Kehidupan Pribadi Feby Belinda, Istri Politisi Ahmad Sahroni
Feby Belinda adalah sosok yang tidak terlalu dikenal oleh publik meskipun ia merupakan istri dari politisi Ahmad Sahroni. Berbeda dengan suaminya yang aktif di dunia politik dan sering muncul di berbagai media, Feby justru lebih memilih menjalani kehidupan yang lebih tertutup. Meski begitu, ia dikenal sebagai perempuan yang anggun, berhijab, serta memiliki jiwa wirausaha yang kuat.
Feby Belinda memiliki bisnis fashion sendiri dan juga mengelola berbagai acara, termasuk acara politik yang diadakan oleh suaminya. Meskipun ia tidak aktif di media sosial, banyak orang yang penasaran dengan latar belakang hidupnya. Informasi mengenai usia, asal daerah, atau riwayat hidupnya tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini menunjukkan bahwa Feby sangat menjaga privasi dan tidak ingin menjadi sorotan publik.
Awal Pertemuan dengan Ahmad Sahroni
Kisah pertemuan antara Feby dan Ahmad Sahroni terbilang unik dan sederhana. Mereka pertama kali bertemu di sebuah butik dalam sebuah acara tengah malam atau midnight event. Saat itu, Ahmad Sahroni sedang mencari pasangan hidup untuk membangun rumah tangga. Pertemuan singkat tersebut rupanya menjadi awal dari kisah cinta yang berlanjut serius.
Mereka langsung merasa cocok dan jatuh hati sejak pertemuan pertama. Tanpa menunggu waktu lama, keduanya memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Ahmad Sahroni dan Feby Belinda menikah pada 9 Februari 2008. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Ahmad Roffbell Ardante Sahroni (anak laki-laki) dan Kyrene Thalia Arabella Sahroni (anak perempuan). Kehidupan keluarga mereka terlihat sederhana namun penuh kehangatan meskipun jarang tersorot media.
Perubahan Penampilan Feby Belinda
Ahmad Sahroni pernah membagikan momen menarik terkait perubahan penampilan sang istri. Ia mengunggah foto kolase Feby Belinda pada November 2020 di media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat perbedaan penampilan Feby sebelum dan sesudah mengenakan hijab. Foto di sebelah kiri memperlihatkan Feby tanpa hijab, sedangkan di sebelah kanan ia tampil dengan hijab. Unggahan tersebut menarik perhatian warganet karena menunjukkan perjalanan perubahan sang istri.
“Before n after…Tetep juga namanya Feby Belinda Sahroni…Kira-kira apa yah yang berubah dari istri saya ini…Mohon kritikan teman-teman sekalian kalau saya yang ngomong nggak enak takut salah. Tapi kritikan yang baik loh yah,” tulis Ahmad Sahroni.
Hobi Koleksi Tas Branded
Feby diketahui memiliki hobi koleksi tas branded. Hal tersebut terkuak saat rumahnya dijarah beberapa waktu lalu. Dalam penjarahan tersebut, sejumlah tas mewah milik Feby dilaporkan hilang. Di antaranya:
- Louis Vuitton Vernis Brea MM (warna krem), dengan nilai sekitar Rp48–50 juta.
- Louis Vuitton Damier Ebene Canvas Bergamo MM (warna cokelat), diperkirakan senilai Rp39–40 juta di pasar barang secondhand.
- Beberapa koleksi Hermes yang jumlahnya mencapai 3-4 tas dengan harga yang bisa mencapai miliaran rupiah tergantung model dan serinya.
Pada 2025 silam, pasangan suami istri ini mendapatkan ujian yang cukup berat, kediaman mereka digeruduk massa hingga barang-barang dijarah. Massa berdatangan ke rumah Ahmad Sahroni mengendarai sepeda motor. Mereka langsung memasuki gang permukiman di Jalan Swasembada Timur XXII, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Massa langsung berunjuk rasa di depan rumah Ahmad Sahroni hingga masuk ke dalam rumah dan menjarah semua barang Sahroni.
Unjuk rasa dipicu oleh ucapan Ahmad Sahroni yang memancing emosi masyarakat. Dalam salah satu keterangannya, Ahmad Sahroni mengatakan, desakan membubarkan DPR yang banyak dilontarkan masyarakat setelah isu kenaikan tunjangan rumah wakil rakyat sebagai hal keliru. Ahmad Sahroni menyebutkan, desakan itu adalah hal yang tolol. “Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia,” kata Ahmad Sahroni dalam kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat (22/8/2025).
Ucapan Sahroni menjadi salah satu pemicu massa melakukan demo besar di kawasan DPR RI Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Sahroni kemudian dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ahmad Sahroni kemudian kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI per 19 Februari 2026 setelah menjalani sanksi nonaktif selama 6 bulan.





