Kasus Pembunuhan di Desa Bilalang Tiga Induk: Korban dan Pelaku Masih Kerabat
Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bilalang Tiga Induk, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengejutkan masyarakat setempat. Korban bernama Junaidi Pobela ditemukan tewas pada Minggu 18 Januari 2026 dini hari. Kejadian ini berlangsung di lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggal korban, sehingga memicu rasa duka yang mendalam di kalangan warga sekitar.
Sosok Junaidi Pobela yang Dikenal Baik
Junaidi Pobela dikenal sebagai sosok yang baik, rajin, dan ramah oleh lingkungan sekitarnya. Banyak orang yang menggambarkan dirinya sebagai pria yang murah senyum dan gemar bermain dengan anak-anak. Ucapan duka pun mengalir di media sosial, khususnya Facebook, melalui berbagai akun yang menyampaikan dukacita untuk korban.
Akun Dani Mokodongan, misalnya, mengucapkan dukacita mendalam sambil menyertakan foto korban. Ia menyebutkan bahwa Junaidi adalah sosok yang baik dan selalu murah senyum. “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Baru bangun pagi pegang hp langsung lihat kabar yang tidak mengenakan. Almarhum orang baik, rajin, murah senyum dan gemar bermain dengan anak-anak. Selamat jalan kawan Junaidi Andi Pobela (papa Mayra) alias Linggot, semoga Jannah utatku. Lahul Fatihah,” tulisnya.
Begitu juga dengan akun Femy Mokoagow yang menyampaikan duka keluarga. “Duka Keluarga, inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun Tat Awu ee, Junaidi Andi Pobelabela,” ucap dia. Sementara itu, Wandi Mokoginta juga turut menyampaikan dukacita dengan mengatakan, “Selamat jalan utat. Junaidi Andi pobela jalan mu jalan kami juga. Kasihan teman baik.”
Mayra Apriliona, salah satu anggota keluarga korban, juga mengunggah foto korban bersama ucapan duka. “Hari dmna Anak 6thn kehilangan sosok seorang Papa. Paa, bukan kain putih ini papa janji sama May Pa. Papa bilang hari ini mau datang ke May terus belanja di susu, nuget, sosis, snack, minyak telon, minyak kayu putih, minya rambut bedak, sampo, sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi,” tulisnya.
Peristiwa Pembunuhan yang Terjadi Akibat Cekcok Saat Miras
Menurut informasi yang diperoleh, kasus pembunuhan ini terjadi karena cekcok antara korban dan pelaku. Pelaku diketahui bernama Jefri Pobela, warga Desa Bilalang Tiga Induk. Menurut Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, peristiwa bermula saat korban bersama kakak dari terduga pelaku tengah mengonsumsi miras di tempat kejadian perkara.
Situasi memanas ketika keduanya terlibat selisih paham. Terduga pelaku kemudian datang dengan maksud melerai, namun justru terjadi cekcok antara korban dan terduga pelaku. Dalam kondisi emosi, korban disebut mengejar terduga pelaku sambil membawa pisau. Saat pengejaran, korban terjatuh bersama pisau yang dibawanya. Pada momen itulah, terduga pelaku mengambil pisau tersebut dan menikam korban.
Korban mengalami 14 luka robek dan 3 luka lecet hingga akhirnya meninggal dunia. Pelaku berhasil ditangkap di rumah orang tuanya setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat. Tim Resmob segera mendatangi lokasi, melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), dan melacak keberadaan pelaku.
Hubungan Keluarga Antara Korban dan Pelaku
Menurut informasi yang diperoleh, korban dan pelaku masih memiliki hubungan kekeluargaan. “Korban dan pelaku ini masih ada ikatan keluarga,” ujar Kasat Reskrim Polres Kotamobagu. “Mereka juga satu marga,” tambahnya. Motif pembunuhan ini diduga karena cekcok saat minum miras. “Mereka miras sama-sama dan terlibat cekcok. Jadi motifnya karena mabuk,” ungkapnya.
Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan intens oleh penyidik Polres Kotamobagu. Barang bukti berupa satu buah pisau badik telah diamankan dari tangan pelaku.





