Program Sharp Hydro Heroes di Bekasi Utara: Pemberdayaan Ibu Muda Melalui Pertanian Modern
PT Sharp Electronics Indonesia kembali menghadirkan program Sharp Hydro Heroes, sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berbasis pertanian modern. Kali ini, program tersebut menyasar ibu-ibu muda di wilayah Bekasi Utara, Jawa Barat. Tujuan utamanya adalah membantu para ibu dalam memenuhi kebutuhan keluarga akan makanan sehat sekaligus meningkatkan ekonomi rumah tangga.
Program ini tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam menggunakan hidroponik, tetapi juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan hasil panen, kewirausahaan, pemasaran digital, serta edukasi tentang pentingnya konsumsi sayur dan pola makan beragam bagi keluarga. Dengan pendekatan ini, Sharp ingin menciptakan dua manfaat sekaligus, yaitu membuka peluang tambahan penghasilan bagi ibu dan keluarganya, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menyediakan pangan yang lebih beragam dan bergizi bagi anak-anak.
Tantangan Gizi Anak di Kota Bekasi
Tantangan pemenuhan gizi anak menjadi semakin relevan di tengah situasi saat ini. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kota Bekasi sebesar 11,7 persen, dengan 2,5 persen anak sangat pendek dan 9,2 persen anak pendek. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan gizi anak masih membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Pemerintah Kota Bekasi sendiri menempatkan penurunan prevalensi stunting sebagai salah satu indikator penting dalam pembangunan daerah. Dalam RPJMD Kota Bekasi 2025–2029, prevalensi stunting ditargetkan turun dari 9,05 persen pada 2025 menjadi 8,50 persen pada 2026 dan terus menurun hingga 7,06 persen pada 2029.
Peran Ibu Muda dalam Perubahan Keluarga
Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Shinji Teraoka menyampaikan bahwa melalui Sharp Hydro Heroes, pihaknya ingin hadir lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di sekitar perusahaan. Dia percaya bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga bagaimana seorang ibu dapat menjadi penggerak perubahan di dalam keluarganya, termasuk dalam membangun kebiasaan makan yang lebih sehat bagi anak-anak.
“Karena itu, program ini tidak berhenti pada bagaimana menanam sayuran. Kami ingin peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola hasilnya menjadi peluang ekonomi, sekaligus memahami nilai penting sayuran dan pola makan yang beragam bagi pertumbuhan keluarga,” ujar Shinji Teraoka dalam keterangan resminya.
Edukasi dan Pelatihan Terstruktur
Sharp Hydro Heroes di Bekasi dirancang agar peserta tidak hanya menjadi produsen sayuran, tetapi juga menjadi penggerak perubahan di tingkat keluarga. Para peserta akan mendapatkan edukasi mengenai manfaat sayuran, pengenalan pola makan yang lebih beragam, pengelolaan hasil panen, hingga bagaimana memperkenalkan sayuran kepada anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lurah Teluk Pucung Ismail Marzuki mengapresiasi Sharp Hydro Heroes sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam memberdayakan kaum perempuan, meningkatkan ekonomi keluarga, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pangan bergizi bagi anak, sejalan dengan kebijakan pemerintah kota Bekasi dalam mencegah stunting melalui keanekaragaman konsumsi sayur mayur.
Pendekatan Hidroponik dan Pelatihan
Sharp Hydro Heroes memanfaatkan lahan seluas 15 x 5 meter di area SAGA Life School, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Melalui metode hidroponik, lahan yang relatif terbatas dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan sekaligus menjadi ruang belajar bagi para peserta.
Sebanyak 20 peserta yang terpilih akan diberikan program pelatihan terstruktur yang mencakup:
* Dasar-dasar pertanian dan hidroponik
* Teknik penanaman dan perawatan tanaman
* Pengelolaan serta pemanenan hasil pertanian
* Pengolahan dan pemanfaatan hasil panen
* Dasar-dasar kewirausahaan
* Perhitungan sederhana biaya dan potensi usaha
* Pemasaran dan branding produk
* Pemanfaatan media sosial untuk pemasaran
* Edukasi mengenai pola makan beragam dan pentingnya sayuran bagi keluarga
Dengan demikian, hidroponik tidak diposisikan sekadar sebagai aktivitas bercocok tanam, tetapi sebagai keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Peserta juga akan didorong untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan produk, membangun pelanggan, serta memperluas pasar.
Pemilihan Peserta dan Tujuan Program
Pemilihan ibu muda sebagai penerima manfaat bukan tanpa alasan. Dalam kehidupan sehari-hari, ibu memiliki peran penting dalam menentukan banyak keputusan yang berkaitan dengan makanan keluarga. Mereka terpilih melalui proses seleksi berdasarkan domisili, kesiapan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, serta komitmen untuk mengembangkan keterampilan hidroponik dan menerapkannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan ekonomi dan kesehatan keluarga.
Dengan memberikan akses terhadap pengetahuan, keterampilan dan peluang ekonomi, Sharp ingin mendorong ibu agar tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga menjadi agent of change bagi keluarganya.
Keterkaitan dengan SDGs
Pendekatan pemberdayaan perempuan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 mengenai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Agenda SDGs menekankan pentingnya akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, teknologi dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas serta kemandirian ekonominya.
Di sisi lain, program ini memiliki keterkaitan erat dengan SDG 2 – Zero Hunger, yang tidak hanya berbicara mengenai penghapusan kelaparan, tetapi juga peningkatan kualitas gizi, akses terhadap pangan bergizi serta pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Sharp Hydro Heroes menjadi bagian dari komitmen Sharp Indonesia untuk menciptakan dampak sosial yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Program ini menghubungkan tiga aspek yang saling berkaitan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan keluarga dan keberlanjutan lingkungan. Melalui program ini, Sharp mendukung beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan, antara lain:
- SDG 2 – Zero Hunger
- SDG 3 – Good Health and Well-being
- SDG 5 – Gender Equality
- SDG 8 – Decent Work and Economic Growth
- SDG 10 – Reduced Inequalities
- SDG 12 – Responsible Consumption and Production






