Injil Katolik Hari Ini: Rabu 4 Februari 2026
Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, umat Katolik merayakan Hari Biasa IV. Pada hari ini, kita mengenang Santo Yohanes de Britto, Martir; Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman; Santa Katarina Dei Ricci, Perawan; dan Santa Yoana Valois, Pengaku Iman. Warna liturgi yang digunakan pada hari ini adalah hijau.
Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini
Bacaan Pertama: 2Samuel 24:2,9-17
Raja Daud memerintahkan Yoab untuk melakukan pendaftaran rakyat Israel. Setelah hasil pendaftaran diberikan kepada raja, Daud menyadari bahwa tindakannya itu berdosa. Ia kemudian memohon pengampunan kepada Tuhan. Tuhan memberinya tiga pilihan dalam bentuk hukuman, tetapi Daud memilih untuk menjatuhkan dirinya ke tangan Tuhan karena kasih-Nya yang besar. Akhirnya, penyakit sampar menimpa orang Israel selama tiga hari, dan tujuh puluh ribu orang mati. Ketika malaikat Tuhan hendak memusnahkan Yerusalem, Tuhan memerintahkan malaikat itu untuk berhenti.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 32:1-2,5,6,7
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.
Bait Pengantar Injil: Alleluya
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.
Bacaan Injil: Markus 6:1-6
Yesus kembali ke tempat asal-Nya, Nazaret, dan mengajar di rumah ibadat. Orang-orang takjub akan hikmat dan mukjizat-Nya, tetapi mereka menolak-Nya karena ia hanya seorang tukang kayu. Yesus berkata, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.” Ia tidak mengadakan mukjizat di sana kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Renungan Harian Katolik
Ketika Allah Terlalu “Biasa” di Mata Kita
Dalam Injil Markus 6:1–6, Yesus pulang ke Nazaret, tetapi tidak diterima oleh penduduknya. Mereka mengenal latar belakang-Nya dan menganggap-Nya sebagai tukang kayu biasa. Mereka menolak-Nya karena Ia tidak sesuai dengan ekspektasi mereka tentang Mesias. Ini menjadi cermin bagi kita: jangan-jangan kita juga sering menolak Tuhan bukan karena Ia jauh, tetapi karena Ia terlalu dekat dan terasa “biasa”.
-
Skandal Kedekatan: Allah yang Tidak Sesuai Ekspektasi
Orang Nazaret menolak Yesus karena Ia tidak sesuai dengan gambaran Mesias dalam pikiran mereka. Mereka mengharapkan sosok besar, lahir dari keluarga terhormat, datang dengan kuasa politik atau religius. Namun yang berdiri di depan mereka adalah “tukang kayu”, anak Maria, seseorang yang mereka anggap setara. Masalahnya bukan pada Yesus, tetapi pada hati mereka. -
“Ia Heran Karena Ketidakpercayaan Mereka”
Markus mencatat bahwa Yesus heran karena ketidakpercayaan mereka. Bukan karena Ia tidak tahu, tetapi sebagai ungkapan duka: hati yang tertutup membatasi karya rahmat. Yesus tidak banyak mengadakan mukjizat di sana karena mereka menutup diri terhadap-Nya. -
Ketika Yang Kudus Menjadi Rutinitas
Salah satu tantangan terbesar iman modern adalah rutinitas. Misa bisa menjadi kewajiban. Doa bisa menjadi formalitas. Injil bisa menjadi kutipan. Nazaret adalah kota orang-orang yang “terbiasa” dengan Yesus. Dan justru kebiasaan itulah yang membunuh rasa kagum. -
Penolakan Bukan Akhir Misi
Injil tidak berhenti pada penolakan. Markus menutup dengan kalimat: “Lalu Yesus berjalan berkeliling dari desa ke desa sambil mengajar.” Yesus tidak memaksakan diri. Ia melanjutkan perutusan-Nya. Ini memberi kita dua penghiburan: pertama, ketika iman kita dingin, Yesus tetap mengasihi. Kedua, bagi siapa pun yang terlibat dalam pewartaan, tidak semua orang akan menerima. -
Refleksi untuk Hidup Sehari-hari
Dalam renungan ini, kita diajak bertanya dengan jujur: Apakah aku masih bisa kagum kepada Tuhan, atau imanku hanya kebiasaan? Apakah aku memberi ruang bagi Allah untuk bekerja di luar ekspektasiku? -
Relevansi Spiritual: Menerima Allah yang Hadir dalam Keseharian
Spiritualitas Katolik sangat menekankan inkarnasi: Allah menjadi manusia. Allah hadir dalam yang konkret. Kalau kita hanya mencari Tuhan dalam momen luar biasa, kita akan sering melewatkan-Nya. Tetapi kalau kita belajar melihat dengan mata iman, hidup sehari-hari menjadi ruang perjumpaan ilahi. -
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Engkau datang dengan sederhana, tetapi hati kami sering mencari yang spektakuler. Engkau berbicara dengan lembut, tetapi kami sering menutup telinga. Ampunilah kami bila kami meremehkan kehadiran-Mu karena Engkau terlalu dekat, terlalu biasa, terlalu akrab. Berilah kami hati yang baru, mata yang mampu melihat rahmat dalam hal kecil, iman yang tetap percaya meski tanpa sensasi. Ajarlah kami menyambut-Mu, bukan sebagai “Yesus dari Nazaret” yang kami pikir sudah kami kenal, tetapi sebagai Tuhan dan Juruselamat yang selalu baru. Amin.



