Penurunan Harga Minyak Mentah Irak untuk Pasar Asia
Perusahaan pemasaran minyak nasional Irak, State Oil Marketing Organization (SOMO), mengumumkan penurunan harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026 bagi pelanggan di Asia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menjaga daya saing ekspor minyak Irak di pasar Asia, yang merupakan wilayah pembeli terbesar negara tersebut.
Diskon Harga Minyak Mentah Basrah Medium
SOMO menetapkan diskon harga minyak mentah Basrah Medium untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 1,30 dolar AS (Rp21,9 ribu) per barel terhadap rata-rata patokan Oman/Dubai. Angka ini lebih besar dibandingkan diskon 1,05 dolar AS (Rp17,6 ribu) per barel pada Januari 2026, sesuai dengan daftar harga resmi yang diterbitkan SOMO.
Sementara itu, harga minyak Basrah Heavy untuk pasar Asia tidak mengalami perubahan dan tetap pada diskon 3,60 dolar AS (Rp60,6 ribu) per barel. Kebijakan ini menunjukkan fokus Irak untuk menyesuaikan harga pada jenis minyak Basrah Medium guna menjaga daya saing ekspor di tengah dinamika pasar regional.
Arab Saudi dan Irak Menjaga Daya Saing Pasar Asia
Arab Saudi melalui Saudi Aramco juga menurunkan harga minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Februari 2026 sebesar 2 dolar AS (Rp33,7 ribu) per barel, menjadi premi 1,50 dolar AS (Rp25,2 ribu) terhadap patokan Oman/Dubai. Penurunan terbesar dalam 13 bulan terakhir ini mendorong produsen lain, termasuk Irak, untuk menyesuaikan strategi harga mereka.
Sebagai respons, Irak menurunkan harga Basrah Medium guna mempertahankan daya saing terhadap minyak dari produsen Timur Tengah lainnya serta peluang arbitrase minyak dari kawasan Atlantik. Asia tetap menjadi pasar utama bagi kedua negara, dengan permintaan kuat dari kilang regional.
Penurunan harga yang dilakukan Irak melalui SOMO sedikit lebih kecil daripada Aramco, mencerminkan perbedaan kualitas grade minyak yang dijual masing-masing negara.
“Pemotongan harga ini sesuai dengan ekspektasi pasar, karena para pengelola kilang menginginkan harga yang lebih kompetitif,” ujar sumber dari Aramco, dikutip oleh Asharq Al-Awsat.
Diskon Menarik Minat Pembeli Asia
Kilang-kilang di Asia kini mencari harga minyak mentah yang lebih kompetitif di tengah melimpahnya pasokan dari negara-negara OPEC+ dan melemahnya harga acuan minyak Timur Tengah. Penurunan harga minyak Basrah Medium oleh Irak mendorong peningkatan pembelian dari China, India, dan negara-negara di Asia Tenggara.
SOMO merilis formula harga bulanan sebagai strategi menarik pembeli di tengah fluktuasi harga global. Basrah Medium, yang menjadi jenis minyak utama ekspor Irak, masih mendominasi aliran pasokan ke Asia.
Langkah penetapan diskon sebesar 1,30 dolar AS (Rp21,9 ribu) per barel terhadap patokan regional Oman/Dubai mendukung upaya Irak mempertahankan pangsa pasar sekaligus memenuhi target produksi dalam batas kuota OPEC+.
Perkembangan Harga Minyak di Dunia
Hungaria menyebut serangan AS ke Venezuela akan menurunkan harga minyak. Selain itu, harga minyak yang turun membuat pendapatan negara dari migas tidak mencapai target. Hal ini menunjukkan bahwa fluktuasi harga minyak dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian suatu negara.





