Ringkasan Berita:
- Penyanyi Rayen Pono menulis surat terbuka untuk Raffi Ahmad melalui akun Instagram pribadinya
- Rayen Pono menyarankan Raffi Ahmad lepas dari politik karena posisinya justru rentan jadi kambing hitam
- Rayen Pono minta Raffi Ahmad kembali menjadi artis sepenuhnya
Infomalangraya.netPenyanyi Rayen Pono menulis surat terbuka untuk Raffi Ahmad. Dalam pesannya, Rayen meminta suami Nagita Slavina tersebut mempertimbangkan kembali keterlibatannya di dunia politik dan kembali fokus menjalani profesinya sebagai entertainer.
Surat terbuka itu diunggah melalui akun Instagram pribadi Rayen Pono pada Senin (2/11/2026) dan dikutip pada Selasa (3/11/2026).
Pesan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap Raffi Ahmad setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada Kamis (29/10/2026).
Acara tersebut menuai kontroversi setelah muncul pengakuan sejumlah peserta yang menyebut dirinya bukan mahasiswa, melainkan massa bayaran.
Rayen Pono Akui Raffi Ahmad Sosok Baik
Dalam surat terbukanya, Rayen mengaku menghargai Raffi Ahmad sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di dunia hiburan Tanah Air. Ia menilai Raffi merupakan orang baik dengan popularitas dan kekuatan besar yang telah dibangun selama berkarier di industri hiburan.
Rayen juga menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan apabila seorang seniman memutuskan terjun ke dunia politik. Namun, menurutnya, setiap orang memiliki posisi dan kerawanan yang berbeda ketika masuk ke lingkungan politik.
“Fi, gue tau dan percaya lo orang baik. Kita semua tahu betapa besar pengaruh dan kontribusi lo di dunia hiburan. Karena sejatinya, DNA lo adalah entertainer, seorang seniman tulen,” tulis Rayen Pono.
Ia pun mengkhawatirkan nama besar Raffi Ahmad justru dimanfaatkan oleh kepentingan politik pihak tertentu.
Khawatir Raffi Ahmad Dimanfaatkan Kepentingan Politik
Rayen mengingatkan Raffi agar berhati-hati dalam mengambil langkah, terutama ketika berhadapan dengan kepentingan politik yang lebih besar.
“Gue gak pernah melihat ada yang salah ketika seorang seniman memilih terjun ke politik. Tapi setiap orang punya posisi dan kerawanan yang berbeda,” lanjutnya.
Menurut Rayen, popularitas Raffi sebagai figur publik bisa membuatnya berada dalam posisi yang rentan apabila tidak mempertimbangkan berbagai konsekuensi dari keterlibatannya di dunia politik.
Ia khawatir Raffi nantinya justru dijadikan pihak yang menanggung risiko atau menjadi kambing hitam dari kepentingan tertentu. Karena itu, Rayen berharap Raffi dapat mempertimbangkan kembali perannya dan kembali menjalani profesi sebagai penghibur secara penuh atau full-time entertainer.
“Dan gue melihat posisi lo cukup rentan untuk terseret dalam kepentingan politik yang mungkin jauh lebih besar dari diri lo sendiri. Jangan sampai nama besar dan identitas lo sebagai seniman justru dimanfaatkan, bahkan pada akhirnya lo menjadi korban atau kambing hitam dari kepentingan-kepentingan itu.”
“Politik sejatinya adalah jalan pengabdian, tentang seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat. Dan lewat dunia hiburan, lo sudah membuktikan bahwa pengaruh lo bisa menjangkau begitu banyak orang.”
Rayen menilai dunia seni dan hiburan merupakan bagian dari jati diri Raffi Ahmad. Ia bahkan menyebut seni sebagai DNA asli Raffi yang selama ini telah membesarkan namanya di industri hiburan.
“Gue dan mungkin banyak rekan-rekan seniman dan orang-orang lainnya berharap lo mempertimbangkan untuk kembali menjadi FULL-TIME ENTERTAINER dan kembali ke dunia yang memang adalah DNA lo, tanpa harus terbebani oleh tarik-menarik kepentingan politik.”
Di akhir suratnya, Rayen menyampaikan pesan bahwa seni seharusnya menjadi ruang untuk menyatukan masyarakat, bukan justru memecah belah.
“Karena seni akan selalu jadi bahasa universal. Yang menyatukan, bukan memisahkan,” pungkasnya.

Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI Tuai Polemik
Sorotan Rayen terhadap Raffi Ahmad tidak terlepas dari kontroversi acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia yang digelar di kawasan Bundaran HI pada 29 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diinisiasi Polda Metro Jaya untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98. Namun, acara itu menjadi perbincangan setelah muncul pengakuan peserta yang menyebut dirinya bukan mahasiswa, melainkan massa bayaran.
Polemik semakin meluas setelah beredar video seorang pria bernama Bayu Setiadi alias Dino yang mengenakan jas almamater Universitas Dian Nusantara (Undira).
Dalam video tersebut, Bayu mengaku bukan mahasiswa Undira. Ia menyebut kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan undangan dari sebuah komunitas dan mengaku mendapatkan bayaran.
Pernyataan itu kemudian mendapat tanggapan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undira. Pihak BEM Undira menegaskan bahwa Bayu bukan mahasiswa aktif maupun bagian dari sivitas akademika kampus tersebut.
Raffi Ahmad Belum Tanggapi Surat Terbuka Rayen Pono
Kehadiran Raffi Ahmad dalam acara tersebut kemudian ikut menjadi sorotan publik.
Sejumlah pihak mempertanyakan keterlibatan figur publik dalam kegiatan yang belakangan memunculkan polemik mengenai identitas peserta.
Melalui surat terbukanya, Rayen Pono menyampaikan kekhawatirannya sekaligus memberikan saran kepada Raffi agar lebih berhati-hati terhadap kepentingan politik.
Rayen berharap Raffi kembali menjadi entertainer sepenuhnya dan menggunakan pengaruhnya di dunia seni untuk menyatukan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, Raffi Ahmad belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait surat terbuka yang disampaikan Rayen Pono tersebut.
(TribunTrends)




