Menengah
Pemerintah Kota Surabaya sedang mempersiapkan pembangunan 1.400 unit rumah susun milik (rusunami) di kawasan Ngagel. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan hunian vertikal yang terjangkau bagi warga berpenghasilan menengah, terutama generasi muda (Gen Z). Dengan syarat utama bahwa calon pembeli harus memiliki KTP Surabaya dan hunian ini akan menjadi tempat tinggal pertama, bukan untuk investasi.
Batasan Penghasilan dan Spesifikasi Unit
Untuk memastikan keberlanjutan program, terdapat batasan penghasilan maksimal yang harus dipenuhi oleh calon pembeli. Untuk individu lajang, batas penghasilan bulanan adalah sebesar Rp8,5 juta, sementara untuk keluarga, batasnya mencapai Rp10 juta per bulan. Pemkot Surabaya akan memverifikasi data tersebut melalui slip gaji dan rekening koran.
Rusunami ini akan dibangun dalam dua twin block dengan total 1.400 unit. Setiap twin block terdiri dari sekitar 700 unit dan memiliki ketinggian hingga 16 lantai. Tersedia tiga tipe unit yang dapat dipilih, yaitu:
- Tipe 18: Berupa studio dengan satu kamar tidur.
- Tipe 24: Memiliki satu kamar tidur dan ruang tamu yang bisa disesuaikan.
- Tipe 36: Menawarkan ruangan lebih luas dengan hingga dua kamar tidur.
Harga jual rusunami ini juga dirancang agar terjangkau. Tipe 18 diperkirakan mulai dari sekitar Rp160 juta hingga di bawah Rp200 juta. Sementara tipe 24 ditawarkan dalam kisaran Rp220 jutaan, dan tipe 36 mencapai kisaran Rp300 juta hingga Rp325 juta.
Kebijakan dan Skema Pendanaan
Pemkot Surabaya masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait pendanaan proyek ini. Salah satu skema yang sedang dipertimbangkan adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang melibatkan perbankan dan diharapkan dapat membantu menekan harga jual hunian. Selain itu, proses pengadaan akan dilakukan secara paralel, termasuk membuka peluang kerja sama dengan investor melalui mekanisme lelang, tergantung pada skema yang dipilih.
Target Pembangunan dan Proses Pendaftaran
Pembangunan rusunami ini ditargetkan akan dimulai pada pertengahan 2026. Namun, saat ini masyarakat belum dapat mendaftar karena masih menunggu kejelasan regulasi dari pemerintah pusat. Jika semua aturan telah jelas, Pemkot Surabaya akan membuka Nomor Urut Pemesanan (NUP) untuk masyarakat.
Dukungan dari DPRD Surabaya
Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, memberikan dukungan terhadap proyek ini. Ia menilai hunian vertikal menjadi solusi atas keterbatasan lahan di perkotaan. “Ini bukan semata-mata soal pemenuhan hunian. Tetapi juga bicara tentang pengendalian ruang agar perluasan kota terkendali, sekaligus menjaga daerah resapan air dan ruang terbuka hijau,” ujarnya.
Kesimpulan
Proyek rusunami di Ngagel ini merupakan langkah penting dalam memenuhi kebutuhan perumahan warga berpenghasilan menengah, terutama Gen Z. Dengan spesifikasi yang terjangkau dan pengawasan ketat agar tidak digunakan sebagai investasi, program ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri.





