Roti Canai Karmen Jadi Primadona Berbuka Puasa di Surabaya
Di tengah suasana Ramadan 1447 Hijriah yang semakin hangat, kawasan Jalan Karang Menjangan, Kecamatan Gubeng, Surabaya menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi masyarakat. Salah satu primadona takjil yang diminati adalah roti canai dari gerai Canai Karmen. Sejak hari-hari pertama puasa, penjualan di gerai ini mengalami lonjakan signifikan.
Menurut Dedi Suryanto, pedagang roti canai Canai Karmen, omzet penjualan meningkat hingga 70 persen dibandingkan hari biasa. “Ada peningkatan hampir kurang lebih 70 persen dari penjualan normal,” ujar Dedi saat dikonfirmasi. Lonjakan ini terjadi karena banyaknya masyarakat yang mencari menu berbuka puasa yang lezat dan nikmat.
Roti canai sendiri merupakan kuliner yang berasal dari komunitas India Muslim (Tamil) yang bermigrasi ke wilayah Semenanjung Malaya pada abad ke-19. Karena sejarah tersebut, roti canai sangat identik dengan Malaysia dan hingga kini tetap digemari di berbagai daerah, termasuk Surabaya.
Dalam penyajiannya, roti canai memiliki beragam variasi. Ada yang disajikan dengan kuah kari, saus sambal atau saus pedas, hingga versi manis, tergantung konsep dan selera pembeli. Selama Ramadan, menu yang disajikan tetap sama seperti hari biasa, dengan varian manis dan gurih yang tersedia lengkap.
Varian Gurih Paling Diburu untuk Berbuka
Meski pilihan menu tidak berubah, Dedi menyebutkan bahwa lonjakan penjualan paling tinggi terjadi pada varian gurih. Menu gurih dinilai lebih cocok dijadikan hidangan berbuka puasa. “Rata-rata yang paling laris itu yang gurih,” katanya.
Memasuki Ramadan 2026, juga terjadi penyesuaian selera pembeli, khususnya pada pilihan saus. Jika di hari biasa saus sambal pedas jarang diminati, kini justru banyak diminta. “Untuk menu semuanya tetap normal. Cuma ada perubahan di saus khusus. Banyak yang request saus sambal pedas. Kalau biasanya jarang ada yang minta, tapi bulan puasa ini banyak,” jelas Dedi.
Produksi Ditambah Hingga 150 Porsi Per Hari
Tak hanya warga sekitar Karang Menjangan, pembeli Canai Karmen juga datang dari berbagai wilayah lain di Surabaya, termasuk Surabaya Utara. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadan, Dedi menyiapkan lebih dari 100 porsi roti canai setiap hari. Dalam sehari, penjualan bisa mencapai 120 hingga 150 porsi. Harga roti canai di Canai Karmen dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi.
“Sehari bisa 120 sampai 150 porsi,” tuturnya. Dedi memperkirakan tren peningkatan penjualan ini masih akan berlangsung setidaknya hingga pertengahan Ramadan, seiring tingginya antusiasme masyarakat berburu takjil dan menu berbuka puasa. “Saat Ramadan, memang biasa terjadi lonjakan permintaan,” ujar pria yang telah berjualan sejak 2013 tersebut.
Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini
Di tengah ramainya aktivitas berburu takjil, umat Muslim di Surabaya dan sekitarnya juga diingatkan untuk memperhatikan jadwal buka puasa. Memasuki hari keempat Ramadan 1447 Hijriah, Senin (23/2/2026), waktu berbuka puasa Surabaya jatuh pada pukul 17.54 WIB.
Dengan suasana Ramadan yang sarat kebersamaan dan nilai spiritual, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, tepat waktu, dan penuh keberkahan. Berikut adalah jadwal lengkap imsakiyah untuk Kota Surabaya:
Jadwal Imsakiyah
Senin, 23 Februari 2026 (5 Ramadan 1447 H)
KOTA SURABAYA
Imsak: 04:08
Subuh: 04:18
Zhuhr: 11:46
‘Ashr: 14:52
Maghrib: 17:54
‘Isya’: 19:04
Selengkapnya
Doa Buka Puasa
Berikut adalah doa buka puasa yang sering dibaca oleh umat Muslim:
اللهم لك صمت و بك أمنت و على رزقك أفطرت برحمتك يا ارحم الراحمين
Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”
Selain itu, ada juga yang membaca doa buka puasa berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”




